Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Seni Bertahan Hidup di Musim Kondangan: Panduan Strategis agar Dompet Tak Sekarat dan Berakhir Melarat

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
24 Mei 2026
A A
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Musim kondangan adalah anomali sosiologis yang menuntut ketahanan mental sekaligus manajemen finansial yang handal. Saya nggak bercanda perkara ini.

Bagi sebagian orang, rentetan undangan pernikahan yang datang bertubi-tubi di akhir pekan bukanlah sekadar simbol perayaan cinta, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas arus kas bulanan.

Menghadiri hajatan, yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi, sering kali berubah menjadi beban psikologis jika kita tidak memiliki siasat yang tepat untuk selamat dari ancaman kebangkrutan yang sistematis.

Berikut adalah beberapa langkah taktis agar kita tetap bisa menjaga harga diri di depan pelaminan tanpa harus mengorbankan jatah makan siang di akhir bulan.

Jangan semua undangan kondangan harus dihadiri

Langkah pertama dalam menghadapi gelombang undangan adalah melakukan audit sosial. Mari jujur, tidak semua undangan memiliki derajat urgensi yang sama. Kita harus berani memilah mana hajatan yang wajib dihadiri, mana yang cukup diwakili dengan ucapan Sakinah Mawaddah Warahmah via WhatsApp, dan mana yang bisa kita lepaskan dengan sopan.

Kelompokkan undangan ke dalam tiga kategori: lingkaran inti seperti keluarga dan sahabat karib, rekan kerja atau kenalan formal, dan kenalan jauh yang cuma pernah chat sekali dua kali waktu zaman kuliah. Untuk kategori terakhir, mengirimkan doa melalui pesan singkat sudah lebih dari cukup.

Ingat, kehadiran fisik bukan satu-satunya bentuk penghormatan. Dengan membatasi daftar hadir, secara otomatis menekan pengeluaran untuk biaya transportasi, sewa ojek online, hingga biaya dandan yang harganya sering kali tidak masuk akal.

BACA JUGA: Kondangan Sendirian Itu Nggak Apa-apa, Penting Wani!

Baca Juga:

Kadang orang ikut rewang bukan karena ingin membantu, tapi takut dihujat dan digibahin

5 istilah di hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang

Rasionalitas di atas gengsi

Masalah utama di musim kondangan adalah tekanan sosial untuk memberikan nominal tertentu yang sering kali tidak realistis. Terjebak dalam kompetisi nominal amplop hanya akan membawa kerugian jangka panjang. Siasat terbaik adalah menetapkan anggaran tetap untuk setiap kategori undangan.

Alih-alih merasa minder karena nominal amplop yang terasa kecil, fokuslah pada nilai kehadiran. Pernikahan adalah tentang dukungan, bukan tentang seberapa tebal amplop yang diselipkan di kotak sumbangan. Jika memang memiliki kedekatan emosional, kehadiran dan bantuan tenaga sering kali jauh lebih berkesan bagi pengantin daripada sekadar angka.

Bersikap jujur pada kapasitas diri adalah bentuk kedewasaan finansial yang paling hakiki, daripada harus berutang hanya demi terlihat dermawan di depan tamu lainnya. Atau, lebih parah lagi, demi menutupi rasa minder yang diciptakan oleh diri sendiri.

Jangan memaksa outfit baru

Banyak orang menghabiskan dana yang cukup besar hanya untuk urusan tampilan saat kondangan, seperti membeli baju baru atau bahkan jasa rias. Padahal, siasat paling efisien adalah memaksimalkan apa yang sudah ada di lemari.

Menggunakan kemeja yang itu-itu saja bukan berarti terlihat miskin, itu berarti kita penganut prinsip efisiensi yang pragmatis. Toh, tamu lain juga sibuk dengan piring prasmanannya sendiri, bukan sedang meneliti outfit yang dipakai.

Selain itu, pertimbangkan efisiensi transportasi. Jika memiliki teman dengan rute yang searah, tidak ada salahnya nebeng. Berbagi biaya transportasi dengan teman lainnya adalah langkah cerdas untuk menekan pengeluaran.

Dengan mengurangi biaya operasional, kita dapat mengalihkan anggaran tersebut untuk hal yang jauh lebih krusial. Seperti membayar tagihan listrik atau sekadar membeli kopi enak untuk diri sendiri di akhir bulan yang getir.

Musim kondangan, pada akhirnya hanyalah fase yang akan berlalu. Kuncinya adalah tidak membiarkan diri kita terjebak dalam arus gaya hidup yang dipaksakan.

Dengan manajemen yang terukur dan keberanian untuk memilah, kita tetap bisa merayakan kebahagiaan orang lain tanpa harus memadamkan kebahagiaan diri sendiri. Menyambung silaturahmi itu perlu, tapi kesehatan dompet itu juga nggak boleh diabaikan.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Tradisi Kondangan di Desa yang Bikin Heran Orang Kota

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2026 oleh

Tags: HajatanKondanganOutfit Kondangansumbangan kondangan
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

kondangan

Kondangan Fighter yang Galau Antara Flat Shoes dan High Heels: Dasar Nggak Penting!

22 Agustus 2019
Jangan Abaikan Peran Bapak-bapak dalam Tradisi Rewangan di Hajatan Tetangga terminal mojok.co

Jangan Abaikan Peran Bapak-bapak dalam Tradisi Rewangan di Hajatan Tetangga

12 Agustus 2021
Hal yang Menyebalkan dari Kepanitiaan Hajatan di Kampung Saya terminal mojok

Hal-hal Menyebalkan dari Kepanitiaan Hajatan di Kampung Saya

1 Juni 2021
Derita 3 Tahun Bertetangga dengan Pemilik Sound Horeg, Rasanya seperti Ada Hajatan Tiap Hari Mojok.co

Derita 3 Tahun Bertetangga dengan Pemilik Sound Horeg, Rasanya seperti Ada Hajatan Tiap Hari

26 Oktober 2025
kapan nyusul nikah kondangan

Weekdays Adalah Waktu Terbaik Menggelar Kondangan, dan Saya Serius!

13 Mei 2023
Memakai Jalan Depan Rumah untuk Hajatan, Itu Ganggu Banget!

Memakai Jalan Depan Rumah untuk Hajatan, Itu Ganggu Banget!

29 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

11 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Kisah bapak saya cari kerja bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang Mojok.co

Kisah cari kerja di generasi bapak saya bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang

13 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.