Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 istilah di hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang

Malik Ibnu Zaman oleh Malik Ibnu Zaman
12 Agustus 2026
A A
5 istilah hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang Mojok.co

5 istilah hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang (desatepus.gunungkidulkab.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tiap daerah punya istilah-istilah yang tumbuh di tengah kesehariannya. Misalnya saja di Tegal, mereka ternyata punya beberapa istilah khusus ketika menggelar hajatan. Kata-kata ini muncul hanya ketika hajatan, itu mengapa masih banyak orang yang bingung ketika mendengarkannya. Tidak terkecuali warga Tegal sendiri. 

Nah, di bawah ini 5 istilah yang biasa digunakan di hajatan warga Tegal. Saya tuliskan supaya kalian yang jarang ikut hajatan di Tegal nggak bingung lagi ya. 

ADVERTISEMENT

#1 Balik klasa yang biasanya digelar warga Tegal setelah hajatan

Di dalam bahasa Indonesia, klasa berarti tikar tradisional yang terbuat dari anyaman bambu. Di dalam hajatan, klasa adalah alas duduk para tamu. Sementara balik berarti mengembalikan klasa yang digelar di lantai ke tempat semula. 

Nah, bagi warga Tegal, balik klasa berarti selamatan setelah hajatan selesai. Katanya, para orang tua zaman dahulu tidak sekedar menggelar selamatan ketika balik klasa. Konon mereka benar-benar melakukan ritual membalikkan klasa di kamar pengantin.  Ritual ini sebagai bentuk doa agar pengantin terhindar dari segala macam hal tercela ketika mengarungi mahligai rumah tangga. 

Akan tetapi, hal itu sudah tidak dilakukan lagi di rangkaian hajatan warlok Tegal sekarang ini. Balik klasa hanya mengundang orang terdekat saja yakni kerabat dekat dan tetangga kanan kiri. Hal ini berbeda dengan selamatan sebelum hajatan, di mana umumnya mengundang banyak orang. Kata ustadz yang biasa memimpin doa dalam kegiatan balik klasa, tujuan diadakannya balik klasa adalah ungkapan syukur karena acara bisa terlaksana.

#2 Kirab yang penuh makna filosofis bagi warga Tegal

Di Tegal, ijab kabul dan resepsi dilaksanakan di rumah mempelai wanita. Setelah resepsi selesai, dilaksanakan namanya kirab. 

Dalam kirab, kedua mempelai diantar ke rumah mempelai pria. Pada prosesi kirab, bukan hanya keluarga mempelai wanita saja yang mengantar, tetapi para tetangga juga turut serta.

Nantinya ketika sampai di rumah mempelai pria, ibu dari mempelai pria akan menyisir rambut mempelai wanita. Makna filosofisnya adalah menyisir masalah atau masa lalu agar kehidupan kedepannya berjalan lancar tanpa hambatan. Sementara itu mereka yang ikut kirab akan diberikan jamuan dan ketika pulang diberikan berkat.

Baca Juga:

Kadang orang ikut rewang bukan karena ingin membantu, tapi takut dihujat dan digibahin

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

#3 Begadang berjamaah saat hajatan disebut lek-Lekan 

Lek-lekan merupakan istilah begadang berjamaah di acara hajatan, dilakukan oleh para kerabat dan tetangga kanan kiri. Dalam hajatan khitanan, lek-lekan dilaksanakan di malam pertama selepas khitan. Sementara di hajatan pernikahan, lek-lekan dilaksanakan pada malam setelah siangnya ijab kabul dan dilaksanakan di rumah mempelai wanita.

Lek-lekan di Tegal bukan sekedar begadang semata, tetapi membaca maulid atau barzanji dengan diiringi rebana. Pada lek-lekan tuan rumah memberikan berbagai macam hidangan, mulai dari makanan berat hingga makanan ringan. Di Tegal, keluarga mempelai pria memberikan kambing ke keluarga mempelai perempuan. Kambing ini nanti disembelih untuk hidangan lek-lekan.

#4 Kiriman sebagai bentuk silaturahmi pasangan suami istri baru 

Setelah rangkaian prosesi hajatan pernikahan selesai ada yang namanya kiriman. Ini merupakan semacam silaturahmi pasangan suami istri baru guna memperkenalkan diri ke para tetangga dan kerabat. 

Dalam silaturahmi ini pengantin baru tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa makanan. Orang dulu dalam membawa makanan tersebut menggunakan rantang. Namun, zaman sudah berubah, jarang yang menggunakan rantang. Wadah pun kini bervariasi.

Di Tegal makanan dalam kiriman biasanya berisi nasi, lalu lauk pauk berupa ayam utuh satu ekor atau daging sapi, kemudian ada telur asin, ikan laut, orek tempe, kacang teri, kentang balado. 

Kiriman tersebut tidaklah gratis. Mereka yang mendapatkan kiriman adatnya harus membayar. Besaran nilainya tergantung dari kiriman apa yang diberikan. Jadi dikira-kira sendiri harganya berapa.

 Selain membayar uang, juga ketika pengantin pamit pulang dibawakan oleh-oleh. Biasanya ada yang memberikan beras, rengginang, kripik, dan lainnya.

#5 Rewang kegiatan sukarela di hajatan

Rewang merupakan bantuan tenaga para tetangga dalam hajatan, entah pernikahan, khitanan, atau hajatan lainnya. Bantuan ini bersifat sukarela dan tidak dibayar. Tuan rumah cukup menyediakan konsumsi saja.

Kegiatan rewang ini mulai dari memotong bahan-bahan sampai menjadi masakan. Lalu membungkus berkat, sampai cuci gelas dan piring. Mereka yang ikut rewang punya job desknya masing-masing, tinggal pilih mau yang mana. Untuk urusan dapur rewang umumnya bagian perempuan, sementara bapak-bapak bertugas membangun tenda hajatan.

Itulah 5 istilah dalam tradisi hajatan masyarakat Tegal yang belum banyak orang tahu. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian yang hendak ikut hajatan di Tegal ya, 

Penulis: Malik Ibnu Zaman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Tags: Hajatanhajatan TegalPernikahanresespsi pernikahantegalwarga Tegalwarlok Tegal
Malik Ibnu Zaman

Malik Ibnu Zaman

Penulis partikelir yang lahir di Tegal Jawa Tengah. Menulis cerpen, puisi, esai, dan resensi yang tersebar di beberapa media online.

ArtikelTerkait

lingsir wengi ponggol setan hantu tuselak mojok

Kenapa Ada Ponggol Setan, tapi Nggak Ada Ponggol Syar’i?

1 Juni 2021
daftar tamu undangan pernikahan ra srawung rabimu suwung seserahan adik nikah duluan gagal nikah dekorator pernikahan playlist resepsi pernikahan mojok

Menolak Falsafah ‘Ra Srawung Rabimu Suwung’

6 Juli 2021
Wedding Organizer

Waspada Tipu Daya Wedding Organizer Abal-Abal!

9 Oktober 2019
Cara Cepat Hamil bagi yang Sudah Nikah dari Tegal (Unsplash)

Cara Cepat Hamil bagi yang Sudah Nikah dengan Mantu Poci dari Tegal

23 Januari 2023
Indomaret OW Guci Pantas Dinobatkan Jadi yang Terbaik di Tegal karena Pemandangan dan Fasilitasnya Mojok.co

Indomaret OW Guci Pantas Dinobatkan Jadi yang Terbaik di Tegal karena Pemandangan dan Fasilitasnya

9 November 2025
Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya!

Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya

23 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian Mojok.co

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian

12 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena jalan-jalan dan dibayar Mojok.co

5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena isinya jalan-jalan dan dibayar

11 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.