Informasi
ADVERTISEMENT

Lupakan Magelang, Purwokerto, dan Salatiga, daerah slow living terbaik adalah Boyolali

Lupakan Magelang, Purwokerto, dan Salatiga, daerah slow living terbaik adalah Boyolali Mojok.co

Ada yang berencana slow living di Boyolali?

Beberapa daerah di Jawa Tengah sering disebut akhir-akhir ini. Salatiga, Magelang, dan Purwokerto dianggap cocok untuk slow living oleh banyak orang. Daerah yang masih sepi, biaya hidup yang murah, dan fasilitas publik yang lumayan lengkap membuat daerah-daerah di Jawa Tengah tadi “ramah” untuk hidup slow living

Dibanding kota-kota besar di Indonesia, 3 daerah itu memang jauh lebih nyaman untuk hidup melambat. Namun, menurut saya, 3 daerah yang digadang-gadang “ramah” hidup slow living itu masih kalah dengan Boyolali. Menurut saya, Boyolali jauh lebih cocok untuk slow living. 

Boyolali lebih dekat ke bandara dibanding daerah lain

Hidup menjadi lebih lambat dan menghayati memang esensi dari gaya hidup slow living. Namun, itu bukan berarti orang-orang mengesampingkan berbagai fasilitas hidup dasar seperti pendidikan, rumah sakit, akses ke bahan pangan. Termasuk, akses transportasi.

Soal transportasi, saya bisa bilang Boyolali lebih unggul daripada Salatiga, Magelang, dan Purwokerto. Daerah-daerah itu bisa diakses menggunakan bus maupun travel, tapi untuk pesawat, saya rasa Boyolali lebih unggul karena punya Bandara Adi Soemarmo. 

Asal tahu saja, bandara yang terletak di pinggiran Boyolali sisi timur ini adalah fasilitas penting untuk daerah Solo Raya, sebagian selatan Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga. 

Sektor pendidikan tidak ketinggalan

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, slow living bukan berarti hidup menolak segala fasilitas hidup, termasuk, pendidikan. Terlebih kalau sudah berkeluarga. Janggal rasanya kalau anak-anak tidak mendapat pendidikan atau sekolah yang layak hanya karena ingin hidup melambat. 

Itu mengapa, keberadaan sekolah yang layak menjadi pertimbangan bagi keluarga yang memutuskan hidup slow living. Dan, Boyolali adalah tempat yang tepat karena pendidikan di sana tidak ketinggalan. 

Salah satu sekolah yang banyak menyita perhatian adalah SMA Pradita Dirgantara. Sekolah beralamat di Tanjungsari, Ngesrep, Kec yang akhir akhir ini selalu naik daun karena prestasi dan fasilitas sekolahnya yang bagus. 

Sekalipun tidak ada sekolah di Boyolali yang diminati, orang tua bisa menyekolahkan anaknya ke Jogja, Solo, dan Semarang. Terlebih ketika masuk perguruan tinggi karena di kota-kota itu ada banyak pilihan perguruan tinggi negeri maupun swasta berkualitas. Asal tahu saja, jarak Boyolali ke kota-kota itu nggak jauh kok, paling 1-2 jam perjalanan. 

Masih memungkinkan untuk bertani

Mereka yang memutuskan hidup slow living kebanyakan melirik sektor pertanian untuk beraktivitas. Mungkin proses panjang mulai dari menyiapkan tanah hingga panen sangat cocok pas esensi slow living yang tidak ingin instan bertani banyak diminati. 

Nah, itu mengapa Boyolali adalah pilihan yang tepat. Lahan masih banyak dan subur cocok untuk bertani. Salah satu daerah yang populer adalah Selo yang letaknya di sekitar Gunung Merapi. 

Itulah beberapa alasan yang membuat Boyolali lebih unggul dibanding daerah lain untuk slow living. Selain fasilitasnya lumayan komplit dan oke untuk kehidupan sehari-hari, kondisi dan suasana di sana memang cocok untuk hidup melambat.  Tanahnya subur, biaya hidup masih terjangkau, daerahnya relatif sepi, enak buat slow living kan? 

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong, Apalagi Kalau Kamu Cuma Buruh Rendahan dan Gajimu Mengenaskan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 30 September 2026 oleh .

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.