Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
20 Juli 2026
A A
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang Jogja itu butuh libur. Tapi, kalau kamu ajak mereka naik gunung ke Gunung Merapi, pasti jawabannya: malas. Padahal, di mata wisatawan, berlibur ke gunung adalah cara terbaik melepas stres. Mirip ke liburan ke pantai.

Suami dari kakak ipar saya adalah orang Belanda keturunan. Bapaknya orang Jawa, ibunya Belanda. Jadi, sejak kecil, meski lebih banyak tinggal di Belanda, dia sudah tahu makna Gunung Merapi bagi warga Jogja. Makanya, selain minta ditemani makan gudeg, dia juga mengajak saya naik gunung.

ADVERTISEMENT

Sudah pasti saya menolak. Selain karena sibuk karena pekerjaan, dokter juga melarang saya melakukan kegiatan yang ekstrem. Naik gunung ke Gunung Merapi tentu salah satunya.

Nah, saudara saya ini bertanya-tanya. Kenapa saya saya nggak mau. Kan bisa refreshing melepas penat. Ya jujur saja, saya suka naik gunung. Sudah setidaknya 2 kali saya naik Gunung Merapi. Wisata ke Kaliurang juga sering, dan seringnya untuk kulineran. 

Namun, buat warga lokal, kadang Gunung Merapi itu tidak untuk didatangi, tapi dikagumi dari jauh saja. Selain itu, ada rasa malas karena terlalu jauh dari tempat tinggal.

Naik gunung itu menyenangkan, tapi orang Jogja kadang malas

Waktu masih SMA dan awal kuliah, saya sering ikut trecking ke sekitar Gunung Merapi. Nggak sampai naik gunung atau maksudnya ke puncak, tapi jalan-jalan aja. Dulu ada komunitas yang saya ikuti bersama beberapa saudara.

Nah, saya akui, naik gunung itu menyenangkan. Bahkan bagi saya, naik gunung itu lebih bermakna ketimbang liburan ke pantai. Ini kalau saya, ya. Bukan lantas pantai itu jelek. Namun, bagi sebagian warga Jogja yang saya kenal, pasti ada rasa malas untuk naik ke Merapi.

Tidak lain dan tidak bukan karena alasan udah sering lihat. “Wis mben dino weruh, ngopo ndadak mrono, Mas?” 

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Begitulah alasan yang sering saya dengar. Udah lihat tiap hari, ngapain harus sampai naik. Warga Jogja ini bukannya pemalas, tapi cenderung nggak mau melakukan aktivitas yang nggak signigfikan buat hidup mereka. “Ha mending kerjo nek ora dolanan manuk nek ora ya teturon, Mas.”

Ke Gunung Merapi itu ngapain? Ritual?

Buat banyak orang Jogja, Gunung Merapi itu bukan untuk aktivitas naik gunung having fun gitu. Gunung tersebut identik dengan kepercayaan tertentu. Makanya, kalau ngomongin gunung yang masih aktif ini, selalu nggak jauh dari spiritualitas atau mistis.

“Lha ngono munggah Gunung Merapi? Meh ritual tolak bala?”

Begitulah kalimat yang saya dengar. Jadi, naik ke sana itu bukan sport, tapi lebih ke mistika orang Jawa. kalau bawa ransel malah aneh, karena banyak yang lebih akrab bawa kembang dan sesajen.

Yah, nggak heran sih. Bagi orang Jogja, gunung itu ibarat bapak dan laut itu ibu. Posisi gunung dan laut itu sakral, bukan tempat bermain.

Taunya Kaliurang, tapi malas mau ke sana

Nah, kalau ngomongin Gunung Merapi, banyak orang Jogja yang lebih akrab sama Kaliurang. Aktivitas yang terasa akrab juga bukan naik gunung, tapi kulineran dan wisata.

Mulai dari berburu sate kelinci, menghabiskan sore yang sejuk di warung kopi, dan lain sebagainya. Semua ada di Kaliurang. 

Tapi, orang Jogja yang berasal dari kota, Bantul, atau pinggiran Sleman ya seringnya malas kalau ada ajakan ke Kaliurang. Alasannya yang umum ada dua. Pertama, jauh. Kedua, Kaliurang udah nggak kayak dulu.

Jadi dulu, orang Jogja ke Kaliurang untuk menjadi kesejukan. Namun kini, kesejukan itu sudah hilang karena berbagai pembangunan.

Padahal, kalau ke Kaliurang di pukul 19:00 saja pasti sudah terasa kedinginan. Khususnya di periode kemarau seperti sekarang. Tapi ya bener sih, Kaliurang dan Gunung Merapi tidak lagi sedingin dulu.

Begitulah alasan kami warga lokal Jogja malas naik gunung ke Gunung Merapi. Tolong dimaklumi ya. Namanya saja preferensi.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pocong Kepala Terpuntir di Pos Bayangan Gunung Merapi Meneror Teman Saya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026 oleh

Tags: gunung merapiJogjakaliurangnaik gunungSlemanwisata jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Pengalaman Nonton Film di Studio VIP Cinepolis Jogja, Selama Nonton Berasa Sultan

Pengalaman Saya Nonton Film di Studio VIP Cinepolis Jogja, Selama Nonton Berasa Sultan

1 Agustus 2024
Siapa Otak di Balik Konspirasi Klitih di Jogja Terminal Mojok

Siapa Otak di Balik Konspirasi Klitih di Jogja?

2 Januari 2022
Jalan Bimo Kurdo Jogja Sering Macet karena Sekolah Elit SD Muhammadiyah Sapen Mojok.co

Jalan Bimo Kurdo Jogja Sering Macet karena Sekolah Elit SD Muhammadiyah Sapen

4 November 2023
Darurat ruang terbuka hijau, warlok Kota Jogja harus mampir daerah tetangga untuk sekadar duduk-duduk di taman Mojok.co

Darurat ruang terbuka hijau, warlok Kota Jogja harus mampir daerah tetangga untuk sekadar duduk-duduk di taman

24 Juli 2026
Jogja 3 Kali Jadi Provinsi Termiskin di Jawa. Istimewa! (Unsplash)

Hebat! Jogja 3 Kali Jadi Provinsi Termiskin di Jawa! Wujud Konsistensi dari Daerah Paling Istimewa di Dunia

6 Juli 2024
Jalan Kaliurang Jogja: Udah Makin Macet, Lubangnya Berlipat Ganda, Bikin Susah Pengendara Motor!

Jalan Kaliurang Jogja: Udah Makin Macet, Lubangnya Berlipat Ganda, Bikin Susah Pengendara Motor!

25 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.