Tasikmalaya berhasil mengubah orang Bogor seperti saya menjadi betah dan berhati lembut

Suasana dan orang-orang Tasikmalaya yang santai berhasil membuat warga Bogor yang keras seperti saya menjadi lemah lembut dan betah.
Di Kecamatan Minggir Sleman, sawah dan kebun mengajarkan makna sebenarya dari indahnya slow living sekaligus frugal living

Real slow living dan frugal living di Minggir Sleman bukan kisah desa selalu mudah atau murah. Di dalamnya ada perjuangan yang menghidupi.
Lupakan Magelang, Purwokerto, dan Salatiga, daerah slow living terbaik adalah Boyolali

Boyolali lebih cocok untuk slow living daripada Magelang, Purwokerto, Salatiga. Fasilitas dan suasana di sana lebih pas untuk hidup melambat.
Kota Jogja nggak cocok untuk slow living, mending melipir ke 5 kecamatan di Sleman ini

Dibanding Kota Jogja, kecamatan-kecamatan di Sleman sebenarnya lebih cocok untuk slow living karena masih sepi dan asri.
Slawi, tempat paling ideal untuk slow living ketika saya dan istri menua nanti

Banyak tempat masuk kandidat tempat slow living sekaligus menua terbaik. Bagi saya pribadi, tempat itu adalah Slawi.
Saya punya mimpi slow living di Grobogan, kabupaten underrated yang bikin masa tua terasa lebih tenang

Meski Grobogan terkenal susah air saat kemarau dan rawan banjir kala hujan, tekad saya untuk menetap di sana tetap bulat.
Orang kota nggak usah sok-sokan slow living di Salatiga, daerah ini nggak senyaman kata orang-orang

Orang kota sebaiknya berpikir dua kali sebelum slow living di Salatiga sebab daerah ini tidak seindah yang digambarkan di media sosial.