Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Alfian Muslim oleh Alfian Muslim
10 Agustus 2026
A A
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya seorang kurir barang di Kota Surabaya yang turut merasakan kerasnya himpitan ekonomi akhir-akhir ini. Dari yang bisa beli nasi padang dab nasi pecel 17 ribuan di warteg, jadi kerasa mahal karena harga-harga nggak ngotak, tapi penghasilan jalan di tempat. Walhasil, saya terpaksa beralih makan nasi bungkus 7 ribu di tepi jalan raya. Selain murah, itu lebih dari cukup untuk menahan gejolak perut seharian.

Saya nemu surganya nasi bungkus, tepatnya di daerah Kendangsari, Kota Surabaya. Selain itu, pengamatan saya terhadap bisnis nasbung selama 3 bulan belakangan menunjukkan hal yang membagongkan, terutama bagi awam bisnis seperti saya.

ADVERTISEMENT

7 Adalah Angka Sakral 2026, Bukan 8 atau 13!

Angka 8 atau 13 mungkin spesial bagi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tapi berdasarkan renungan malam saya angka 7 adalah GOAT 2026 alias jawaban dari krisis ekonomi saat ini. Tujuh adalah harga yang menampung kelipatan terbesar dan terkecil di saat yang sama.

Coba sebutkan apa yang masih bisa kalian beli dengan uang 7 ribu hari ini? Es Teh Jumbo 2 Gelas? nggak cukup. Paket data 1 GB? Mewek. Ngafe kalcer? Malu. Tapi tujuh ribu di tangan penjual nasi bungkus bisa jadi ayam suwir + tempe + tahu + mie + nasi segepok + sambal + kantung plastik + bungkus makanan.

Dengan rumus itu saja, nasi bungkus 7 ribu laris manis. Habis tidak kurang dari 250 porsi setiap harinya. Kenapa tujuh ribu lebih dipilih? Secara psikologis (ala-ala aja, saya bukan psikolog, orang cuma kurir) itu lebih diperhitungkan. Sebab 5 ribu dinilai terlalu murah, sementara 10 ribu terlalu nanggung karena orang harus membeli minuman kembali setelah makan. Terlalu boncos!

Di titik ini, nasi bungkus 7 ribu terasa pas, tidak kurang dan tidak lebih, sisa 3 ribu untuk beli minum. Komplit!

Rumus cuan sederhana di bisnis nasi bungkus 7 ribu

Orang mengira bisnis nasbung itu rugi. Maksudnya, harga 7 ribu untungnya berapa sih?

Mari saya bongkar pakai kalkulator warung. Pertama, dari segi itung-itungan untung-rugi. Modal per bungkus ± Rp4000-5000. Breakdown-nya, nasi Rp. 1.500, Lauk pauk 1.500, sambal + plastik Rp. 500. Kalau masaknya banyak semisal 100 bungkus maka harga makin turun. Lalu, dijual Rp. 7000 dengan asumsi untung bersih Rp. 2500 per bungkus.

Baca Juga:

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Kedengarannya kecil? Sekarang kalikan 200 bungkus per hari. Hasilnya 200 x 2500 = Rp. 500.000. Sebulan 30 hari = Rp. 15 juta. Belum Dipotong kebutuhan hidup yang lain-lain. Tapi tetap saja, ini bukan bisnis receh.

Jualan dengan keluarga, saudara atau teman. Cukup membawa dua buah motor BeAt atau Vario. Satu membawa nasbung bolak-balik, yang satu bawa payung, meja lipat, dan beberapa perlengkapan yang penting. Buka pukul 05.30, tutup pukul 09.00. Hanya 3 jam sehari.

Kedua, dari segi kondisi ekonomi. Ketika ekonomi negara lagi nyempit kayak sekarang, masyarakat harus menurunkan pengeluaran harian. Yang paling utama dan tidak bisa ditunda adalah makanan. Maka, semua kalangan (kaya, miskin, menengah) yang lapar harus makan apa pun kondisi ekonominya.

Di sinilah nasi bungkus 7 ribu menang. Dia memberikan harga nanggung dari segi apa pun sebagaimana penjelasan di atas. Terlihat dari pengamatan saya 2 bulan terakhir (Juni-Juli) pembeli nasbung Pak Wahyu (nama samaran) bervariasi. Mulanya hanya kurir macam saya. Berikutnya pegawai pabrik, pelari kalcer, dan ibu-ibu pekerja. Sampai akhirnya supir truk lalu orang-orang menengah ke atas dengan mobil-mobil entry level ikut mengantre.

“Kenyang” adalah milik semua kalangan

Di zaman semua serba mahal, ada kebahagiaan sederhana yang harganya cuma 7 ribu: kenyang.

Nasi bungkus bukan sekadar makanan. Dia adalah bukti bahwa di tengah resesi, masih ada orang yang mau masak, masih ada orang yang mau kerja, dan masih ada orang yang mau beli. Dia penyelamat semuanya.

Jadi lain kali saat kalian beli nasi bungkus 7 ribu, jangan nawar ya. Siapa tau dari 7 ribu itu, ada anak yang bisa bayar SPP. Ada ibu yang bisa beli obat. Ada bapak yang bisa pulang bawa senyum. Dan bisa jadi, ada yang naik kelas jadi orang kaya.

Penulis: Alfian Muslim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebuah Etalase Kaca Berisi Nasi Gratis yang Menyambung Hidup Orang-orang Jogja yang Kelaparan di Jalan Kaliurang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2026 oleh

Tags: bisnis nasi bungkuskeuntungan jualan nasi bungkusnasi bungkus
Alfian Muslim

Alfian Muslim

Pengelana paruh waktu yang merayakan hidup melalui aksara dan warna. Menemukan dunianya saat membaca, mencipta dunianya saat menulis,

ArtikelTerkait

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.