Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
24 Agustus 2026
A A
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Di dunia kuliner, kata “gacoan” punya daya sihir. Begitu ketempelan kata ajaib tersebut, antrean di restoran mendadak mengular. 

Disusul, ulasan di berbagai media sosial yang tumpah ruah. Memang, kalau mengulik dari maknanya, Gacoan berarti jagoan, andalan, atau pilihan favorit.

ADVERTISEMENT

Sayang, sejauh ini para pelaku usaha kuliner Indonesia kelewat hati-hati. Yang berani menyomot kata keramat tersebut masih berputar di lingkaran mie dan bakso. Padahal, ragam makanan Nusantara itu luas dan menyimpan banyak kandidat potensial. Kalau mau sedikit jeli, sederet menu berikut sebenarnya jauh lebih berhak dan pas menyandang predikat Gacoan sejati.

#1 Seblak, ilustrasi level pedas jalur neraka

Urusan pedas, seblak tentu sudah punya nama besar. Tapi, Seblak Gacoan versi halusinasi ini didesain bukan sekadar buat bikin keringatan. Melainkan, untuk meruntuhkan pertahanan mental para pencinta kuliner ekstrem yang sok berani uji nyali. 

Wujudnya berupa tumpukan kerupuk basah, makaroni, ceker, dan telur yang tenggelam dalam genangan kuah kental merah gelap. Tampilannya dibikin berminyak, pekat, dan menguarkan bau kencur yang kuat. Kejutannya, tersembul serangan pedas yang sukses membombardir rongga mulut.

Penyebutan tingkat kepedasannya pun kudu dibumbui gimik biar makin ciamik. Misalnya, penamaan “Peringatan Dini” untuk level satu, sampai “Kiamat Kecil” buat kasta pedas paling pol. Dijamin, lidah penikmatnya bakal setengah mati tersiksa, tapi ogah buat berhenti menyendok saking lezatnya.

#2 Nasi goreng, penyelamat kelaparan tengah malam

Sebenarnya, penampakan menu ini mirip nasi goreng abang-abang gerobakan langganan yang biasa mangkal di ujung gang. Bedanya, racikan bumbu dan metode memasaknya dibuat jauh lebih brutal demi mengesahkan gelar Gacoan. 

Nasi pera digoreng garing dengan sentuhan kecap manis tipis-tipis. Lalu disebari cabai rawit setan utuh tanpa dibelah biar terlihat sangar. Kemudian, ditutup topping irisan urat daging sapi empuk dan taburan bawang merah goreng yang melimpah.

Baca Juga:

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

Sebagai sentuhan pamungkas, proses masaknya wajib menggunakan anglo dengan bahan bakar arang. Hasilnya, aroma smoky yang pekat langsung menampar indra penciuman begitu disuguhkan. Di titik ini, nasi goreng yang umumnya jadi menu medioker, langsung mencuat jadi sajian penuh tantangan ala Gacoan.

#3 Ayam geprek Gacoan bukan sekadar meniru ayam geprek legend milik Bu Rum

Meskipun ayam geprek sudah bertebaran di setiap sudut jalan, format “Gacoan” menuntut ramuan yang punya ciri khusus. Memang, menu ini adalah pahlawan sejuta umat. 

ADVERTISEMENT

Tapi, dengan menempelkan predikat Gacoan, derajatnya harus naik takhta jadi andalan harian yang mengenyangkan, pedasnya tingkat dewa, tapi tetap ramah di dompet kaum akhir bulan.

Isinya berupa potongan ayam crispy bagian dada atau paha bawah yang digeprek langsung di atas cobek batu bersama lautan cabai rawit merah yang diulek kasar. Lalu, sekujur ayam disiram minyak bawang panas mendidih dan ditaburi irisan daun bawang segar. 

Visualnya sengaja dibuat beringas hingga daging ayamnya hampir nggak terlihat lantaran tertutup selimut cabai. Trik ini mampu menghadirkan estetika porsi rakyat jelata yang apa adanya.

Satu kunci krusial yang anti ditawar yaitu lapisan tepung luar ayamnya wajib super renyah. Tujuannya, teksturnya nggak akan lembek begitu berbenturan dengan guyuran minyak cabai yang masif. 

Begitu disuap, pedasnya menyengat, berpadu sempurna dengan gurihnya daging ayam yang tetap juicy di dalam. Inilah definisi paripurna dari jagoannya ayam pedas penakluk lidah ala Gacoan.

#4 Cireng bumbu rujak Gacoan paling pas dijadikan camilan

Walau terbuat dari aci yang sering diledek sebagai pengganjal perut kaum pas-pasan, cireng tetaplah raja jalanan yang paling layak naik pangkat jika disematkan label gacoan. 

Cirengnya tetaplah pipih lebar, digoreng garing kecokelatan di luar, tapi bagian tengahnya kenyal membal sehingga asyik dikunyah. Begitu cireng dipatahkan dengan gigi, bunyi kres yang renyah langsung menjadi pembuka ritual kuliner yang sakral

Kunci rahasianya ada pada mangkuk pendampingnya. Yakni, bumbu rujak hitam legam yang kental, lengkap dengan taburan biji cabai rawit utuh yang mengambang menantang maut. Kuah bumbu rujaknya pun bukan tipe yang manis manja. 

ADVERTISEMENT

Tapi, diracik dengan amunisi segenggam penuh cabai rawit, yang menjamin jidat basah oleh keringat. Perpaduan ini sukses memberikan kejutan sensorik luar biasa. Sebuah kombinasi ekstrem yang hanya sanggup dikalahkan lidah para Gacoan sejati.

Tren kuliner boleh datang dan pergi membawa embel-embel nama yang tengah naik daun. Namun, perkara memanjakan lidah dan menyelamatkan perut, nggak harus selalu mengekor pada satu jenis menu yang itu-itu saja. 

Selama isi dapur Nusantara masih kaya raya dan masyarakat masih doyan tantangan rasa, selalu ada ruang bagi hidangan lokal lain untuk unjuk gigi.

Penulis: Paula Gianita Primasari

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2026 oleh

Tags: bakso aci gacoanbakso gacoancireng bumbu gacoangacoanKulinerlevel mie gacoanmie gacoannasi gorengrekomendasi menu gacoanseblak gacoan
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Saoto Bathok Mbah Katro, Soto Unik dengan Rasa yang Ciamik

Saoto Bathok Mbah Katro, Soto Unik dengan Rasa yang Ciamik

4 Februari 2022
Nasi Goreng kok Lemes? Culture Shock yang Saya Rasakan di Magelang

Nasi Goreng kok Lemes? Culture Shock yang Saya Rasakan di Magelang

26 Agustus 2023
Nontonin Penjual Nasi Goreng Lebih Nikmat ketimbang Makannya (Unsplash.com)

Kenapa ya Nontonin Penjual Nasi Goreng Lagi Masak Lebih Nikmat ketimbang Makan Nasgornya

12 Oktober 2022
makanan para jomblo

Lima Makanan Yang Perlu Dihindari Para Jomblo

20 Mei 2019
6 Dosa Penikmat Sate Ayam Ponorogo yang Sebaiknya Dihentikan

6 Dosa Penikmat Sate Ayam Ponorogo yang Sebaiknya Dihentikan

16 Februari 2022

6 Rekomendasi Kuliner Ngetop di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya

23 April 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.