Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
23 Agustus 2026
A A
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya bukan penggemar militan. Tapi saya bisa katakan bahwa menu ini selalu menjadi penyelamat ketika saya bingung pengin pesan apa. Saya akan memilih matcha yang ((dulu)) punya rasa earthy dan sedikit pahit dibanding harus gambling dengan rasa makanan dan minuman yang namanya asing.

Tapi belakangan ini saya menyadari bahwa matcha tak lagi seperti itu. Awalnya, ia punya eksklusivitas karena nggak semua kafe, restoran, bahkan brand makanan dan minuman instan bisa menghadirkan rasa khas-nya. Dulu, ia pun hanya identik dengan minuman atau dessert tertentu, dan nyaris mustahil di-cocoklogi-kan dengan sembarang benda.

ADVERTISEMENT

Tapi lihatlah sekarang. Kita bisa menjumpainya di setiap makanan, minuman, bahkan produk kebersihan sekalipun. Industri sudah membuatnya menjadi sesuatu yang overrated.

Matcha kini isinya gula dan susu

Matcha sebenarnya adalah jenis teh hijau yang terbuat dari bubuk daun tanaman Camellia sinensis. Ia berasal dari tanaman yang sama dengan green tea, tapi dipilih dari bagian tanaman yang paling muda dan segar, tanpa batang dan tulang daunnya. Cara asli menikmati minuman ini adalah dengan mengayaknya, lalu menyeduhnya dengan air bersuhu 70-80°C lalu dikocok dengan chasen hingga berbusa. 

Tapi coba kita lihat nasibnya di pasaran saat ini. Matcha kini identik dengan rasa manis gara-gara industri mengombinasikannya dengan gula, susu, whipped cream, dan sirup terlalu banyak. Kalau rasa pahit dan earthy-nya kalah oleh gula, susu, dan topping sebanyak itu, sebenarnya kita sedang menikmati rasa asli atau gula rasa matcha?

Semua makanan dan minuman dipaksa cocok

Kalau lihat menu di kafe atau restoran, kita pasti akan menemukan makanan dan minuman dengan rasa matcha. Kalau makanan dan minumannya memang cocok sih nggak masalah, ya. Tapi mirisnya, sekarang semua produk dikawinkan paksa cuma gara-gara populer.

Banyak brand dan restoran melihatnya sebagai rasa yang akan membuat mereka untung lebih banyak. Produk lama yang nggak begitu laku asal dijodohkan, lalu mereka branding ulang sebagai produk baru.

Sekarang pun bermunculan makanan-makanan nyeleneh yang “melecehkan” harkat dan martabat. Please, deh, nggak semua makanan cocok. Masa iya ada orang bikin odeng, ramen, dan kari pakai matcha? Saya sempat berharap ini bercanda, tapi ternyata beneran ada.

Baca Juga:

Kopi Kenangan Botol Rasa Japanese Matcha Espresso, Varian Aneh yang Harusnya Tak Pernah Ada

Es Teh Jumbo Kalah Gimmick, tapi Akhirnya Tetap Jadi Pemenang karena Bisa Bertahan di Segala Musim

Karakter matcha jadi “terbunuh”

Bayangan saya tentang matcha bertahun-tahun sebelum ia jadi se-overrated ini adalah minuman segmented yang sehat dan disukai oleh segelintir orang. Bukan maksud saya mengatakan bahwa nggak semua orang boleh menikmati. Tapi rasa asli sangat memungkinkan untuk nggak cocok di lidah semua orang.

Sekarang karakternya jadi berubah. Ia sudah menjadi lifestyle kekinian, terutama di kalangan Gen-Z. Masalahnya, ia yang sekarang lebih banyak dikombinasikan dengan makanan dan minuman kemanisan gara-gara kebanyakan gula dan cream. Seandainya digandrungi karena rasa aslinya yang tanpa gula itu, saya tentu bakal dukung lifestyle tersebut.

Matcha juga terlalu overrated dan dipakai di hampir semua makanan dan minuman sampai-sampai bisa bikin orang salah paham dengan rasa asli yang sebenarnya punya kualitas dan grade yang berbeda-beda. 

Produk berkualitas buruk yang ditutup dengan gula, cream, dan susu bisa membuat orang awam tertipu dan mengira rasa asli seperti itu.

Makanya, ketika ada orang yang bilang matcha rasa rumput, saya nggak nge-judge orang tersebut. Bisa jadi tempat ia membeli memang belum ahli dalam mengolah, atau menggunakan bahan seadanya. Alhasil rasa asli nggak terasa dan malah rasa rumput yang keluar.

Ironis banget memang. Matcha adalah rasa yang enak dan pantas untuk kita cintai. Tapi sekarang kita terlalu mencintai sampai-sampai semua makanan dipaksa menjadi matcha.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Tempat Minum Matcha Paling Enak di Jogja, Pencinta Matcha Wajib Coba!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2026 oleh

Tags: kari matchakhasiat matchakue matchamatchamatcha rasa rumputodeng matcharamen matcharasa asli matchateh hijauteh matcha
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Rasa Minuman Matcha seperti Rumput dan Saya Terpaksa Menyukainya Selama Bertahun-tahun demi Pacar Mojok.co

Demi Pacar, Saya Rela Menyukai Minuman Matcha yang Selama Ini Dibenci karena Rasanya Mirip Rumput

4 Agustus 2025
Surat Terbuka untuk Orang yang Nggak Suka Matcha: Enak Begini kok Nggak Suka?

Surat Terbuka untuk Orang yang Nggak Suka Matcha: Enak Begini kok Nggak Suka?

29 September 2023
Resep Teh Ginastel, Teh Racikan Wong Solo yang Ngangenin

Resep Teh Ginastel, Teh Racikan Wong Solo yang Ngangenin

13 Januari 2024
Kopi Kenangan Botol Rasa Japanese Matcha Espresso, Varian Aneh yang Harusnya Tak Pernah Ada

Kopi Kenangan Botol Rasa Japanese Matcha Espresso, Varian Aneh yang Harusnya Tak Pernah Ada

11 Oktober 2025
5 Tempat Minum Matcha Paling Enak di Jogja, Pencinta Matcha Wajib Coba!

5 Tempat Minum Matcha Paling Enak di Jogja, Pencinta Matcha Wajib Coba!

29 April 2025
4 Minuman Kemasan Matcha di Indomaret: Ada yang Rasanya Enak, Tak Semua Mirip Rumput

4 Minuman Kemasan Matcha di Indomaret: Ada yang Rasanya Enak, Tak Semua Mirip Rumput

9 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.