Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
22 Januari 2026
A A
20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda Mojok.co

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Para pendatang Bumi Pasundan kerap dibuat bingung dengan kata-kata Bahasa Sunda. Ada beberapa kata yang penulisannya dan pengucapannya sama dengan Bahasa Indonesia, tapi maknanya jauh berbeda. Dalam dunia bahasa, hal ini disebut juga dengan homonim. 

Nah, kata-kata ini kerap membuat pendatang kesulitan. Lebih kesalnya lagi, pendatang kerap diusili warga lokal karena kebingungan ini. Bagi para pendatang, inilah 20 kata “jebakan” karena punya beda makna meski penulisan dan bunyinya sama. 

#​1 Alas bukan berarti sepatu

Di Bahasa Indonesia Alas itu dasar atau pondasi (seperti alas sepatu), tapi di Sunda lain lagi. Alas adalah porsi nasi lengkap dengan lauknya buat satu orang. Kalau kamu disuruh “ngalas dulu”, itu artinya disuruh ambil nasi ke piring, bukan disuruh nyari sepatu atau keset ya!

#​2 Alim kata yang halus dalam Bahasa Sunda

​Di KBBI, alim adalah sebutan buat orang yang saleh dan pintar agama. Tapi, di Jawa Barat, kalau ditawari makan terus dijawab alim, itu artinya “nggak mau”. Jadi jangan heran kalau ada orang “alim” yang menolak bantuan, dia cuma lagi pakai bahasa halus saja.

#​3 Anyangan itu ajakan main

​Hati-hati, ini beda banget! Di Bahasa Indonesia, Anyang-anyangan itu gangguan medis kalau buang air kecil terasa sakit. Tapi, bagi anak-anak Sunda, Anyangan itu adalah mainan, seperti anyang-anyangan masak-masakan atau rumah-rumahan. Jadi kalau ada anak kecil bilang “ayo kita anyangan!” mereka lagi ngajak main, bukan ngajak ke dokter untuk periksa kantung kemih.

#​4 Bala itu berantakan bukan malapetaka

Dalam Bahasa Indonesia Bala itu identik sama bantuan (bala bantuan) atau malapetaka. Sementara dalam Bahasa Sunda Bala itu artinya berantakan atau kotor karena banyak sampah. Makanya, gorengan bakwan disebut bala-bala karena isinya sayuran yang “berantakan” di dalam sebuah adonan.

#​5 Bangga dalam Bahasa Sunda 

​Ini yang paling sering bikin salah paham. Banyak orang memahami bangga sebagai besar hati atau merasa gagah. Tapi, di Sunda, Bangga itu artinya susah atau sulit. Makanya ada kaus viral tulisan di Jawa Barat untuk mempromosikan budaya Sunda “Henteu Bangga Make Bahasa Sunda”, itu bukan berarti mereka nggak cinta bahasa daerah, tapi maksudnya “Nggak susah kok pakai Bahasa Sunda”.

Baca juga Culture Shock Orang Jawa yang Merantau di Tanah Sunda, Banyak Orang Ngomong Pakai Dialog ala FTV.

Baca Juga:

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

#​6 Bedah tidak ada kaitannya dengan operasi dalam Bahasa Sunda

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata bedah? Kebanyakan pasti membayangkan tindakan operasi dan operasi. Di Bumi Pasundan, maknanya jauh berbeda. Bedah itu artinya jebol atau bobol, biasanya buat kolam atau bendungan. Jadi jangan kaget kalau ada bapak-bapak nanya, “Dokter bedah bisa ngabedah balong (kolam) teu?” Itu jokes legendaris di tanah Sunda.

#​7 Bujur di Bahasa sunda nggak ada hubungannya dengan geografi

​Di pelajaran geografi, kita kenal bujur barat dan bujur timur sebagai garis khayal bumi. Tapi, kalau di tanah Pasundan, kamu harus hati-hati pakai kata ini karena Bujur artinya bokong. Jangan sampai salah konteks ya!

#​8 Di Bahasa Sunda, Duka tidak sama dengan bersedih 

​Lagi sedih atau berkabung? Bahasa Indonesia menggunakan kata duka untuk itu. Tapi kalau kamu nanya jalan ke orang Sunda dan dia jawab “Duka atuh,” itu artinya dia “Enggak tahu”, bukan lagi curhat masalah hidup.

​#9 Ganas itu nanas

​Di KBBI, ganas diartikan galak, liar, atau mengerikan. Tapi, di pasar-pasar Jawa Barat, ganas itu enak banget untuk bahan rujak. Ganas dalam Bahasa Sunda berarti buah nanas. Jadi, nanas di sana emang beneran “ganas” segarnya!

#​10 Juru yang nggak ada kaitannya dengan pekerjaan

​Biasanya, kata juru banyak dikaitkan dengan pekerjaan seperti juru parkir dan juru masak. Namun, dalam Bahasa Sunda, juru itu artinya pojokan atau sudut ruangan. Uniknya, kalau jadi kata kerja ngajuru, artinya malah melahirkan. Unik banget kan?

Baca juga 15 Kosakata Bahasa Sunda yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia. Orang Sunda Juga Bingung Menjelaskannya.

#​11 Karang itu tahi lalat

Kalian mungkin pernah mendengar warga Bumi Pasundan ngomong, “Di wajah kamu ada karangnya”. Itu bukan berarti orang itu sedang mengejek muka orang lain mirip karang di lautan. Bukan. Dalam Bahasa Sunda, karang artinya tahi lalat. Dengan kata lain, orang tadi justru begitu memperhatikan wajah orang lain. 

#​12 Kasir, tapi tidak untuk membayar

​Kasir banyak dipahami sebagai tempat untuk membayar di warung atau swalayan. Namun, dalam Bahasa Sunda, kasir adalah jenis jangkrik dengan ukuran besar. Suara kasir biasanya lebih nyaring dibanding jangkrik pada umumnya. 

#13 Mangga dalam Bahasa Sunda tidak manis dan tidak segar

Kalian mungkin banyak yang tahu hal ini karena sudah sering jadi bahan bercandaan. Mangga dalam Bahasa Indonesia adalah jenis buah-buahan yang rasanya manis dan segar. Sementara dalam Bahasa Sunda, mangga diartikan dengan silakan atau mempersilakan. Contoh penggunaan nya seperti ini, kalau ada orang bilang “Punten”, bisa dijawab dengan, “Mangga!” 

#​14 Rusuh di Sunda jangan buru-buru panggil polisi

​Lagi buru-buru mengejar kereta? Orang Sunda bakal bilang lagi rusuh. Jadi kalau ada yang bilang, “Aduh saya lagi rusuh nih!” Jangan panggil polisi ya, dia cuma lagi dikejar waktu, bukan lagi bikin kerusuhan.

#​15 Suku juga bisa sakit

Banyak orang membayangkan golongan atau kelompok orang tertentu ketika mendengar kata suku. Mereka mengaitkan suku dengan suku bangsa. Tidak salah memang, tapi dalam Bahasa Sunda, arti suku bisa begitu berbeda. Suku itu kaki. Jadi kalau ada orang Sunda bilang Sukunya sakit, itu berarti kakinya sedang sakit. 

#16 Timbul artinya lempar

Kalian mendengar kata timbul dalam Bahasa Sunda? Lebih baik segera menghindar karena timbul berarti “lempar”. Beda dengan Bahasa Indonesia yang mengartikan timbul sebagai kemunculan atau naik ke atas. 

#​17 Tuang nggak ada hubungannya dengan minuman

Kata tuang sering kita gunakan untuk menggambarkan aktivitas memasukkan cairan ke wadah. Misal, tuang teh atau kopi ke dalam gelas. Namun, dalam Bahasa Sunda, tuang adalah kata halus untuk makan. Jadi kalau diajak “Tuang dulu yuk”, maksudnya diajak makan besar, bukan disuruh menuangkan air.

#​18 Tukang

​Tukang kayu, tukang bangunan? Itu Bahasa Indonesia. Kalau di Bumi Pasundan, tukang itu posisi atau arah yaitu belakang. Jadi kalau naik angkot mau turun, bilangnya, “Kiri tukang, Mang!” atau berarti kiri belakang, ya Mang!.

#​19 Waduk dalam Bahasa Sunda kerap jadi umpatan

​Di Purwakarta ada Waduk Jatiluhur buat nampung air. Di Sunda? Waduk itu artinya kotoran manusia (tinja). Hati-hati juga, kata ini sering dipakai buat umpatan kasar atau ngeledek orang yang suka bohong, “Waduk sia!” yang artinya “Bohong kamu!”

#​20 Urut itu bukan pijat

​Kalau badan pegal, kita cari tukang urut (pijat). Tapi, kalau di Sunda, urut itu artinya bekas atau mantan. Jadi kalau ada barang “urut”, itu artinya barang bekas, bukan barang yang habis dipijat ya!

Menuliskan daftar ini menyadarkan saya betapa uniknya bahasa. Ada rasa bangga akan kekayaan bahasa yang ada di Indonesia. Walau memang, sulit dimungkiri, perbedaan di atas kadang bikin pendatang culture shock dan jadi faktor penting betah tidaknya seseorang di Bumi Pasundan. 

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: bahasa indonesiaBahasa SundaBumi PasundanhomonimJawa BaratSunda
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Keresahan Saya Jadi Orang Cianjur, Daerah dengan SDM Terendah di Jawa Barat: Nggak Terima, sekalipun Itu Benar

Keresahan Saya Jadi Orang Cianjur, Daerah dengan SDM Terendah di Jawa Barat: Nggak Terima, sekalipun Itu Benar

16 Mei 2025
Simpang Dago, Neraka di Tengah Romantisnya Kota Bandung

Tiap Sudut Kota Bandung Romantis, kecuali Simpang Dago

12 Juli 2024
Panduan Singkat Jadi Mahasiswa Rantau di Kota Bogor Terminal Mojok

Panduan Singkat Jadi Mahasiswa Rantau di Kota Bogor

23 Maret 2022
Tambun, Daerah Salah Urus Korban Pemerintah Kabupaten Bekasi Nggak Serius

Tambun, Daerah Salah Urus Korban Pemerintah Kabupaten Bekasi Nggak Serius

7 Februari 2024
Bandung Tidak Jauh Berbeda dengan Depok Jawa Barat, Sama-sama Berbahaya dan Nggak Romantis Mojok.co

Bandung Tidak Jauh Berbeda dengan Depok Jawa Barat, Sama-sama Berbahaya dan Nggak Romantis

27 Mei 2025
Aib Kota Karawang Titik Nadir Pertanian di Kota Lumbung Padi (Unsplash)

Aib Kota Karawang: Titik Nadir Pertanian di Kota Lumbung Padi

16 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

Tidak Semua Anak PNS Hidup Sejahtera Bergelimang Harta, Banyak yang Justru Hidup Sengsara

14 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual
  • UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah
  • iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru
  • Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang
  • Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta
  • Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.