Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
30 Juli 2026
A A
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi orang luar Jawa, mendengar orang berbicara menggunakan bahasa Jawa biasanya menyisakan dua kesan: terdengar halus atau justru terdengar lucu.

Terdengar halus karena pada umumnya bahasa Jawa diucapkan dengan intonasi yang rendah. Sehingga, terdengar sopan di telinga. Sementara kesan lucu muncul karena bahasanya terdengar asing, ditambah ada pengaruh kaidah kebahasaan yang unik, salah satunya yang dikenal dengan nama dwi lingga.

ADVERTISEMENT

Hayo, masih ingat kan dengan dwi lingga? Itu lho, pelajaran bahasa Jawa yang membahas soal kata baru yang terbentuk dari pengulangan seluruh atau sebagian kata. Jenisnya ada dwi lingga wantah, dwi lingga salin swara, dwi purwa dan dwi wasana.

Menariknya, beberapa kata dalam bahasa Jawa ini terdengar aneh bukan hanya oleh orang luar jawa, tapi juga oleh penutur aslinya. Mungkin, karena kata-kata ini sudah mulai jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari kali.

Apa saja? Ini dia kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh.

#1 Orang yang tampak sibuk, tapi tidak meyakinkan disebut nunak nunuk

Dalam obrolan, nunak nunuk digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang tampak sibuk dengan sesuatu. Tapi, sibuknya ini sibuk yang tidak meyakinkan. Pekerjaannya diulang lagi, salah lagi, dicoba lagi, begitu seterusnya. Dikerjakan dengan lambat pula. Jadi, menimbulkan tanda tanya bagi orang yang melihatnya, “Orang ini sebenarnya paham nggak sih apa yang sedang dikerjakan?”

Nah, nunak nunuk ini termasuk jenis dwi lingga salin swara, yaitu pengulangan kata disertai perubahan huruf vokal.

#2 Tetek bengek bukan kata bahasa Jawa yang jorok

Tetek bengek juga termasuk kata dalam bahasa Jawa yang dianggap lucu. Agaknya, ini berkaitan dengan kata ‘tetek’ yang seringkali digunakan sebagai kata ganti untuk menyebut payudara.

Baca Juga:

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

Bagi mereka yang tidak paham, pasti mengira kalau kata tetek bengek ini berkonotasi jorok. Padahal, tetek bengek ini merujuk pada benda atau hal-hal kecil yang menyertai sesuatu.

Contohnya, Rudi stres karena memikirkan persiapan pernikahan dan tetek bengeknya.

#3 Orang kerepotan yang kepontal pontal

Ada pula ‘kepontal-pontal’. Kalau kamu melihat ada orang yang kerepotan akan sesuatu, berarti dia sedang kepontal-pontal.

Misalnya nih, ada teman kamu sedang bawa banyak barang bawaan. Di saat yang sama, dia juga sedang buru-buru menyamakan langkah dengan teman di depannya supaya tidak tertinggal. Alhasil, kadang barang bawaan dia jatuh sehingga harus dipungutlah, lalu ada drama kaki keseleo, kesandung, dsb. Repot banget deh pokoknya. Itulah yang dimaksud dengan kepontal-pontal.

#4 Entut berut mirip dengan “preettt” dalam bahasa Jawa

Selanjutnya, coba kalian ucapkan ‘entut berut’. Terdengar menggelikan bukan? Apalagi kalau kalian sudah tahu sebelumnya bahwa kata entut dalam bahasa Jawa ini berarti kentut. Tapi, bukan berarti ‘entut berut’ ini ngomongin soal gas buangan, ya, melainkan entut berut ini adalah frasa yang keluar sebagai bagian dari ekspresi seseorang ketika mendengar suatu gombalan.

Sama seperti kata ‘Prettttt’ yang diucapkan ketika kita mendengar seseorang membual.

#5 Membawa sesuatu yang ringan disebut cengkiwing 

Kata dalam bahasa Jawa lain yang dianggap lucu adalah cengkiwing. Huruf ‘e’-nya sama seperti pengucapan huruf ‘e’ pada kata ‘lemari’. 

Sederhananya, cengkiwing ini berarti membawa. Tapi, bukan sembarang membawa sesuatu. Membawa yang dimaksud dalam kata ‘cengkiwing’ ini adalah membawa sesuatu yang ringan, yang bisa ambil dengan sekali ayunan tangan serta dibawa dengan satu tangan tanpa perlu merasa pegal.

Gila, spesifik ya bahasa Jawa.

#6 Kontal-kantil kata dalam bahasa Jawa untuk barang kecil yang tergangtung

Bukti lain kalau bahasa Jawa itu spesifik, sekaligus menambah deret panjang kata bahasa Jawa yang terdengar aneh, adalah konthal-kanthil.

Kontal-kantil (tolong bacanya yang hati-hati, takut salah baca), digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tergantung. Tapi, sesuatu yang dimaksud adalah benda yang ukurannya kecil mungil. Sementara kalau yang tergantung adalah benda yang ukurannya besar, penyebutannya bukan lagi kontal-kantil, tapi gondal-gandul.

Lagi-lagi, ada pelajaran dwi lingga di sini, Gaes.

#7 Pating pencotot 

Terakhir, pating pencotot. Sebenarnya, penggunaan kata ‘pating’ dalam bahasa Jawa ini sangat sering terdengar. Ada pating klambruk, pating sebar, pating kluwer, dsb. Tapi, diantara semua ‘pating’, yang dianggap terdengar aneh adalah pating pencotot.

Pating pencotot digunakan untuk mengomentari ketika ada orang yang menggunakan baju terlalu ketat sehingga lipatan-lipatan lemaknya terlihat sangat jelas.

Itulah 7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, lucu dan menggelikan, bukan hanya bagi orang luar Jawa, tapi juga penutur aslinya.

Di antara kata-kata yang ada di atas, kata apa nih yang baru pertama kali ini kamu tahu? Atau, kamu punya kata bahasa Jawa lain yang menurut kamu nggak kalah aneh? Spill, dong.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2026 oleh

Tags: BahasaBahasa Jawabahasa Jawa anehJawaorang jawa
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Pantangan Menikah Ngalor Ngulon bagi Masyarakat Jawa

Pantangan Menikah Ngalor Ngulon bagi Masyarakat Jawa

22 April 2020
Alasan Kenapa Orang Pacaran Memacu Motornya Begitu Pelan terminal mojok.co

Bahasa Lisan Indonesia Timur Kalau Ditulis Kaya Gini

25 Juni 2019
istilah medan yang dianggap aneh di jawa mojok.co

5 Istilah Medan yang Dianggap Nyeleneh di Jawa

26 Juni 2020
Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Sulawesi

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Sulawesi

18 Juni 2022
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026

Bahasa Jemberan: Mulai dari ‘Siah Mak Iyo Rakah’ Sampai ‘Sengak Kamu ya’ yang Bikin Pusing Kepala

9 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

26 Juli 2026
Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.