Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
26 Januari 2026
A A
Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kebanyakan orang, Kabupaten Ciamis itu tak ubahnya seperti spanduk “Wilujeng Sumping” untuk numpang lewat saja. Fokus pikiran orang sudah telanjur healing di tengah deburan ombak Pangandaran. Padahal kalau mau sedikit saja menginjak rem dan menepi di kabupaten berjuluk Bumi Galuh ini kita akan menemukan satu titik yang menyimpan denyut nadi budaya Sunda sebenarnya. Titik itu bernama Kecamatan Kawali, Ciamis.

Meski statusnya bukan ibu kota dari Kabupaten Ciamis, bagi saya Kawali adalah nyawa yang membuat Ciamis tetap punya wibawa historis. Kalau masih ada yang menganggap Kawali cuma tempat numpang kencing atau beli oleh-oleh di pinggir jalan, baca dulu tulisan ini sampai tuntas.

Baca juga: Wajah Lain Kabupaten Ciamis yang Perlu Kamu Tahu.

Astana Gede, tempat healing yang lebih berkelas daripada cuma curhat di berbagai platform media sosial

Kalau bicara soal Kabupaten Ciamis tanpa menyebut Kerajaan Galuh, ibaratnya kita makan seblak tanpa cikur. Alias hambar dan kehilangan identitas rasa. Nah, pusat gravitasi Kawali Ciamis ada di situs Astana Gede.

Jangan bayangkan tempat ini sekadar kompleks makam penguasa zaman dulu yang angker dan horor. Astana Gede adalah bekas ibu kota, tempat singgasana para raja Galuh bertakhta pada zaman dulu.

Di sini ada enam prasasti berbahasa Sunda kuno yang membuktikan kalau nama Kawali itu sudah eksis jauh sebelum negara ini ada. Bahkan ada batu besar dengan jejak telapak tangan dan kaki Prabu Niskala Wastu Kencana, Raja Galuh terbesar yang namanya sekarang menjadi nama jalan di hampir seluruh penjuru Jawa Barat.

Lebih epiknya lagi, di sini ada tempat persemayaman abu jasad Prabu Linggabuana dan Putri Dyah Pitaloka Citra Resmi. Mereka adalah sosok yang gugur di Palagan Bubat. Bagi kalian yang sedang patah hati karena dikhianati, cobalah datang ke sini.

Suasana di Astana Gede Kawali Ciamis tenang dan dikelilingi persawahan khas bumi Pasundan. Ketimbang scrolling di media sosial yang memakan banyak waktu, mending merenungi sejarah di sini supaya sadar kalau masalah asmara kita nggak ada apa-apanya dibanding tragedi politik Majapahit-Sunda Galuh di zaman dulu.

Baca Juga:

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Baca juga: Tragedi Mudik Demak Ciamis: Ketika Bapak Menjadi Korban Hari Raya.

Taman Surawisesa, alun-alun yang bukan sekadar tempat jualan galendo di Kawali Ciamis

Dulunya taman ini bernama Alun-alun Kawali Ciamis, sekarang namanya berubah menjadi Taman Surawisesa. Namanya tidak sembarangan diambil dari nama keren di internet, tetapi merujuk pada nama Keraton Surawisesa, istana para Raja Galuh.

Taman ini adalah ikon sekaligus ruang publik paling hidup di Kecamatan Kawali. Lokasinya di Jalan Pakuan No. 14, sangat strategis karena dekat dengan kantor kecamatan, pusat perbelanjaan, dan perbankan. Jadi kalau kalian sedang dalam perjalanan ke Pangandaran via jalur darat dari Jakarta atau Bandung, mustahil tidak melirik Taman Surawisesa ini.

Saat malam tiba, Surawisesa berubah menjadi panggung kehidupan. Pasar malam dengan berbagai macam wahana, lampu warna-warni, jajanan kaki lima yang menggoda iman diet, sampai wahana permainan anak-anak tumplek di sini. Ini adalah tempat terbaik untuk melihat bagaimana sejarah dan modernitas bisa berpadu dengan harmonis.

Itulah keistimewaan Kecamatan Kawali di Kabupaten Ciamis. Berhentilah jadi turis yang biasanya cuma skip sejarah. Kecamatan ini istimewa, tapi sayangnya sering kali hanya jadi pemandangan yang berlalu cepat di balik kaca jendela bus atau mobil pribadi.

Saran saya, jangan lupa mampir ke Kecamatan Kawali. Hirup udaranya, nikmati ketenangannya, dan biarkan sisa-sisa kejayaan Kerajaan Galuh menyapa kita. Jangan sampai kita cuma tahu Pantai Pangandaran, tapi lupa soal di mana “wajah” asli para leluhur Sunda berada.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Penderitaan yang Saya Rasakan Tiap Mudik ke Ciamis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2026 oleh

Tags: CiamisJawa BaratKabupaten CiamisKawali CiamisKecamatan Kawalipangandaranpantai pangandaran
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Bolu Susu Lembang, Oleh-oleh Bandung yang Bikin Lidah Bahagia Terminal Mojok

Bolu Susu Lembang, Oleh-oleh Bandung yang Bikin Lidah Bahagia

22 Desember 2022
Sejarah ‘Ayang-ayang Gung’, Lagu Anak Sunda tentang Bangsawan yang Haus Kekuasaan terminal mojok

Sejarah ‘Ayang-ayang Gung’, Lagu Anak Sunda tentang Bangsawan yang Haus Kekuasaan

7 Juni 2021
15 Tempat Wisata Gratis di Bandung yang Wajib Dikunjungi terminal mojok

15 Tempat Wisata Gratis di Bandung yang Wajib Dikunjungi

14 Desember 2021
Dayeuhkolot, Pusat Pemerintahan Bandung yang Terlupakan terminal mojok

Dayeuhkolot, Pusat Pemerintahan Bandung yang Terlupakan

29 November 2021
5 Tempat Wisata Alam yang Katanya Ada di Bandung padahal Bukan Terminal Mojok

5 Tempat Wisata Alam yang Katanya Ada di Bandung padahal Bukan

28 Maret 2022
Ciayumajakuning: Kawasan yang Sudah Layak Jadi Provinsi Sendiri

Ciayumajakuning, Kawasan yang Sudah Layak Jadi Provinsi Sendiri

19 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Daripada ASN Day, Kami para ASN Lebih Butuh Serikat Pekerja!

5 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.