Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Siti Atika Azzahrah oleh Siti Atika Azzahrah
29 Juli 2026
A A
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak pedagang Tupperware yang stok dagangannya masih bejibun tapi pembelinya sudah habis, pemandangan merek ini tentu bukan perihal aneh di rumah. Apa-apa Tupperware. Ketika masa kejayaannya memudar, stok di lemari ruang tamu pun pelan-pelan berubah fungsi menjadi barang pakai sehari-hari.

Itulah mengapa saya selalu membawa botol Tupperware di ransel dari SD sampai kuliah. Sebenarnya di rumah ada banyak jenis dan warna. Namun, yang paling sering saya pakai ialah kiddie tumbler, botol edisi anak yang entah sejak kapan bantu mencukupi kebutuhan cairan.

ADVERTISEMENT

Coraknya sudah mengelupas. Tutupnya pun bukan pasangan asli sehingga terlihat betul nggak serasi. Pokoknya jauh dari kata estetik kalau difoto. Namun, botol itulah yang paling nyaman untuk dibawa ke mana-mana.

Tumbler tetangga selalu kelihatan lebih hijau dari botol Tupperware jadul

Semuanya berubah ketika saya ngekos di Jakarta Selatan sekitar dua tahun lalu. Sebagai orang yang belum pernah merantau, apalagi di ibu kota, saya kerap mengambil keputusan gegabah dan jadi overkonsumsi. Soalnya, apa pun terasa mudah didapat lantaran akses dekat dan cepat.

Entah berapa pula barang yang saya checkout hanya karena merasa bakal butuh meski sesaat. Ujung-ujungnya malah saya tinggalkan di kos lantaran bawaan pulang sudah terlalu banyak. Yang bersisa hanya penyesalan dan rekening minus.

Waktu itu, saya sempat agak minder dengan botol Tupperware yang saya miliki. Warnanya ngejreng dan modelnya kekanakan. Sementara orang-orang di sekitar saya menenteng-nenteng tumbler stainless steel yang tampak lebih keren, elegan, atau lucu sekalian.

Bukannya saya berniat pensiun sebagai pengguna botol Tupperware. Namun, karena merasa tumbler plastik saya nggak tahan panas, nggak tahan dingin, kapasitasnya sedikit, dan pastinya juga nggak estetik, akhirnya saya tergoda membeli tumbler stainless steel di Shopee.

Tumbler stainless steel nyatanya nggak sesuai ekspektasi

Saya tahu ada banyak merek tumbler stainless steel yang “beneran mahal”. Namun, buat saya, mengeluarkan Rp100 ribuan untuk sebuah botol minum saja sudah muahal banget. Buktinya saya masih menyesal sampai sekarang dan masih setia pakai botol Tupperware.

Baca Juga:

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

Entah apa yang merasuki pikiran saya sehingga magrib-magrib impulsif checkout tumbler berkapasitas 1,2 liter di Shopee Live. Saya kira bakal sepadan dengan kualitasnya berhubung punya rating 4,9. Tahunya awikwok.

Yah, memang salah sendiri nggak benar-benar baca ulasan. Padahal, sebagai orang yang lebih sering kebagian apes ketimbang hoki, pengalaman pembeli dengan bintang satu biasanya lebih relevan dengan nasib diri ini. Dan yap, tumbler yang saya beli jauh dari ekspektasi. Memang, kalau bicara soal kapasitas, nyaris tiga kali lipat lebih banyak daripada botol kesayangan saya. Es batu juga bertahan (agak) lama. Namun, selain itu?

Tumbler mahal yang saya tangisi sampai sekarang masih meninggalkan bau besi meski iklan memberi klaim sebaliknya. Jaminan tahan dingin hingga belasan jam pun, setidaknya berdasarkan pengalaman saya, tidak terbukti. Belum lagi persoalan antitumpah dan antibocor. Realitasnya, tumbler stainless steel yang mahal itu gampang sekali tumpah meskipun tidak diletakkan dalam tas atau dalam posisi tidur. Duh, kapok, mendingan Tupperware ke mana-mana.

Ternyata saya nggak butuh tumbler mahal 

Setelah beberapa minggu pemakaian, saya akhirnya mengakui bahwa fitur yang ditawarkan oleh tumbler mahal kekinian nggak penting-penting amat (bagi saya).

Setiap bikin atau beli minuman dingin, saya nyaris selalu langsung menghabiskannya. Jadi, buat apa memakai tumbler yang bisa menjaga suhu selama berjam-jam kalau isinya saja sudah tandas dalam hitungan menit? Begitu pula dengan minuman hangat. Kalau suhunya tidak awet, ya sudah.

Kapasitas besar juga nggak terlalu berguna. Nyusahin lebih tepatnya. Apalagi material baja tahan karat sudah berat tanpa diisi air. Bawaan saya hari-hari bepergian pun sudah bikin menangis. Rasanya botol plastik berkapasitas 500 ml lebih dari cukup memenuhi kebutuhan cairan.

Mensyukuri botol Tupperware yang sudah ada

Seporsi kesadaran itu mengingatkan saya pada dompet Sophie Martin yang sudah saya gunakan sejak kelas II SD. Sampai sekarang masih awet meski modelnya sudah ketinggalan zaman.

Berbekal prinsip mendang-mending serta kondisi keuangan saya yang pas-pasan, sudah paling betul memakai barang hingga habis masa pakainya ketimbang buru-buru mengganti karena tergoda sementara.

Kalaupun sekarang ada orang yang merekomendasikan tumbler stainless steel lain dengan harga di bawah Rp100 ribu dan katanya jauh lebih worth it, saya tetap sangsi. Masa saya harus beli lagi hanya demi membuktikan klaim itu? Cukuplah sekali saja saya belajar dari pengalaman. Cukuplah saya setia dengan Tupperware.

Semisal ada yang ngasih secara cuma-cuma sih, bakal saya terima dengan senang hati. Namun, kalau harus mencari mana yang paling pas di hati, apalagi harganya ratusan ribu atau bahkan setengah juta, skip.

Bukan berarti saya mengklaim botol Tupperware lebih unggul daripada semua merek tumbler di pasaran atau menganggap tumbler mahal pasti aslinya jelek dan nggak sepadan. Saya hanya baru sadar bahwa kebutuhan saya jauh lebih simpel ketimbang segala fitur yang ditawarkan tumbler viral.

Meskipun warnanya masih ngejreng dan modelnya juga tetap kekanakan di mata saya, yang penting ringan, nyaman, antibocor, dan fungsi utamanya sebagai wadah air minum berfungsi dengan baik. Setiap membawa botolTupperware, saya pun jadi ingat perjuangan Ibu mencari uang dan termotivasi untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik lagi.

Penulis: Siti Atika Azzahrah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Selamat Jalan Tupperware, Terima Kasih Telah Memberikan Trauma Masa Kecil dalam Keluarga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2026 oleh

Tags: botol tupperwareharga botol tupperwaretumblertupperware
Siti Atika Azzahrah

Siti Atika Azzahrah

Lulusan Akuntansi Unila yang punya passion sebagai abang-abang fotokopian dan bercita-cita jadi peneliti laut dalam. Hobi pura-pura jual duren di Jalan Lintas Sumatera.

ArtikelTerkait

Lion Star, Tupperware, Lock & Lock, dan Miniso: Mana Botol Minum yang Worth It? terminal mojok.co

Lion Star, Tupperware, Lock & Lock, dan Miniso: Mana Botol Minum yang Worth It?

16 November 2020
Menelisik Alasan di Balik Runtuhnya Kejayaan Tupperware

Menelisik Alasan di Balik Runtuhnya Kejayaan Tupperware

26 September 2024
Kasta Tumbler dari yang Wajib Dibeli sampai yang Harus Dihindari, Harga Mahal Belum Tentu Terjamin Kualitasnya

Kasta Tumbler dari yang Wajib Dibeli sampai yang Harus Dihindari, Harga Mahal Belum Tentu Terjamin Kualitasnya

8 Desember 2025
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Botol Minum Tupperware Sering Tumpah Jadi Kenangan Buruk Saat SD Mojok.co

Botol Minum Tupperware Sering Tumpah Jadi Kenangan Buruk Saat SD

18 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide (Unsplash)

Sebagai orang yang pernah tinggal di sana, saya harus jujur kalau Jogja kini menjelma jadi kota besar yang membosankan

23 Juli 2026
3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026
Kayutangan Adalah Sumber Masalah Baru bagi Warga Kota Malang

Orang Malang nggak ada yang suka main ke Kayutangan. Udah macet dan semrawut, desainnya yang meniru Malioboro bikin ilfil

24 Juli 2026
Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral Terminal

Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral

23 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.