Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
19 Maret 2026
A A
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

ilustrasi - Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa "Kalah" dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

PT Pertamina (Persero) kembali menggelar program Mudik Bareng Pertamina yang diikuti total lebih dari 5 ribu pemudik dan balik ke 23 kota tujuan di Pulau Jawa saat libur Lebaran. Para pemudik yang diantar pada Minggu, (15/3/2026) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pintu 3 itu juga sempat dimanjakan dengan berbagai hiburan dan pelayanan terbaik sekaligus gratis.

Berhasil mudik gratis di tengah ekonomi yang tak pasti

Sudah 3 tahun ini, Iwan tidak mudik Lebaran. Laki-laki asal Jogja ini mengaku tinggal di sekitar Kantor Wali Kota Jakarta Selatan bersama istrinya yang juga bekerja. Namun, 2024 lalu, istrinya berhenti kerja karena ada perampingan dari perusahaan. 

Alhasil, ekonomi keluarganya jadi tidak stabil dan harus berhemat. Iwan yang mulanya batal mudik lagi tahun ini, untungnya mendapat kesempatan program mudik gratis dari Pertamina pada tahun 2026. Bersama 5 ribu peserta mudik lainnya, Iwan terpilih mengikuti program Mudik Bareng Pertamina 2026.

“Akhirnya bisa tetap bertemu dengan hal yang kami rindukan, meski budget mepet,” kata Iwan mengingat suasana Jogja yang tak bisa ia rasakan di Jakarta, dikutip dari keterangan resmi Pertamina, Senin (18/3/2026).

“Semoga jalanan dalam Kota Jogja belum macet, kami ingin sekali menikmati soto dan sate klathak, sudah lama kami rindu kuliner Jogja yang jarang kami temukan beberapa tahun terakhir,” lanjutnya.

Program Mudik Bareng Pertamina 2026 turut diikuti oleh Lina. Karyawan bergaji imut (karjimut) UMR Jakarta tersebut ingin mudik Lebaran ke Ngawi, Jawa Timur. Ia sudah berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII)—tempat mangkal bus gratis dari Pertamina, pada Minggu (15/3/2026) sejak pukul 03.30 WIB bersama suami dan tantenya.

Rela ticket war untuk mudik gratis

Untuk menjadi peserta mudik gratis dari Pertamina, Lina mengaku harus berburu tiket (ticket war) bersama suaminya. Berdasarkan pengalamannya tahun lalu yang juga mendapatkan tiket mudik gratis, Lina berujar tidak merasa kesulitan untuk war ticket tahun ini. 

“Suami yang gigih untuk mencari tiket ini demi kami bisa berbagi kepada orangtua dan kerabat di Ngawi,” kata Lina.

Bagi Lina dan suaminya, program Mudik Bareng Pertamina 2026 jadi salah satu penyelamat keuangannya. Bagaimana tidak, untuk mudik dari Jakarta ke Ngawi biasanya Lina, suami, dan tantenya harus mengeluarkan uang sebesar Rp2,1 juta sekali jalan.

“Itupun baru pengeluaran untuk tiket, belum termasuk makan dan minum. Tapi kalau ikut program Mudik Bareng Pertamina ini, semuanya gratis. Alhamdulillah,” ujarnya mengucapkan syukur.

Dengan begitu, uang yang seharusnya untuk biaya transportasi bisa Lina alihkan untuk keperluan lain, seperti membeli bahan pangan untuk memasak hidangan Lebaran saat berkumpul bersama keluarga.  

“Kami biasa memasak opor ayam kampung, itu menu tradisi keluarga. Selebihnya, uang itu sudah kami tukar dengan uang baru untuk mengisi ‘angpao’ Lebaran untuk anak-anak.”

Bisa cukur gratis sebelum pulkam

Tak hanya mendapat keuntungan dengan naik transportasi gratis, para pemudik juga bisa memakai layanan seperti area potong rambut dan pijat gratis. Meski tidak semua bisa mendapatkan pelayanan yang sama karena keterbatasan waktu, tetapi sebagian besar memanfaatkan layanan tersebut. 

Termasuk menikmati panggung hiburan, arena bermain anak yang selalu ramai sepanjang subuh hingga keberangkatan, belum lagi dua arena photo booth yang tak kalah diminati.

Iklan

Di tengah keramaian salah satu booth yang ramai dikunjungi, tampak Salim, seorang anak kelas tiga sekolah dasar (SD) duduk untuk bercukur.

“Ini gratis dan kami kan masih banyak waktu untuk nanti berangkat, jadi Salim saya minta untuk cukur, ternyata dia mau,” kata Nuralim, orang tua Salim yang tinggal di Depok. Mereka akan mudik menuju Purworejo yang akan ditempuh kurang lebih 12 jam.

Keluarga Nuralim, berangkat berlima dengan komposisi satu istri dan tiga anak. Salim adalah anak lelaki, satu-satunya. Saat dijumpai, istri dan dua anak perempuan sedang beredar di area hiburan, sementara Salim bercukur. 

“Ya biar rapi saja sebab kemarin tidak sempat potong rambut,” kata Salim.

Pekerjaan yang diuntungkan saat mudik Lebaran 

Salah satu kapster di Styling Area, Aris berujar telah siap di booth-nya sejak pukul 03.00 hingga 07.30 WIB. Ia mengaku di jam-jam tersebut lapaknya sudah ramai dikunjungi pemudik laki-laki, terutama laki-laki dewasa yang ingin memotong rambutnya dengan model mullet atau hanya minta dirapikan. 

“Kami mulai menata sejak pukul 01.00 WIB dan mulai buka untuk memotong rambut pukul 03.00 WIB. Sejauh ini, sudah ada 50 orang yang telah kami potong rambutnya,” ujar Aris yang sehari-hari menjadi kapster di Cukur Pria Tampan (@cptnhairmechanic), Bekasi.

“Kami mampu menjangkau jumlah segitu karena hanya ada tiga kapster dan keterbatasan ruang yang hanya cukup untuk tiga kursi,” lanjutnya.

Biasanya untuk potongan mullet, Aris mematok harga sebesar Rp50 ribu tapi kali ini bayaran itu sudah diborong oleh Pertamina, sehingga pemudik bisa memotong rambut secara gratis.

Tak hanya booth Aris yang ramai, area pijat wanita juga diminati pemudik. Di sana, para pemudik perempuan mendapatkan pelayanan refleksi sederhana selama 10 menit untuk pijat kaki, tangan, pundak, kepala. 

“Sejauh ini kami kedatangan tamu pemudik sebanyak 55 orang mulai dari pukul 07.00 WIB. Dengan terapis tiga orang,” kata Florence dari Pinhome yang turut meramaikan acara Mudik Bareng Pertamina 2026 ini.

Menurut Florence, daftar pemudik yang ingin dilayani sangat panjang tapi ia terpaksa tidak bisa melayani semuanya, karena keterbatasan terapis dan tempat. Oleh karena itu, hanya 55 orang dari 5 ribu pemudik yang bisa dilayani.

“Semoga para pemudik berkurang pegal-pegalnya karena mereka akan duduk relatif lama,” harap Florence,

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

Sumber: Pertamina

BACA JUGA: Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2026 oleh

Tags: anak rantaujakartajawaLebaranMudikmudik bareng pertaminamudik gratispulang kampungpulkam
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO
Urban

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO
Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Campus Leagu: kompetisi olahraga kampus untuk masa depan atlet mahasiswa MOJOK.CO

Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial

22 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.