• 49
    Shares

MOJOK.CO Demam Hybrid tidak hanya mewabah pada roda empat saja. Kini roda dua pun mulai terjangkit yang dipelopori oleh Honda All New PCX 150 Hybrid.

Pabrikan Honda seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya “Semakin di Depan”. Eh, tunggu dulu jangan menggunakan slogan “Semakin di Depan” yang sudah menjadi branding dari pabrikan Garpu Tala. Lebih baik, kita gunakan slogan yang lain saja biar terlihat lebih afdol.

Jadi, pabrikan Honda di tanah air–bernama Astra Honda Motor (AHM)–mulai mengepakkan sayapnya dengan meluncurkan sepeda motor Hybrid pertama di Indonesia, yaitu All New PCX 150 Hybrid. Bahkan konon katanya menjadi yang pertama di dunia.

Motor skutik entry level premium yang mulai mengaspal ini, diluncurkan sebagai jawaban atas tren teknologi otomotif yang sedang gandrung akan teknologi Hybrid. Kita bisa melihat pabrikan roda empat sudah saling adu sprint dalam memperkenalkan produk terbarunya dengan label Hybrid.

Tapi jangan ditanya dan memang seharusnya jangan ditanyakan, apakah mobil LCGC (Low Cost Green Car) sudah memakai teknologi Hybrid? Jelas nan tegas, jawabannya belum. Lha wong bodinya saja masih pakai kaleng Khong Guan gitu, masak mau main hybrid-hybrid-an. Ora usah ngimpi.

Mobil dengan teknologi Hybrid memang memiliki keunggulan dalam efisiensi bahan bakarnya. Sehingga tidak mengherankan jika mobil-mobil sekarang di belakang bodinya terdapat tulisan Hybrid, sebagai iming-iming kepada calon konsumen supaya tergiur meminanganya.

Sedangkan teknologi Hybrid yang ditanamkan pada All New PCX Hybrid, fungsinya untuk menambah akselerasi motor. Tujuan teknologi Hybrid di motor keluaran pabrikan sayap satu mengepak ini, hanya itu, tidak lebih. Dengan klaim dari PT AHM, bahwa peformanya dapat meningkat sekitar 20%-30% dari All New PCX yang tidak ada embel-embel Hybrid-nya.

Jika dilihat dengan mata telanjang, memang tidak ada perbedaan secara fisik antara PCX Hybrid dengan non Hybrid. Perbedaan jika kita lihat secara fisik, jika kita cermati, hanya pada atas head lamp dan tail lamp. Mikanya diberikan aksen biru sebagai ciri khas kendaraan Hybrid. Selain itu, disematkan pula emblem khusus untuk identitas kendaraan Hybrid di bodi depan samping kanan dan kirinya.

Tunggu dulu, jangan berpikiran bahwa emblemnya akan sebesar di mobil Hybrid, yang bisa dipamerkan karena posisinya di bodi belakang dengan ukuran yang mampu dilihat oleh pengendara di belakangnya. Kalau di PCX Hybrid, hanya sekedar nyempil saja. Harus cukup ikhlas, tidak bisa dijadikan bahan pamer-pameran ke pengendara lainnya.

Baca juga:  7 Alasan yang Membuat 5 Pemuda Tanggung Mencintai Yamaha Nmax

Perbedaan baru yang juga bakal kita rasakan secara nyata adalah ketika menyalakan motornya. Karena kunci motor tersebut sudah menggunakan Honda Smart Key System baru, yang juga terintegrasi dengan alarm antimaling serta answer back system. Jadi, tidak perlu lagi takut kemalingan jika sudah menggunakan PCX 150 Hybrid. Selain itu, saat speedometer menyala, maka akan ada garis-garis biru pada panel instrumennya, yang menegaskan bahwa ini adalah motor Hybrid.

Selanjutnya, ketika membuka jok, kita pasti akan langsung mengetahui perbedaan antara PCX Hybrid dan non Hybrid. Jika kita melihat lebih dalam, di dalamnya ada penambahan baterai Lithium-ion berkapasitas 50,4 Volt-4 Ah untuk menunjang sistem Hybrid-nya. Selain itu, juga terdapat baterai satu lagi yang berkapasitas 12 Volt-3 Ah yang biasa disebut sebagai aki kering.

Cara kerja dari fitur Hybrid pada PCX ini, dapat langung dipraktekkan saat kita mengendarainya. Tidak perlulah kita repot-repot membuka buku petunjuk atau bahkan baca teori tentang teknologi Hybrid. Kita cukup melakukan ngegas secara cepat atau istilahnya snapping, maka fitur Hybrid akan langsung aktif dengan sendirinya.

Ketika fitur Hybrid ini aktif, maka akan langsung ada sentakan dari PCX 150 Hybrid. Ketika kita melakukan snapping, hal ini langsung memberikan input ke PDU (Power Drive Unit). Lalu baterai lithium-ion akan memberikan listrik ke starter ACG (Alternator current generator). Efeknya akan terjadi penambahan tenaga berupa sentakan secara langsung, yang bergantung dari seberapa lama kita melakukan snapping.

Bisa dibayangkan kan, ketika ada emak-emak yang berusaha sekuat tenaga dengan motor matiknya ingin menyalip kita, dan posisi motor sudah bersebelahan, lalu kita langsung ngegas secara cepat, maka PCX Hybrid ini akan langsung waswus meninggalkan emak-emak yang mencoba menjadi raja jalanan–layaknya RX King–itu.

Tak hanya itu, pada PCX 150 Hybrid juga terdapat teknologi ala-ala motor gede (moge) yaitu riding mode. Terdapat tiga mode berkendara pada PCX Hybrid ini, yaitu [D] / Drive, [S] / Sport, dan [ ] / Idle.

Baca juga:  Honda CS1, Motor yang Hampir Bikin Saya Kapok Jadi Montir

Mode S bisa digunakan untuk bersaing dengan para pengguna Yamaha NMAX–yang konon katanya sudah berasa bawa Moge dan kerapkali membawa sepeda motornya dengan ugal-ugalan. Jadi, tak perlu minder dengan mereka yang bawa NMAX, cukup pakai mode S, maka kita sebagai pengguna PCX kemungkinan besar mampu mengasapi mereka.

Untuk mode D, bisa digunakan untuk melawan pengendara sepeda motor matik yang suka goyang kanan–kiri oke ketika menyalip pengendara di depannya. Menggunakan mode ini kiranya cukup untuk membuat mereka gigit jari lantaran kita salip dengan cara yang cantik nan elegan.

Sedangkan mode Idle, sebenarnya hampir sama seperti mode D. Namun yang membedakan hanya fitur Idling Stop System-nya mati. Sehingga dapat memberikan efek merasa santai seperti di pantai saat berkendara.

Bagi orang yang hidupnya tak dapat dilepaskan dengan smartphone, terdapat satu fitur yang juga disematkan dalam PCX 150 Hybrid yaitu tempat nge-charge untuk smarphone. Posisinya sendiri berada di dassboard depan yang sudah dilengkapi dengan tutupnya. Jadi, tak perlu lagi repot-repot membawa power bank saat ridding dengan menggunakan PCX 150 Hybrid.

Tentu saja, berbagai limpahan teknologi dan fitur itu membuat kita bernafsu untuk meminangnya sebagai pendamping dalam kegiatan sehari-hari. Tapi nafsu yang sudah terlanjur meninggi itu, bisa jadi akan langsung surut tatkala kita melihat harganya yang mencapai 40-an juta. Sebuah harga dengan selisih mencapai 10 jutaan jika dibandingkan dengan PCX non Hybrid. Hmmm, apakah ini worth it dengan berbagai limpahan fiturnya itu?

Mungkin, bakal ada yang langsung berpikiran, dengan selisih uang 10 juta itu, lebih baik buat modal untuk modifikasi PCX non Hybrid saja. Mulai dari kaki-kakinya yang diubah jadi gambot, sampai dengan silincer-nya yang diganti dengan knalpot purbalinggaan yang bikin suaranya lebih badas. Tapi, pasti ada juga yang berpikiran jika sebuah motor, tidak hanya untuk mengejar tampilannya saja. Namun, juga mengejar keeksklusifan dan kekiniannya.

Jadi, masih berminat untuk meminang All New PCX 150 Hybrid? Apakah ia sesuai dengan selera dan–tentu saja–kantong Anda?