Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Prabowo Bilang Demokrasi Indonesia Terancam, Jokowi Itu Ada Aturannya

Redaksi oleh Redaksi
4 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo dan Jokowi bicara tentang demokrasi, menanggapi penolakan gerakan #2019GantiPresiden di beberapa daerah.

Menjelang Pemilu 2019, pendukung kedua pasangan capres-cawapres saling mengungkapkan keunggulan pasangan yang mereka dukung. Serta tak lupa sambil menjelek-jelekkan pasangan lawan. Walau untuk yang terakhir justru menyebabkan singgungan politik yang tidak sehat.

Iklan

Pasalnya, hal ini menyebabkan bentrokan di masyarakat karena merasa tidak terima ketika calon yang didukung justru dijelek-jelekkan pihak lawan.

Selain itu, beberapa kali aksi yang dilakukan oleh pendukung Prabowo, dilarang oleh pemerintah untuk berjalan. Pelarangan-pelarangan tersebut sepertinya membuat Prabowo angkat suara.

Dalam sebuah pidato Prabowo Subianto yang tengah viral, Prabowo mengungkapkan uneg-unegnya, bahwa demokrasi Indonesia sudah terancam. Hal ini melihat kebebasan berpendapat dan berserikat masyarakat semakin dibatasi. Begini yang Prabowo sampaikan dalam penggalan pidato tersebut.

“….Saudara, Saudara… Demokrasi Indonesia juga terancam. Demokrasi menuntut kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan berserikat, kebebasan berhimpun. Sekarang ada emak-emak mau deklarasi diusir! Diusir dari negaranya sendiri. Ia mau datang ke kota di negaranya, dia diusir.

Apakah Republik ini yang kita cita-citakan? Apakah Republik semacam ini yang dicita-citakan oleh pendiri-pendiri bangsa kita? Apakah Republik semacam ini yang diperjuangkan oleh puluhan ribu mereka-mereka yang gugur dalam perang kemerdekaan dan dalam membela kedaulatan Bangsa Indonesia? Apakah Republik ini yang kita inginkan?”

https://twitter.com/DheaMerlinda/status/1036840383743844353

Dalam pidato tersebut, Prabowo seperti mengulik tentang pelarangan deklarasi #2019GantiPresiden yang ia anggap sebagai bagian dari kebebasan berpendapat. Salah satunya, ia merasa tidak terima dengan pengusiran Neno Warisman ketika akan datang ke sebuah kota untuk melakukan deklarasi tersebut.

Di kesempatan yang lain, Jokowi menanggapi protes tentang pelarangan deklarasi #2019GantiPresiden di sejumlah daerah. Menurut Jokowi, meski Indonesia merupakan negara demokrasi, namun tetap ada batasan dan aturannya dalam berekspresi.

Jokowi menuturkan, langkah kepolisian yang membubarkan deklarasi #2019GantiPresiden tersebut sudah tepat dengan pertimbangkan keamanan. Hal ini melihat deklarasi di sejumlah tempat dinilai justru berpotensi memicu bentrokan antara pihak yang pro dan kontra.

Oleh karena itu, Jokowi menilai proses pencegahan oleh polisi tersebut sudah tepat. Pasalnya, menjaga keamanan dan ketertiban juga menjadi tugas Polri.

Jokowi menambahkan, jika deklarasi #2019GantiPresiden tidak menuai pertentangan dan penolakan oleh masyarakat, maka dapat dilakukan di mana saja. Mengingat, negara ini merupakan negara demokrasi, sehingga ada kebebasan dalam berkumpul dan berserikat asalkan tidak menabrak keamanan serta ketertiban sosial.

Oke terlepas dari perdebatan tersebut, yang terpenting marwah demokrasi jangan sampai terbungkam. Selama gerakan hestek-hestekan tersebut tidak menyalahi melanggar Undang-undang, harusnya tidak boleh dilarang. Yang perlu kita ingat, Indonesia merupakan negara konstitusi, bukan negara kekuasaan atau negara agama. Bukan begitu? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 4 September 2018 oleh

Tags: #2019GantiPresidendemokrasijokowineno warismanpidatoprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO
Kabar

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.