Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
2 Maret 2026
A A
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)

Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Supra X 125 itu sampai di rumah selepas sore. Warnanya biru dan putih. Masih memakai tromol, bapak saya beli yang versi paling rendah. Namun, meskipun paling rendah, kelak, motor ini justru lebih memuaskan ketimbang Honda Beat yang dibeli oleh kakak saya.

Sebagai keluarga yang sangat mencintai Honda, bapak saya tidak akan melewatkan begitu saja untuk membeli produk terbaru mereka. Ketika Honda Karisma pensiun, versi terbaru lahir. Ia adalah Supra X 125 dan bapak saya mendapat kesempatan untuk membelinya “secara gratis”.

Jadi, saat itu 2005, bapak saya berhasil membantu temannya menjual sebidang tanah. Salah satu bonus dari keberhasilan tersebut berupa sepeda motor. Maka, bapak saya tidak perlu berpikir lebih lama. Supra X 125 itu datang hanya berselang dua hari setelah bonus penjualan tanah resmi cair.

Sementara itu, Honda Beat adalah motor kakak saya. Kakak membelinya pada 2008 untuk menggantikan Yamaha Mio lawas. Jadi, antara Supra X 125 dan Honda Beat berselang tiga tahun. Namun, kelak, justru “sang kakak” yang lebih tahan banting ketimbang si adik matik.

Baca juga: Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

Supra X 125 paling bisa memberi kenyamanan

Sebelum menunggangi Supra X 125, saya sudah pernah membawa Honda Supra lawas. Kedua motor ini punya satu kesamaan, yaitu nyaman. Sebagai penggemar Honda, saya bisa memastikan satu kelebihan ini. Pasalnya, saya sudah dan menemukan kelebihan yang sama ketika membawa Honda C-70, Astrea Grand, dan Supra.

Supra X 125 membawa kenyamanan, khususnya ketika jalan santai di dalam kota. Kamu akan mendapatkan kenikmatan berkendara santai, di antara 30 sampai 50 km/jam pakai motor ini. Apalagi berkendara ketika Jogja sedang hujan, kala tengah malam, atau menjelang subuh. Sedap sekali.

Saya sendiri tidak bisa menemukan rasa nyaman dari Honda Beat. Saya setuju kalau Beat generasi awal bukan Beat yang jelek banget. Semua motor pasti punya kelemahan. Kalau Beat, salah satunya adalah jok teramat kecil untuk mereka “pengendara XL”.

Pantat pasti panas dan pegal. Saya mengalami ujian hidup ini ketika membawa Honda Beat untuk perjalanan Jogja-Solo-Jogja. Sudah pantas sangat panas, ban Beat dua kali bocor di tengah perjalanan. Sial betul naik motor matik satu ini. Kenapa, sejak awal, desainer Honda tidak membuat Beat lebih enak untuk dikendarai?

Baca halaman selanjutnya: Motor terbaik yang pernah diproduksi oleh Honda.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh

Tags: beathondaHonda Beathonda variomotor beatmotor supraSuprasupra x 125Supra X 125 2005Supra X 125 tromol
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO
Otomojok

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Honda Vario: Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras MOJOK.CO
Otomojok

Honda Vario Adalah Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras, tapi Tetap Sakti dan Menjadi Pionir Matik Honda Selanjutnya

3 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Kebanyakan di Jogja saya merasa wisata di Surabaya membosankan selain Tunjungan. MOJOK.CO

Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan

23 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.