Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Meski Ditempa Sakit Kronis hingga Ditolak 500 Lamaran Kerja, Ibu Tak Pernah Ajarkan Saya untuk Menyerah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Juni 2026
A A
Pola asuh ibu yang kuatkan anak tunggal sekaligus anak perempuan satu-satunya. MOJOK.CO

ilustrasi - ibu temani anak tunggal yang sakit. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hidup sebagai anak tunggal membuat segala ekspektasi orang tua ada di pundaknya. Tak pelak, anak tunggal sering mengalami rasa kesepian dan kecemasan sebagai tulang punggung keluarga di masa depan. Itu juga yang dirasakan oleh perempuan asal Surabaya ini.

Sakit kronis yang datang tanpa diduga

Sial bagi Lili (23), saat dokter mendiagnosisnya mengidap penyakit kronis pada Desember 2024 tepat setelah dirinya lulus kuliah. Di kala teman-temannya siap memasuki dunia kerja, Lili justru terkapar di atas kasur selama berbulan-bulan. 

Penyebab penyakitnya itu, kata dokter Lili, belum diketahui secara pasti. Namun, gejalanya berupa nyeri terutama di area pinggul, bahkan untuk buang air besar saja rasanya tersiksa. Karena itu, Lili sempat melakukan rawat inap di rumah sakit.

“Penyakit ini membuatku benar-benar harus berbaring di ranjang selama 2-3 bulan dan menjalani masa pengobatan sekitar 10 bulan,” kata Lili kepada Mojok, Jumat (12/6/2026).

Selain fisik, mental Lili pun ikut terguncang. Apalagi, dia masih harus menjalankan lembaga kursus miliknya yang dia buat di masa kuliah. Sebagai pendiri, Lili pun punya kewajiban untuk menggaji para pengajar. Namun, karena musibah yang dialaminya, kursus itu harus terhenti di tengah jalan.

“Berapa kali pun aku memutar otak untuk mencari pemasukan dan berusaha menjalankan aktivitas sehari-hari, dokter memintaku istirahat penuh untuk fokus penyembuhan,” tegas Lili yang merupakan anak tunggal di keluarganya.

Anak tunggal yang terbebani sebagai tulang punggung

Meski begitu, sejatinya Lili adalah sosok pekerja keras sekaligus keras kepala. Meskipun dokter menyuruhnya istirahat total, Lili tak ingin merasa tertinggal dari teman-temannya. Sembari menjalani pengobatan, dia tetap mengirim ratusan lamaran kerja ke berbagai perusahaan.

Apalagi, sebagai anak perempuan satu-satunya, Lili juga menjadi tulang punggung keluarga di kala ibunya sakit. Selama ini, mereka hanya bertumpu pada penghasilan ayahnya yang merupakan tukang tambal ban.

“Seenggaknya aku masih berdiri, aku masih diberi napas, artinya aku masih diberi kesempatan untuk hidup. Seperti lagu yang aku putar sehari-hari untuk memotivasiku, Life Goes On dari BTS,” kata anak tunggal yang kehilangan berat badan sampai 10 kilogram karena sakit tersebut.

Dalam kurun waktu 5 bulan, Lili pun berhasil mengirim 500 surat lamaran kerja. Namun, dari itu semua, hanya ada 1 sampai 5 perusahaan yang menghubunginya. Satu di antaranya adalah job scam. 

Lili menduga banyaknya penolakan yang dia terima itu karena syarat lamaran kerja yang di luar nalar. Salah satunya, pelamar yang harus punya pengalaman relevan selama 3-5 tahun, sementara yang diutamakan adalah fresh graduate.

Pola asuh orang tua yang membuat anak tunggal kuat

Meski ujian hidup terus menghantamnya, Lili tetap bertahan. Dia berujar tak akan mampu melewati segala ujian ini jika bukan karena didikan dari sang ibu yang bernama Soekarwati. 

Walaupun tak punya kesempatan mencicipi bangku kuliah, kata Lili, pola pikir orang tuanya membuat dia jadi lebih dewasa, sehingga ketika dihadapkan pada suatu masalah dia jarang mengeluh dan justru mencari solusi.

“Sebagai anak tunggal, aku hanya bisa ngandelin diri sendiri. Makanya dari kecil aku nggak pernah dimanja sama ayah dan ibuku,” jelas Lili.

Iklan

“Bahkan hal sekecil masukin motor ke dalam rumah aja, harus aku sendiri. Ayahku pernah nyeletuk ‘engkok lak aku mati sopo sing nulungi? (nanti kalau aku meninggal, siapa yang akan menolong kamu?)’,” kata Lili mengingat nasihat ayahnya, Trisno.

Oleh karena itu, bagi Lili, kesulitan mencari kerja adalah bagian kecil dari hidup. Dia percaya bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Dan Tuhan tak akan menguji hambanya melebihi kemampuannya.

Secercah harapan untuk anak tunggal

Hingga akhirnya secercah harapan pun tiba, ketika dia mendapat panggilan kerja sebagai Trial Class Manajer (TCM) di salah satu sekolah internasional pada Februari 2026. Dalam perjalanannya, Lili harus melalui beberapa tahapan dengan kondisi yang sudah lebih baik dari sebelumnya.

Mulai dari seleksi berkas, wawancara bersama Human Resources (HR), wawancara dengan Supervisor (SPV), pelatihan selama 2 minggu, hingga quality control yang ditotal waktunya bisa sampai 2 bulan.

“Di tahap akhir aku nyaris nggak lolos karena kendala device, untungnya aku dikasih kesempatan kedua karena mereka yakin dengan kemampuanku. Dan dengan berbagai sunnatullah yang aku jalani, akhirnya aku diterima,” ucap Lili yang merupakan anak tunggal.

Lili sangat bersyukur diterima di sana, apalagi dia memang tertarik dengan dunia pendidikan anak. Hitung-hitung, ilmu yang dia dapatkan nanti dapat menjadi bekal untuk melanjutkan mimpinya yang sempat tertunda yakni membuka lembaga kursus hingga daycare.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2026 oleh

Tags: anak perempuananak tunggaldoa ibujob scamloker penipuanlowongan kerjanasihat ibusulitnya mencari kerja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Hidup anak perempuan pertama dibebankan ekspektasi orang tua
Urban

Anak Perempuan Pertama di Keluarga Korbankan Kebebasan Masa Muda demi Penuhi Tuntutan Jadi Orang Tua untuk Adik, padahal “Sengsara” Sendirian

3 Mei 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO
Urban

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Sekolahan

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO
Fragmen

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Audiensi antara KPUS dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait anjloknya harga telur di Jateng MOJOK.CO

Upaya Merespons Situasi Harga Jual Telur di Jateng yang Anjlok dan Tidak Terserap

10 Juni 2026
Solusi agar lansia di Indonesia tidak rentan miskin tanpa dana pensiun untuk putus siksaaan finansial sandwich generation MOJOK.CO

Lansia Indonesia Rentan Miskin Tanpa Dana Pensiun bikin Anak Muda Tersiksa Finansial Jadi Sandwich Generation, Harus Diputus

11 Juni 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
Lima daerah di Jawa Tengah jadi pilot project BPOM Pusat untuk produk jamu aman demi menjaga citra obat tanaman herbal warisan UNESCO MOJOK.CO

Merawat Citra Jamu di Jateng sebagai Warisan Sehat dan Aman, Campuran Bahan Kimia Bisa Merusaknya

9 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.