Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

10 Tahun Kerja Pakai Honda Supra X 125 Karbu, Masih Jadi yang Terbaik Buat “Menaklukkan” Nasabah meski Motornya Kuno dan Lambat

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Mei 2025
A A
Honda Supra X 125 MOJOK.CO

Ilustrasi - 10 Tahun Kerja Pakai Honda Supra X 125 Karbu, Masih Jadi yang Terbaik Buat “Menaklukan” Nasabah meski Motornya Kuno dan Lambat (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tepat 10 tahun lalu, Jaya (29) mulai bekerja sebagai bank plecit alias penagih cicilan ke para debitur koperasi simpan pinjam. Selama 10 tahun itu pula, jabatan dan gajinya terus ter-upgrade; hidupnya berubah. Tapi ada satu yang tak pernah terganti: Honda Supra X 125 Karbu.

Sejak masih kere sampai kini sudah bisa bikin rumah sendiri. Dari tukang tagih utang keliling hingga kini tinggal duduk manis dan menerima laporan anak buah. Ia setia dengan motor yang bodinya dicap kuno dan nggak bisa diajak ngebut itu.

“Motor itu kalau bagiku istri kedua. Nggak tergantikan meskipun ada godaan dari yang lebih cakep,” ujarnya kepada Mojok, Minggu (18/5/2025).

Honda Supra X 125 Karbu, motor pertama yang dibeli setelah lulus SMK

Honda Honda Supra X 125 Karbu pertama kali dirilis pada 2005. Generasi karbu masih diproduksi hingga tahun 2014. Makin kesini, Supra X 125 terus melakukan perubahan tampilan dan memakai injeksi, meskipun basis mesin memang tak banyak berubah.

Walaupun sudah banyak beredar motor generasi baru, Supra X 125 Karbu ini masih tetap disukai. Salah satunya oleh Jaya. Baginya, ada alasan yang begitu sentimentil mengapa ia terus menggunakan motor lawasnya. Padahal, kalau mau beli yang baru pun bisa.

“Supra Karbu motor pertamaku. Dibeli pas lulus SMK. Kata bapak jadi hadiah kelulusan,” kata dia. “Aku itu waktu masih sekolah, kalau nggak jalan kaki ya pakai kampusan (minibus antar-jemput siswa).”

Ia bercerita, motornya itu dibeli pada 2015 seharga Rp7 juta. Ayahnya rela bekerja keras dan menjual beberapa pohon jati di kebunnya demi membekali anaknya kendaraan untuk bekerja.

Itu sekaligus menjadi hadiah pertamanya dari orang tua. Sebab, sepanjang 18 tahun hidupnya, ia belum pernah merayakan ultah–apalagi mengharap hadiah.

“Malah aku curiganya bapak nggak ingat ulang tahunku kapan,” tawanya. “Tapi hadiah itu (Supra X 125) aku dapat di momen pendewasaan, di saat aku siap menjadi lelaki yang sebenarnya, terjun ke dunia kerja.”

“Saat Supraku bergetar, di situlah nasabah mulai terkapar”

Tak lama setelah lulus SMK, Jaya langsung ikut bekerja ke sebuah koperasi simpan pinjam di Jawa Tengah. Sebagai anak baru, jobdesk-nya adalah penagih lapangan alias bank plecit. Di tempatnya bekerja, total ada 10 bank plecit, termasuk dirinya.

“Kayaknya bener, Honda Revo itu motornya bank plecit. Karena seingatku, yang di timku itu ada lima orang lebih yang pakai Revo. Sisanya matic, aku sendiri yang pakai Supra,” jelasnya.

Tiap harinya, Jaya kudu berkendara berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Mengelilingi…

Memang motor sudah ketinggalan zaman, penuh getaran, dan rutin masuk bengkel, tapi susah pindah ke lain hati

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2025 oleh

Tags: hondaHonda SupraHonda Supra X 125honda supra x 125 karbupilihan redaksisupra xsupra x 125
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.