Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Perempuan Punya Teman Lelaki Itu Wajar, tapi Laki-laki Nggak Boleh Punya Teman Perempuan

3 Hal yang sulit dipahami: Politik, politik, dan perempuan.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
8 Januari 2018
A A
Perempuan Punya Teman Lelaki Itu Wajar, tapi Laki-laki Nggak Boleh Punya Teman Perempuan MOJOK.CO

Perempuan Punya Teman Lelaki Itu Wajar, tapi Laki-laki Nggak Boleh Punya Teman Perempuan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO Walau saya perempuan dan Botol laki-laki, kami cuma temenan kok. Suwer!

Ada tiga hal yang nggak begitu saya pahami di dunia ini. Pertama, politik. Kedua, politik. Ketiga, hubungan persahabatan laki-laki dan perempuan yang dianggap berlebihan.

Jadi, awal mulanya, saya punya pacar. Kami sudah jalan kira-kira dua tahun. Untung bukan “jalan” yang literally “jalan kaki”. Bisa tugel kaki saya buat jalan kaki dua tahun. #oke #ini #garing

Kami pacaran dari SMA, tapi sekarang kuliah di kota yang berbeda. Saya dengar, Jogja adalah kota yang menyenangkan. Tadinya saya kira inilah yang jadi alasan kenapa dia jarang pulang ke Bandung, kota kelahiran kami berdua. Tapi, ternyata, setelah saya buka-buka tab aktivitas following di Instagram saya, dia ketahuan nge-love foto teman-teman perempuan.

Saya nggak tahu apa yang salah sama saya sampai-sampai dia lebih milih nge-love foto perempuan lain, yang ternyata adalah teman sekelasnya itu dibandingkan saya. Apalagi, foto-foto perempuan ini kurang ber-value tinggi. Apa coba maksudnya foto selfie sambil pasang caption kutipan novel Tere Liye? Pantesan aja Tere Liye marah-marah. Da abdi mah ngedukung we lah!

Saya merasa sebal, saya nggak suka. Saya sontak kzl tapi males ngehubungin dia duluan. Karena saya kesepian dan butuh curhat, jelas saya butuh seseorang. Pilihan pun jatuh kepada sahabat saya, namanya Botol. Iya, dia cowok, tapi santai aja, saya nggak akan macem-macem!

Saya dan Botol sudah kenal sejak SMA, sama seperti pacar saya. Gosip-gosipnya, Botol sempet suka sama saya, tapi langsung saya konfirmasi. Saya bilang, “Kita berdua kan sahabatan, kok bisa-bisanya ada gosip kayak gitu, ya.” Lalu, saya jadian sama pacar saya. Meskipun begitu, Botol tetap kelihatan bahagia, tuh. Agak lama kemudian, Botol toh punya teman perempuan lain, yag akhirnya jadi pacar juga.

Setiap kali saya punya masalah, saya sering dateng ke Botol. Lha wong pacar saya jauh di kota orang. Saya suka curhat sampai nangis-nangis. Karena nangis, pipi saya basah. Karena Botol baik, dia pun biasanya akan mengambilkan tisu dan mengusapkannya di pipi saya. Karena nangis pula, saya jadi pusing. Karena Botol baik, biasanya dia mempersilakan saya menyender sebentar di bahunya.

Ah, pokoknya, kalau sama Botol mah saya udah friendship goals banget.

Saya bilang sama Botol bahwa saya nggak suka pacar saya keliatan intens sama temen ceweknya di Instagram. Kalau sekarang dia nge-love foto mereka, siapa yang bisa jamin suatu hari dia nggak bakal nge-love mereka beneran? Membayangkannya saja saya sakit, Botol! jerit saya.

Bagi saya, pacar saya itu harus dipantau.

Dia, kan, laki-laki! Kata banyak orang, laki-laki itu gampang suka sama cewek. Wah, ini nggak bisa dibiarkan. Gimana nanti kalau ada yang lebih baik dari saya? Bisa-bisa, saya ditinggalin.

Saya nggak suka pikiran-pikiran ini.

Atau, gimana kalau tanpa saya tahu, ternyata pacar saya punya sahabat dekat perempuan? Ih, saya juga nggak suka gagasan itu. Kadang-kadang, perempuan itu deket-deket sama cowok karena sebenernya naksir tapi sok-sok nggak sadar. Apalagi, kalau pacar saya suka curhat-curhat sama si cewek itu. Saya nggak mau itu terjadi, Botol! jerit saya lagi.

Tunggu, sebentar, apa katamu? Bagaimana dengan saya dan Botol? Bagaimana dengan pacarnya Botol?

Iklan

Kan tadi sudah saya bilang: saya sama Botol itu udah friendship goals banget. Saya tahulah Botol kayak apa, jadi nggak mungkin dia aneh-aneh sama saya. Pacarnya Botol juga harusnya santai we lah, kan saya juga cuma curhat aja. Pokoknya, sayalah yang paling tersakiti di sini dan harus dimaklumi. Plus, yang justru harus dicurigai itu perempuan yang fotonya di-love sama pacar saya.

Itu!

BACA JUGA 5 Menu Diet DIY Simple dan Praktis yang Bisa Kamu Contek dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: cemburuhubunganlaki-lakipacarperempuansahabatteman
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

pertemanan di usia 30.MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO
Aktual

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO
Esai

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO
Esai

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Penjelasan Kemendiktisaintek soal pengubahan program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa MOJOK.CO

Mengubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apa Tujuannya?

16 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.