[MOJOK.CO] “Tere Liye vs Netizen.”

Sebagai penulis populer walau beliau tidak pernah bermaksud meraih poupularitas, Tere Liye tak hanya piawai mencetak buku best seller, menciptakan trending topic juga menjadi keahliannya. Sejak kemarin, statusnya di Facebook pada 20 November menjadi topi hangat di media sosial.

Untuk menyegarkan ingatan, ini kali ketiga Tere Liye menciptakan perbincangan di media sosial. Kali pertama mengenai klaimnya bahwa kemerdekaan Indonesia hanya diperjuangkan ulama muslim, kali kedua tentang keputusannya berhenti menerbitkan buku karena merasa dizalimi oleh kebijakan pajak penulis di Indonesia, dan yang terakhir adalah pernyataannya yang melarang netizen untuk mengunggah foto disertai caption dari kutipan tulisan Tere Liye.

Untuk kasus kedua, setelah protesnya muncul, Kementerian Keuangan dan Sri Mulyani bahkan sampai turun tangan untuk menjelaskan lewat media dan seminar.

Dasar keberatan Tere Liye soal caption foto ialah ketika foto dan caption tidak nyambung. Bahkan foto yang di-share cenderung untuk pamer. Itu yang ia tidak suka. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa baca penjelasan Tere di sini dan sini.

Tapi, sebagaimana Mojok Institute sudah ulang berkali-kali, netizen memang ngeyelan dan suka bercanda kelewatan. Setelah nggak bisa membahas Papa, sekarang cari korban baru. Hih.

Gimana nggak dibilang ngeyel, sudah dilarang, netizen yang nggak pernah upload foto dengan caption Tere Liye sekarang malah melakukannya dan sengaja dibikin nggak nyambung pula.

Lalu, sebagaimana yang selalu terjadi setiap nama Tere Liye jadi trending topic, ada saja orang yang bilang, “Aku baru tahu Tere Liye ternyata cowok.” Ke mana aja, Bhaaang?

Berikut sejumlah status dan twit yang merespons Tere Liye. Kami sih penginnya imbang antara yang pro dan kontra, gitu. Tapi, saking banyaknya yang tubir, twit dan status jamaah yang pro sampai tenggelam 🙁

***

 

Agus Mulyadi: Yaelah bhang, sensi amat. Sampeyan pake nama pena dari judul film India aja orang Indianya selow ae…

Yaudah, besok kalau ada yg bikin caption pake embel Tere Liye langsung diclangap aja, suruh ganti jadi Darwis, nama asli sampeyan…

Agus Mulyadi lagi: “The falling leaves doesn’t hate the wind.” ini quote-nya Zatoichi, si Samurai buta.

Kalau “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”, itu baru judul bukunya Tere Liye.
Jangan dibolak-balik.

Doakan saya, semoga tahun depan saya bisa bikin buku yang judulnya bukan “Godong sing tibo ora tau sengit karo angin.”

Farid Hilmy Rosidi: Kalem bang kalem, jangan sensian gitu, cover page-mu “menulis adalah berbagi” lho bang… 🙁

Awal Hasan: “Tere Liye tidak sadar bahwa semua konten itu milik Allah”, cuit seorang warganet yang lucu. Sementara yang lain mengingatkan jika “Tere Liye” sendiri adalah nama serial televisi India. Aih, i lop yu, internet.

 

No more articles