Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

Kenia Intan oleh Kenia Intan
19 Maret 2026
A A
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat berselancar di media sosial TikTok, saya menemukan konten yang menarik. Konten itu menggambarkan Lebaran di keluarga pihak ibu lebih asyik daripada keluarga pihak ayah. Di keluarga ibu, mereka bisa bercengkrama hangat bahkan saling melempar candaan. Sementara di keluarga ayah, suasananya terasa lebih kaku. Bukan suasana konflik atau bermusuhan, hanya saja satu orang dan orang lain terasa lebih jaim alias jaga image. 

Awalnya saya pikir hal itu hanya terjadi di satu keluarga saya, di keluarga pemilik akun. Hingga akhirnya, saya menemukan konten serupa dari akun lain. Tidak hanya di TikTok, narasi semacam ini juga saya temui di media sosial lain seperti Instagram dan X. Sepertinya fenomena sederhana ini bukan sebuah kebetulan lagi. Dan, bagi saya yang tidak merayakan Lebaran, fenomena itu menggelitik untuk dikulik. 

Saya nasrani sehingga suasana Lebarannya tidak seintens keluarga muslim lain. Kebiasaan bermaaf-maafan di keluarga besar muslim dan tetangga masih dilakukan memang masih ada. Hanya saja fenomena keluarga Ibu lebih seru dibanding keluarga ayah ini jelas tidak saya rasakan.

Penasaran, saya akhirnya bertanya ke beberapa teman yang tiap tahun merayakan Lebaran. Tentu tidak semua menjawab Lebaran di keluarga ibu lebih asyik, tapi kebanyakan seperti itu. 

Keluarga pihak ibu lebih sering kumpul-kumpul, Lebaran jadi terasa lebih akrab

Ada satu benang merah yang menarik ketika saya tanya teman-teman saya. Mereka mengaku keluarga ibu kerap bertemu di luar Lebaran. Entah dalam acara rutin seperti arisan atau semacamnya maupun acara tidak rutin seperti menjenguk keluarga sakit maupun kondangan.  

Salah satu kawan saya begitu mengamini konten yang bertebar di media sosial itu. Dia setuju kumpul dengan keluarga ibu lebih seru daripada keluarga ayah. Salah satu alasannya, persaudaraan di keluarga Ibu lebih dekat. Karena akrab satu dengan yang lain, anak-anaknya alias teman saya dengan sepupu-sepupunya jadi lebih sering ketemu dan main bareng.

Walau tempat tinggal yang berjauhan secara jarak, hal itu tidak mengurangi kedekatan satu sama lain. Jarak yang jauh ini malah membuat mereka semakin akrab karena jadi sering ada acara menginap bareng. 

Di luar Lebaran memang tidak ada pertemuan khusus, tapi hal ini tidak mengurangi perhatian satu sama lain. Terbukti ketika ada yang sakit atau menikah, saudara-saudara dari pihak Ibu kompak kumpul. 

Seringnya family time menjadikan obrolannya terus nyambung dari waktu ke waktu. Ini juga Bahkan, saat kecil mereka sering menginap bareng karena keluarga satu dan yang lain tinggal berjauhan. 

Berkat kedekatan dengan keluarga pihak Ibu, obrolan saat Lebaran pun terasa lebih nyambung. Mungkin pertanyaan-pertanyaan “horor” sama-sama ditanyakan, tapi modal keakraban membuat pertanyaan itu tidak terasa menghakimi. Berbeda dengan keluarga pihak ayah yang membuat pertanyaan itu terasa lebih asing dan menohok. 

Ibu lebih pandai menjaga kekerabatan

Pola atau fenomena keluarga ibu lebih dekat ternyata bisa ditelusuri secara ilmiah. Di banyak hubungan atau keluarga, ibu cenderung menjadi pihak yang pandai menjaga relasi. 

Melansir dari kompas, riset pada 2017 menunjukkan bahwa 91 persen orang yang diidentifikasi sebagai “penjaga kekerabatan” adalah perempuan.  Temuan lain pada 2010, yang mengamati keluarga tiga generasi, menunjukkan bahwa setelah ibu, tokoh yang paling aktif menjalin dan menjaga komunikasi keluarga adalah nenek dari pihak ibu bukan ayah. 

Ini bukan berarti ibu kalian “gagal” menjalankan peran menjaga relasi ketika kalian lebih dekat dengan keluarga dari pihak ayah. Sekali lagi, kondisi tiap keluarga berbeda-beda dan ada banyak faktor yang memengaruhi relasi dengan keluarga besar. 

Hanya saja, riset dan catatan itu sedikit menjawab rasa penasaran saya akan pola atau fenomena yang ramai di medsos. Kalau kalian sendiri, lebih menanti-nanti lebaran dengan keluarga ibu atau keluarga ayah? 

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

 

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2026 oleh

Tags: AyahibuKelaurga AyahkeluargaKeluarga IbuLebaran
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga
Urban

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran
Urban

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO
Kilas

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.