Masyarakat Yogyakarta mendukung Veda Ega Pratama untuk gaspol di Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung 9-11 Oktober 2026 mendatang.
***
NADIM Abyan (8) tak sabar segera memakai kaos oblong berwarna coklat yang diserahkan ibunya. Sebelumnya, ia sempat bertelanjang dada karena kaos yang dipakainya ia copot agar ibunya bisa minta tanda tangan ke pembalap muda Indonesia, Mario Aji dan Ega Veda Pratama.
Bukan hal mudah, karena selain Nadim dan ibunya, ratusan orang memadati bagian depan panggung Meet Your Local Heroes untuk minta tanda tangan dua pembalap Indonesia asal Jawa Timur dan Jogja, Mario Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3), Minggu di kawasan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949.
Mario Aji dan Veda Ega Pratama hadir pulang kampung ke Jogja atas prakarsa PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Kedatangan keduanya merupakan bagian dari Homecoming Tour Local Heroes Indonesia, rangkaian kegiatan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Dua pembalap Indonesia yang datang sekitar pukul 17.00 WIB langsung disambut meriah oleh ratusan pengunjung. Begitu MC memberikan waktu pengunjung untuk meminta tanda tangan, mereka langsung merangsek ke depan.
Bukan hanya kaos, rata-rata mereka meminta tanda tangan di helm, tempat minum, casing HP, topi, hingga sepatu.

Beruntung, Nadim mendapatkan dua tanda tangan pembalap muda Indonesia yang tengah berkibar di tingkat internasional tersebut di kaosnya. “Ini kaos yang dibeli saat nonton Moto GP di Mandalika sekitar dua tahun lalu,” kata Lusiana (41) ibunda, Nadim.
Lusiana mengungkapkan, sejak anaknya itu usia 5 tahun, Nadim suka nonton MotoGP sejak sekitar usia 5 tahun. Meski tak mau menjawab pembalap idolanya, sambil tersenyum malu, Nadim mengambil die cast motor berwarna merah dari tas ibundanya.
“Rencananya kalau tidak ada halangan, kami sekeluarga mau ke Mandalika, mau nonton MotoGP dan lihat Mario Aji dan Veda Pratama bertanding di kandang sendiri,” kata Lusiana.
Pesannya kepada kedua pembalap adalah gaspol di Sirkuit Mandalika, Oktober nanti. Ia yakin, dengan kemampuan dua pembalap tersebut, prestasi terbaik bisa diraih keduanya.

Tanda tangan Veda Ega Pratama dan Mario Aji yang menjadi motivasi anak-anak
Bukan hanya Nadim, anak-anak yang mengagumi Veda dan Mario Aji. Ada juga Rhien (5) yang datang bersama kedua orang tuanya, Panji (33) dan Diska (32). Ketiganya bahkan membawa kertas bertuliskan “VEP 9, Welcome Home” dan “Super Mario 64”. Nomor di belakang tulisan tersebut adalah nomor motor yang dipakai dua pembalap tesebut.
Rhien juga mendapatkan tanda tangan di kaos putih yang sudah mereka siapkan dari rumah.

Satu lagi anak-anak yang beruntung mendapatkan tanda tangan adalah Abad (11), putra dari Budi Sarwanto (46) dan Yayuk Susilowati (44). Abad juga melepas bajunya untuk minta tanda tangan ke Veda Ega.
Ketiganya wisatawan asal Temanggung yang kebetulan berada tak jauh dari Monumen SO 1 Maret 1949 saat acara meet and greet Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
“Awalnya nggak tahu rame-rame apa, terus anak saya minta masuk setelah tahu yang datang adalah Veda. Anak saya suka nonton MotoGP, termasuk saat Veda ini bertanding di Moto3,” kata Budi Sarwanto.
Meski hanya sebuah tanda tangan dari Veda, Budi berharap bisa memotivasi anaknya untuk berprestasi sesuai bidang pilihannyan nanti.
Mario Aji dan Veda Ega Pratama akan berusaha naik podium
“Siapapun pembalapnya pasti ingin jadi juara,” kata Mario Aji saat merespon pertanyaan wartawan tentang keinginan yang ingin dicapainya saat bertanding di Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung 9-11 Oktober 2026.
Demi target terbaik, keduanya akan segera bertolak ke Mandalika untuk melakukan latihan selama dua hari di sirkuit kebanggaan Indonesia yang dikelola InJourney ini.
Menurut keduanya, latihan tersebut menjadi kesempatan penting untuk beradaptasi dengan karakter lintasan yang akan digunakan pada MotoGP Indonesia.
“Besok kita latihan dua hari di Mandalika. Latihan ini sangat penting dan akan kami maksimalkan,” ucap Veda.
Saat ini, Mario Suryo Aji (22) asal Magetan, Jawa Timur bertarung di kelas Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia. Sedang, Veda Ega Pratama (17) asal Gunungkidul menjalani musim debutnya di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia.
Mario Aji kini menempati posisi ke-27 di klasemen sementara Moto2 2026 setelah melewati paruh pertama musim yang ketat. Sementara itu, Veda Ega tampil impresif termasuk sukses finis di posisi 8 besar pada seri terakhir di Sachsenring, Jerman, yang mengantarkannya bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026 sekaligus masuk dalam bursa persaingan papan atas gelar Rookie of the Year.
Ananda Mikola: Mario Aji dan Veda Ega buktikan pembalap Indonesia berprestasi
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association MGPA, Ananda Mikola, yang mendampingi Mario Aji dan Veda Ega mengatakan keberhasilan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji menembus ajang kejuaraan dunia dinilai merupakan momentum emas.
Karena itu harus dijaga bersama demi mendorong lahirnya lebih banyak talenta balap nasional di level internasional.
“Ini kesempatan emas yang jarang datang dua kali, sehingga mereka harus fokus dan membuktikan bahwa rider Indonesia mampu bersaing ketat dengan pembalap-pembalap asal Eropa. Jangan terganggu oleh hal-hal negatif di luar lintasan,” kata Ananda Mikola.

Senada dengan hal itu, Komisaris Utama MGPA, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta berbakat, dan keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit ibarat permata yang bisa jadi modal penting dalam memupuk pembinaan pembibitan nasional.
Dukungan juga diberikan oleh mantan pembalap Indonesia, Doni Tata Pradipta yang juga hadir di Monumen SO 1 Maret 1949 kepada Mario Aji dan Veda Ega.
“Prestasi kalian berdua sudah melampaui saya. Pasti akan kita dukung terus. Apalagi besok di Sirkuit Mandalika, itu adalah spirit kita, jadi gaspol saja. Saya sangat bangga karena ada yang meneruskan perjuangan saya, semoga nanti bisa ke MotoGP. Kita doakan bersama,” kata Doni Tata.
Pertamina Mandalika International Circuit siap sambut fans dukung local heroes
Menutup acara, kedua pembalap meminta doa dan dukungan ke masyarakat Indonesia, terutama publik Jogja agar mereka bisa berprestasi di Pertamina Grand Prix of Indonesia yang akan berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika.
“Minta dukungannya untuk semua warga. Lebih seru lagi kalau dukungannya datang langsung ke Mandalika,” kata Veda tersenyum.
InJourney selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit mengajak seluruh warga Yogyakarta dan sekitarnya untuk tidak melewatkan momentum balapan di Mandalika dengan memberikan dukungan langsung untuk local heroes, Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Melalui transformasi event & attraction yang matang, InJourney memastikan sirkuit kebanggaan kita ini semakin siap menyambut para fans dan memberikan pengalaman berharga yang tak terlupakan bagi siapa saja yang datang menonton langsung.
Tiket untuk menonton langsung aksi pembalap dunia bisa didapatkan melalui situs resmi di www.themandalikagp.com.
Penulis: Agung Purwandono
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA Life Hack Liburan ke Candi dengan Budget Murah dan Nggak Bikin Kamu Bosan dan liputan menarik lainnya di kanal Liputan Mojok.














