Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
20 Juli 2026
A A
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Ilustrasi Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Masyarakat Yogyakarta mendukung Veda Ega Pratama untuk gaspol di Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung 9-11 Oktober 2026 mendatang. 

***

Iklan

NADIM Abyan (8) tak sabar segera memakai kaos oblong berwarna coklat yang diserahkan ibunya. Sebelumnya, ia sempat bertelanjang dada karena kaos yang dipakainya ia copot agar ibunya bisa minta tanda tangan ke pembalap muda Indonesia, Mario Aji dan Ega Veda Pratama. 

Bukan hal mudah, karena selain Nadim dan ibunya, ratusan orang memadati bagian depan panggung Meet Your Local Heroes untuk minta tanda tangan dua pembalap Indonesia asal Jawa Timur dan Jogja, Mario Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3), Minggu  di kawasan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

Mario Aji dan Veda Ega Pratama hadir pulang kampung ke Jogja atas prakarsa   PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Kedatangan keduanya merupakan bagian dari Homecoming Tour Local Heroes Indonesia, rangkaian kegiatan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. 

Dua pembalap Indonesia yang datang sekitar pukul 17.00 WIB langsung disambut meriah oleh ratusan pengunjung. Begitu MC memberikan waktu pengunjung untuk meminta tanda tangan, mereka langsung merangsek ke depan. 

Bukan hanya kaos, rata-rata mereka meminta tanda tangan di helm, tempat minum, casing HP, topi, hingga sepatu. 

Antusiasme masyarakat meminta tanda tangan ke Veda Ega Pratama dan Mario Aji di Monumen SO 1 Maret 1949, Minggu (19/7/2026) petang. (Agung PW/Mojok.co)
Antusiasme masyarakat meminta tanda tangan ke Veda Ega Pratama dan Mario Aji di Monumen SO 1 Maret 1949, Minggu (19/7/2026) petang. (Agung PW/Mojok.co)

Beruntung, Nadim mendapatkan dua tanda tangan pembalap muda Indonesia yang tengah berkibar di tingkat internasional tersebut di kaosnya. “Ini kaos yang dibeli saat nonton Moto GP di Mandalika sekitar dua tahun lalu,” kata Lusiana (41) ibunda, Nadim. 

Lusiana mengungkapkan, sejak anaknya itu usia 5 tahun, Nadim suka nonton MotoGP sejak sekitar usia 5 tahun. Meski tak mau menjawab pembalap idolanya, sambil tersenyum malu, Nadim mengambil die cast motor berwarna merah dari tas ibundanya.

“Rencananya kalau tidak ada halangan, kami sekeluarga mau ke Mandalika, mau  nonton MotoGP dan lihat Mario Aji dan Veda Pratama bertanding di kandang sendiri,” kata Lusiana. 

Pesannya kepada kedua pembalap adalah gaspol di Sirkuit Mandalika, Oktober nanti. Ia yakin, dengan kemampuan dua pembalap tersebut, prestasi terbaik bisa diraih keduanya.

Nadim (8) bersama ibunya dan kaos yang sudah ditanda tangani pembalap idolanya, tak lupa die cast motor yang ia bawa saat bertemu Veda Ega Pratama dan Mario Aji di SO 1 Maret 1949.
Nadim (8) bersama ibunya dan kaos yang sudah ditanda tangani pembalap idolanya, tak lupa die cast motor yang ia bawa saat bertemu Veda Ega Pratama dan Mario Aji di SO 1 Maret 1949. (Agung PW/Mojok.co)

Tanda tangan Veda Ega Pratama dan Mario Aji yang menjadi motivasi anak-anak

Bukan hanya Nadim, anak-anak yang mengagumi Veda dan Mario Aji. Ada juga Rhien (5) yang datang bersama kedua orang tuanya, Panji (33) dan Diska (32). Ketiganya bahkan membawa kertas bertuliskan “VEP 9, Welcome Home” dan “Super Mario 64”. Nomor di belakang tulisan tersebut adalah nomor motor yang dipakai dua pembalap tesebut. 

Rhien juga mendapatkan tanda tangan di kaos putih yang sudah mereka siapkan dari rumah. 

Rhien dan ayahnya mengangkat tulisan yang mereka buat untuk menyambut Mario Aji dan Veda Ega saat meet and greet di Yogyakarta
Rhien dan ayahnya mengangkat tulisan yang mereka buat untuk menyambut Mario Aji dan Veda Ega saat jumpa penggemar di Yogyakarta, Minggu (19/7/2026) petang. (Agung PW/Mojok.co)

Satu lagi anak-anak yang beruntung mendapatkan tanda tangan adalah Abad (11), putra dari Budi Sarwanto (46) dan Yayuk Susilowati (44). Abad juga melepas bajunya untuk minta tanda tangan ke Veda Ega. 

Iklan

Ketiganya wisatawan asal Temanggung yang kebetulan berada tak jauh dari Monumen SO 1 Maret 1949 saat acara meet and greet Mario Aji dan Veda Ega Pratama. 

“Awalnya nggak tahu rame-rame apa, terus anak saya minta masuk setelah tahu yang datang adalah Veda. Anak saya suka nonton MotoGP, termasuk saat Veda ini bertanding di  Moto3,” kata Budi Sarwanto. 

Meski hanya sebuah tanda tangan dari Veda, Budi berharap bisa memotivasi anaknya untuk berprestasi sesuai bidang pilihannyan nanti.

Mario Aji dan Veda Ega Pratama akan berusaha naik podium

“Siapapun pembalapnya pasti ingin jadi juara,” kata Mario Aji saat merespon pertanyaan wartawan tentang keinginan yang ingin dicapainya saat bertanding di Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung 9-11 Oktober 2026. 

Demi target terbaik, keduanya akan segera bertolak ke Mandalika untuk melakukan latihan selama dua hari di sirkuit kebanggaan Indonesia yang dikelola InJourney ini. 

Menurut keduanya, latihan tersebut menjadi kesempatan penting untuk beradaptasi dengan karakter lintasan yang akan digunakan pada MotoGP Indonesia.

“Besok kita latihan dua hari di Mandalika. Latihan ini sangat penting dan akan kami maksimalkan,” ucap Veda.

Saat ini, Mario Suryo Aji (22) asal Magetan, Jawa Timur bertarung di kelas Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia. Sedang, Veda Ega Pratama (17) asal Gunungkidul menjalani musim debutnya di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia.

Mario Aji kini menempati posisi ke-27 di klasemen sementara Moto2 2026 setelah melewati paruh pertama musim yang ketat. Sementara itu, Veda Ega tampil impresif termasuk sukses finis di posisi 8 besar pada seri terakhir di Sachsenring, Jerman, yang mengantarkannya bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026 sekaligus masuk dalam bursa persaingan papan atas gelar Rookie of the Year.

Ananda Mikola: Mario Aji dan Veda Ega buktikan pembalap Indonesia berprestasi

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association MGPA, Ananda Mikola, yang mendampingi Mario Aji dan Veda Ega mengatakan keberhasilan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji menembus ajang kejuaraan dunia dinilai merupakan momentum emas. 

Karena itu harus dijaga bersama demi mendorong lahirnya lebih banyak talenta balap nasional di level internasional. 

“Ini kesempatan emas yang jarang datang dua kali, sehingga mereka harus fokus dan membuktikan bahwa rider Indonesia mampu bersaing ketat dengan pembalap-pembalap asal Eropa. Jangan terganggu oleh hal-hal negatif di luar lintasan,” kata Ananda Mikola.

Veda dan Mario Aji foto bersama penggemar di SO 1 Maret 1949 (Dok. InJourney)

Senada dengan hal itu, Komisaris Utama MGPA, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta berbakat, dan keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit ibarat permata yang bisa jadi modal penting dalam memupuk pembinaan pembibitan nasional. 

Dukungan juga diberikan oleh mantan pembalap Indonesia, Doni Tata Pradipta yang juga hadir di Monumen SO 1 Maret 1949 kepada Mario Aji dan Veda Ega. 

“Prestasi kalian berdua sudah melampaui saya. Pasti akan kita dukung terus. Apalagi besok di Sirkuit Mandalika, itu adalah spirit kita, jadi gaspol saja. Saya sangat bangga karena ada yang meneruskan perjuangan saya, semoga nanti bisa ke MotoGP. Kita doakan bersama,” kata Doni Tata. 

Pertamina Mandalika International Circuit siap sambut fans dukung local heroes

Menutup acara, kedua pembalap meminta doa dan dukungan ke masyarakat Indonesia, terutama publik Jogja agar mereka bisa berprestasi di Pertamina Grand Prix of Indonesia yang akan berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika. 

“Minta dukungannya untuk semua warga. Lebih seru lagi kalau dukungannya datang langsung ke Mandalika,” kata Veda tersenyum.

InJourney selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit mengajak seluruh warga Yogyakarta dan sekitarnya untuk tidak melewatkan momentum balapan di Mandalika dengan memberikan dukungan langsung untuk local heroes, Mario Aji dan Veda Ega Pratama.

Melalui transformasi event & attraction yang matang, InJourney memastikan sirkuit kebanggaan kita ini semakin siap menyambut para fans dan memberikan pengalaman berharga yang tak terlupakan bagi siapa saja yang datang menonton langsung.

Tiket untuk menonton langsung aksi pembalap dunia bisa didapatkan melalui situs resmi di www.themandalikagp.com.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Life Hack Liburan ke Candi dengan Budget Murah dan Nggak Bikin Kamu Bosan dan liputan menarik lainnya di kanal Liputan Mojok.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026 oleh

Tags: InJourneyMandalikamotogpMotoGP di Sirkuit Mandalikaveda ega
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO
Kilas

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO
Tajuk

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!
Olah Raga

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
Sunflower Angel di Candi Prambanan saat pagi. MOJOK.CO
Hiburan

Simbol Perjalanan Cinta Sepasang Kekasih asal Jakarta-Jogja dalam Karya Seni “Sunflower Angel” di Candi Prambanan

11 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.