Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Juli 2026
A A
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

ilustrasi - Dr Avi ajak anak muda untuk penyuluhan ke petani di Klaten. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Keluhan petani itu cuma dua waktu periksa ke saya, kalau nggak mumet, ya mumet banget,” ucap Philip Avianto atau yang akrab disapa dokter Avi saat ditemui Mojok di Pabrik Beras KOMSAH miliknya di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Kamis (2/7/2026).

***

Iklan

Avi adalah pendiri Pusat Kesehatan Tanah dan Tanaman (Puskestan), sebuah program yang mendampingi petani untuk mengembalikan kesuburan tanah sekaligus menyejahterakan kehidupan para petani. 

Sebelumnya, dia adalah dokter umum di Puskesmas Bambanglipiro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Karena pengalamannya memeriksa pasien yang mayoritas adalah petani, Avi sadar ada akar permasalahan yang harus dia cari dari menurunnya kesehatan petani.

Setelah terjun langsung ke sawah-sawah, melakukan riset, dan berguru kepada para ahli pertanian, Avi akhirnya menemukan sumber utama masalahnya, yakni tanah yang rusak. Dari situlah dia akhirnya mendirikan Puskestan, alih-alih hanya memberikan resep obat stres atau keluhan fisik lainnya untuk membantu petani.

Mencari jawaban dari keluhan para petani 

Dr Avi berikan penyuluhan ke petani. MOJOK.CO
(Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Dalam risetnya bersama sang ayah yang sudah lebih dulu meneliti soal tanah di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Avi berhasil mengembangkan pupuk organik berbasis kompos dedaunan atau seresah (KOMSAH). 

“Sebetulnya, sudah banyak literatur soal pupuk ini, karena kualitas KOMSAH telah dipercaya untuk ekspor ke Jepang dari tahun 2007. Lalu, kami uji coba kembali untuk menanam padi dan hasilnya ditemukan lebih banyak protein dari beras kami,” jelas Avi. 

Selain itu, berdasarkan uji laboraoritum yang sudah dilakukan, beras yang dihasilkan menggunakan pupuk KOMSAH juga terbebas dari zat pemicu kanker arsenik dengan nilai angka nol dibandingkan beras biasanya yang sering terpapar obat-obatan kimia. Avi menduga, kandungan kimia itulah yang berpotensi memunculkan kanker. 

“Ini juga menjawab keresahan saya di awal tadi, kenapa banyak petani yang sakit, mulai dari stroke, hipertensi, dan gongnya di sini, saya pernah dapat pasien lebih dari 10 anak kecil yang mengalami kanker dan saya nggak menemukan faktor pemicu apapun, mulai dari genetik, makanan, pola hidup, debu, rokok, itu nggak ada,” kata Avi.

“Akhirnya saya menemukan, kesehatan manusia dan kesejahteraan petani bermula dari tanah yang sehat,” tegas Avi.

Beralih dari dokter jadi penasihat petani di Klaten

Berangkat dari temuan di atas, Avi pun mantap membangun program bimbingan ke petani yang dia namai sebagai Puskestan. Lewat pendekatan yang sopan dan tidak bermaksud menggurui, kini Puskestan telah mendampingi lebih dari 3 ribu kelompok tani di Kabupaten Klaten.

Dr Avi pendiri puskestan di Klaten. MOJOK.CO
Beralih dari dokter jadi penasihat petani dan mendirikan Puskestan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain karena Klaten adalah tempat kelahirannya, kabupaten ini juga dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar nasional di Jawa Tengah. Avi melihat ada potensi lahan sawah subur dan sumber air yang melimpah di sana.

Oleh karena itu, dia akhirnya memutuskan beralih profesi dari yang tadinya dokter di Bantul, kini menjadi ‘penasihat’ para petani di Kabupaten Klaten. Tak tanggung-tanggung, dia juga mendirikan perusahaan sendiri yang bernama KOMSAH Indonesia.

“Jadi kami ingin mengedukasi dan menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, yang pusatnya pada pemulihan kesehatan tanah. Kami dengarkan langsung keluhan para petani, mereka butuhnya apa? Misalnya dia butuh pupuk, bakal kami kasih langsung,” kata Avi.

Iklan

Di era teknologi yang semakin canggih, Avi juga menyediakan fasilitas pascapanen seperti Rice Mill Unit (RMU) atau mesin penggilingan modern. Fungsinya untuk menjaga kemurnian, kebersihan, dan kualitas gizi hasil panen secara presisi. Setiap harinya, RMU tersebut mampu memproduksi 25 ton beras.

“RMU kami tidak sekadar memproses gabah, tetapi juga mengunci nilai tambah dari lahan yang sehat untuk menghasilkan komoditas beras eksklusif yang siap memenuhi tuntutan kualitas pasar,” ujarnya.

Membangun ekosistem kelompok tani di Klaten

diskusi dengan petani 2. MOJOK.CO
Dr Avi berikan penyuluhan ke petani. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Seiring berjalannya waktu, Avi pun tak hanya memproduksi pupuk berkualitas tapi juga membuat beras KOMSAH, sekaligus membangun ekosistem mandiri bersama kelompok tani. Dalam hal ini, dia menerapkan sistem closed loop ecosystem agar mereka tidak rugi.

Pada intinya, model itu berbasis kemitraan agribisnis yang mengintegrasikan seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir. Mulai dari benih, pupuk, pendampingan teknis, pembiayaan (KUR), kepastian pasar, hingga harga bagi petani.

Sebab selama ini, menurut Avi, petani hanya dianggap subjek yang tidak memiliki daya tawar. Kesejahteraannya tidak terjamin, keuntungannya pun hanya sedikit bahkan sering rugi. Oleh karena itu, Avi ingin mengubah persepsi tersebut dengan cara membangun ekosistemnya.

“Melalui pendekatan dari hulu hingga hilir, kami memastikan regenerasi pelaku tani berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas lahan jangka panjang,” ucap Avi.

Terbukti, beberapa petani di Klaten yang dulunya menjadi pasien Avi dan bergabung di KOMSAH, kini stresnya berkurang dan jarang sakit-sakitan. Avi juga sering mendengar ada petani yang makin sejahtera hingga mampu membayar utang-utang mereka. Bahkan, ada yang akhirnya bisa umrah berkat keuntungan dari memanen.

“Saya punya prinsip, jangan sampai kami (KOMSAH) ‘cerai’ dengan petani yang pernah kami bina. Kalau bisa long last. Dengan begitu, ekosistem mandiri bersama kelompok tani jadi terbangun,” harap Avi.  

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026 oleh

Tags: dokter petaniKecamatan Wediklatenkomsahpenasihat petanipetani generasi mudapuskestan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten dan dirikan KOMSAH. MOJOK.CO
Sosok

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.