Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

Kenia Intan oleh Kenia Intan
23 Februari 2026
A A
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Meme nonmuslim ikut war takjil menjelang buka puasa selalu viral dari tahun ke tahun. Ketika pertama kali melihat meme itu, saya langsung relate. Sebab, saya salah satu nonmuslim yang gemar war takjil itu. Tidak sendiri, beberapa kawan nonmuslim lain ternyata juga selalu bersemangat berburu takjil. 

Muncul berbagai macam respon terhadap meme itu. Tapi, sejauh pengamatan saya, respon netizen cenderung bercanda atau lucu-lucuan saja. Misal, “Buka masih jam 6, tapi sudah war takjil jam 3”, “Pantes kehabisan”, dan banyak komentar serupa lainnya.

Saya pribadi tidak ambil pusing dengan meme atau komentar itu. Toh niat saya war takjil tidak untuk merugikan orang atau pihak lain. Saya memang hobi jajan dan kebetulan kegemaran ini bisa jadi rezeki bagi para penjual. 

War Takjil jadi semacam kebiasaan yang sudah terpupuk selama bertahun-tahun 

Bagi nonmuslim seperti saya, entah kenapa ada kesenangan tersendiri ketika memasuki bulan puasa. Mungkin karena sudah bertahun-tahun hidup di negara yang mayoritas penduduknya muslim ya. Ramadan tidak sekadar bulan yang penting bagi agama tertentu, tapi sudah menjelma jadi semacam budaya bagi seluruh penduduknya.  

Saya merasakan betul vibes Ramadan karena hingga detik ini masih sering dapat undangan buka bersama (bukber) walau tidak menjalankan ibadah puasa. Saat hari raya Lebaran nanti saya jaga masih berkeliling ke rumah teman dan saudara. Dahulu, waktu masih merantau, saya juga sibuk war tiket mudik seperti teman-teman muslim lain. 

Itu mengapa, ketika penjaja takjil muncul tiap sore selama bulan puasa, saya jadi ikut-ikutan pengin jajan. Sudah jadi semacam kebiasaan tahunan yang berjalan sejak dahulu. Di samping sudah terbiasa, war takjil memang seru!

Biasanya, saat bulan puasa, penjaja takjil bermunculan di suatu kawasan tertentu. Kawasan yang biasanya hanya diisi 1 hingga 2 penjual, bisa bertambah berkali-kali lipat saat bulan puasa. Makanan dan minuman yang dijajakan pun beragam. Saking lengkapnya, saya bisa memilih makanan dan minuman yang berbeda setiap hari selama sebulan penuh. 

Bayangkan jajanan yang lengkap itu bisa kalian dapat di satu tempat. Kemudahan macam ini bak “surga” bagi saya yang gemar jajan. Kalau tidak punya kendali diri yang baik, bisa-bisa saya kalap dan boros. Apalagi, makanan yang dijajakan harganya masuk akal. Tidak dipatok lebih tinggi dibanding hari-hari biasa. Benar-benar surga dunia. 

Muncul makanan yang jarang bisa disantap selain bulan puasa

Hal menarik lain dari berburu takjil adalah muncul makanan atau minuman yang biasanya sulit ditemui di hari-hari biasa. Misalnya saja pisang ijo. Saya amat jarang menyantap pisang ijo kalau tidak di bulan puasa. Di hari-hari biasa jajanan ini sebenarnya masih bisa ditemukan di penjual jajanan pasar di bagi hari. Sayangnya, saya sering kehabisan karena stoknya yang terbatas dan saya suka kesiangan jajannya. 

Selain bermunculan jajanan “langka” macam pisang ijo tadi, bulan puasa memberi kesempatan saya untuk mencicipi jajanan dengan nuansa lain. Misal, saya bisanya menyantap sayur pecel dan japjaek di pagi hari. Karena bulan puasa, saya bisa menyantapnya untuk makan sore atau bahkan makan malam. Benar-benar jadi penglaman yang unik selama bulan puasa. 

Itulah alasan orang nonmuslim, setidaknya saya, senang akan bulan puasa dan gemar ikut war takjil. Tidak ada maksud buruk, saya hanya terlalu terbiasa dengan vibes puasa sehingga ingin ikut merayakannya. Semoga tulisan di atas bisa sedikit menjawab rasa penasaran kalian ya. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau di Ibu Kota dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2026 oleh

Tags: bulan puasaMuslimnasraninon-muslimPuasa
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Takjil bingka dari Kalimantan
Catatan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium MOJOK.CO
Esai

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium

16 Februari 2026
3 Alasan Orang Sleman Malas Bukber ke Bantul, Selain Karena Egois dan Jogja Selatan Isinya Gondes.mojok.co
Ragam

Bagi Warga Bantul Ajakan Bukber di Sleman Adalah Bentuk Diskriminasi dan Ketidakadilan, Apa Orang Jogja Utara Memang Egois?

15 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.