Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 Juli 2026
A A
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

Para peraga sedang melakukan fashion show dengan kostum karya perajin lokal.(sumber: Humas DIY)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kerajinan Jogja dengan kekayaan motif batik, ukir, gerabah, dan perak, memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain dan tak boleh disia-siakan. Oleh karena itu, penyelanggaran INACRAFT masih terus diadakan hingga memasuki periode ke 25.

INACRAFT sebagai jembatan menembus pasar global

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X berujar INACRAFT Festival 2026 menjadi jembatan strategis untuk membawa kerajinan Indonesia, khususnya Yogyakarta menembus pasar global. Hal ini juga membuka peluang kemitraan dagang yang berkelanjutan bagi para perajin dan pelaku usaha kecil menengah.

Iklan

“Pemerintah DIY memberikan apresiasi tinggi kepada Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) atas konsistensi menyelenggarakan INACRAFT selama 25 tahun,” kata Sri Sultan saat membuka INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC) pada Rabu (15/07/2026).

“Yogyakarta bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang ini, dan berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan kerajinan, budaya, dan pariwisata di tingkat global,” lanjutnya.

Menurutnya, penyelenggaraan INACRAFT sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Sri Sultan Hamengku Buwono X. MOJOK.CO
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya di INACRAFT Festival 2026. (sumber: Humas DIY)

Sri Sultan menilai, kehadiran delegasi dari berbagai negara di festival internasional ini menjadi bukti bahwa kerajinan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan budaya.

“Kepada seluruh delegasi mancanegara, saya ucapkan selamat datang di Yogyakarta. Semoga, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi dagang, namun juga pengalaman budaya yang bermakna,” ucap Sri Sultan.

Tema INACRAFT: kerajinan budaya untuk harmoni dunia

Sebagai informasi, INACRAFT berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal 15-19 Juli 2026. Kali ini temanya adalah “Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia”.

Sri Sultan menjelaskan, filosofi Hamemayu Hayuning Bawana mengandung ajaran untuk senantiasa memperindah dan memelihara keharmonisan dunia, dipandang relevan dengan semangat kerajinan itu sendiri yang dibangun melalui ketelitian, kesabaran, serta penghormatan terhadap material dan tradisi.

“Dalam skala yang lebih luas, nilai tersebut menjadi fondasi bagi terciptanya harmoni antarbangsa, melalui jalur perdagangan dan budaya yang saling menghargai,” jelas Sri Sultan.

Batik khas Yogyakarta. MOJOK.CO
Motif batik khas Yogyakarta. (sumber: Humas DIY)

Oleh karena itu, Sri Sultan berharap, para perajin dan pelaku industri kreatif Indonesia dapat terus menghasilkan karya dengan kreasi dan kualitas terbaik, karena setiap produk kerajinan merupakan representasi wajah bangsa di mata dunia.

“Semoga penyelenggaraan festival ini membawa manfaat bagi seluruh peserta, memperluas jejaring kerja sama, menggerakkan perekonomian kreatif nasional, serta menjadi ikhtiar bersama untuk mengangkat karya anak bangsa menuju panggung dunia,” tegasnya.

Kerajinan Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata 

Dalam konferensi pers yang berbeda, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Muchsin Ridjan mengungkapkan INACRAFT Festival 2026 diselenggarakan sebagai sebuah ajang baru yang diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar pameran kerajinan.

Festival ini disiapkan sebagai platform bisnis yang mempertemukan perajin, pelaku UMKM, desainer, pembeli (buyer), pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, hingga mitra industri dalam satu ekosistem untuk memperkuat daya saing produk kerajinan Indonesia.

Iklan

“Tahun ini kami menghadirkan penyelenggaraan yang lebih kolaboratif, lebih inklusif, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, pengrajin, desainer, komunitas kreatif, hingga buyer dari berbagai negara,” ujar Muchsin di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, pada Selasa (14/7/2026).

Inacraft. MOJOK.CO
Pintu masuk INACRAFT 2026. (sumber: Humas DIY)

Menurut Muchsin, INACRAFT Festival merupakan komitmen organisasi dalam mendorong industri kerajinan Indonesia agar semakin inovatif, berdaya saing, dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

“INACRAFT Festival adalah bukti nyata bahwa kerajinan Indonesia memiliki tempat yang kuat di pasar nasional maupun internasional. Kami berharap media dapat membantu menyampaikan semangat ini kepada masyarakat luas,” papar Muchsin.

Tuga pilar utama INACRAFT

Sementara itu, Project Officer INACRAFT Festival ASEPHI, Emirita LN Pratiwi menerangkan penyelenggaraan perdana festival menghadirkan tiga pilar utama, meliputi Festival Program, Business Program, dan Education Program.

Pilar-pilar tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi peserta maupun pengunjung. Keterwujudannya dapat dilihat melalui kegiatan pameran kerajinan nusantara dan internasional, fashion show, festival kuliner nusantara bertajuk Pasar Kangen, community performance, aktivasi merek dan sponsor, Craft Tour, Royal Talks, hingga Podcast Studio.

Sedangkan, Business Program akan menjadi salah satu daya tarik utama karena difokuskan untuk menciptakan transaksi dan kemitraan bisnis melalui Business Networking & Craft Connect. Program tersebut membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha, pembeli, distributor, hingga calon investor, sehingga peluang kerja sama tidak berhenti pada transaksi selama pameran.

“Ekosistem bisnis yang kami bangun diharapkan mampu menciptakan transaksi yang berkelanjutan serta memperluas jaringan pasar produk kerajinan Indonesia,” kata Emirita.

Adapun, selain aspek bisnis, festival juga menghadirkan Education Program yang berisi Talkshow & Creative Forum, lokakarya interaktif, demonstrasi produk, hingga Craft Corner. Program edukasi ini dirancang agar pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai proses kreatif di balik produk kerajinan Indonesia.

***

Sebagai informasi, INACRAFT Festival 2026 menghadirkan empat kategori produk kriya pilihan yang merepresentasikan keunggulan kerajinan Indonesia. Keempat kategori tersebut meliputi Wastra Indonesia; Bag, Shoes, Wellness & Beauty; Jewelry & Accessories; serta Home Decor & Furniture. Setiap kategori dipilih untuk menampilkan inovasi, kualitas, dan nilai budaya yang menjadi identitas sekaligus kekuatan kriya Nusantara.

Tiket masuk pameran INACRAFT Festival 2026 gratis, namun pengunjung tetap perlu melakukan reservasi terlebih dahulu melalui https://inacraftfestival.com/register-visitor. Setelahnya, QR Code akan dikirimkan melalui email dan hanya berlaku untuk satu orang.

Humas Pemda DIY

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2026 oleh

Tags: festival kerajinaninacraftJogjakerajinan Indonesiapameran kerajinanpasar kangenYogyakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO
Bidikan

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO
Kabar

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.