Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

5 Warung Makan di Jogja yang Gratiskan Makanan untuk Mahasiswa Rantau Asal Sumatra Akibat Bencana

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
4 Desember 2025
A A
Warung makan gratis buat Mahasiswa Asal Sumatra yang Kuliah di Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - warung makan di Jogja gratiskan menu untuk mahasiswa perantau asal Sumatra yang kuliah di Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah warung makan di Jogja memberikan makan dan minum gratis bagi mahasiswa maupun warga perantauan asal Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir dan longsor.

***

Banjir bandang dan longsor di Sumatra berdampak secara tidak langsung ke mahasiswa perantauan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Jogja. Mereka yang biasanya menunggu kiriman uang dari orang tua guna memenuhi kebutuhan hidup, seolah tak sampai hati untuk meminta langsung ke keluarga.

Meskipun bencana di Sumatra belum ditetapkan sebagai bencana nasional, tapi secara data kerugian yang dialami warga Sumatra termasuk parah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut per Rabu (3/12/2025) pukul 15.33 WIB, terdapat 811 orang korban meninggal, 623 orang dilaporkan hilang, dan sekitar 2.600-an orang luka-luka.

Selain kehilangan banyak nyawa, warga juga kehilangan rumah dan mata pencaharian. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bahkan memperkirakan jika kerugian ekonomi akibat bencana mencapai Rp68,67 triliun.

Beruntung–meski tak bisa dikatakan begitu, nilai-nilai kemanusiaan masih tersisa di tengah duka Sumatra. Banyak masyarakat dari luar daerah yang sukarela mengulurkan tangan mereka. Salah satunya, pemilik-pemilik warung makan di Jogja.

#1 Kedai Nasi Lemak Jasa Ayah

Pemilik Kedai Nasi Lemak Jasa Ayah, Siti Hajnia sejatinya merupakan warga asal Bireuen, Banda Aceh. Saat mendengar berita banjir dan longsor di Sumatra, Siti langsung menghubungi keluarganya tapi belum ada kabar karena sinyal komunikasi terputus.

“Kita ingin bantu, cuma bingung karena nggak ada yang bisa dihubungin. Mau kirim bantuan pun, jalurnya banyak yang terputus. Nggak ada listrik berhari-hari, otomatis secara ekonomi juga pasti lumpuh,” kata Siti dikutip dari Instagram, @nasilemakjasaayah, Kamis (4/12/2025).

Dari situ, Siti mulai berpikir bahwa ada mahasiswa perantauan asal Sumatra yang pasti juga kesulitan. Oleh karena itu, lewat usaha kulinernya yang adai di Jogja dan Malang ia ingin memberikan makanan gratis bagi mereka. 

“Kami tahu kampung halaman sedang tidak baik-baik saja, dan kami tahu rasanya menunggu kabar dari rumah sambil tetap harus bertahan di perantauan. Kalau keluarga di rumah sedang kesulitan kirim uang karena situasi belum membaik, jangan tahan lapar, datanglah ke Jasa Ayah cabang mana pun.”

Nasi Lemak Jasa Ayah cabang Jogja punya dua lokasi, yakni Jalan Sekar Dwijan No.14, Klitren serta Jalan Wiratama No.82, Tegalrejo. Cukup menunjukkan KTP, mahasiswa perantau Aceh bisa mendapatkan makan dan minum gratis.

#2 Warung Makan Nusantara di Jogja

Warung Makan Nusantara terletak di Jalan Garuda, Kepanjen, Banguntapan, Bantul. Lewat pengumuman pemilik warung di media sosial, ia menggratiskan makan dan minum untuk masyarakat ber-KTP Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tinggal di Jogja. 

“Kami tahu hati kalian pasti resah memikirkan kondisi di kampung halaman, saat sedang jauh di Jogja. Jika saat ini keluarga di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sekitarnya kesulitan mengirim uang karena situasi belum membaik. Jangan khawatir dan jangan sampai menahan lapar! Warung Makan Nusantara mengajak kalian untuk makan gratis!” tulis pengumuman tersebut.

Untuk mendapat makanan dan minuman gratis, mereka harus datang ke outlet secara langsung. Dengan menunjukkan KTP, mereka bisa menikmati menu secara gratis.

Iklan

“Bantuan ini akan kami teruskan sebagai bentuk dukungan hingga kondisi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan daerah yang terdampak lainnya mereda serta semuanya kembali lancar. Fokuslah pada perkuliahan dan perjuangan kalian di tanah rantau,” tulis pemilik warung.

#3 Warung Kopi Perdjuangan

Sesuai dengan tagline-nya, Warung Kopi Perdjuangan atau Warkoper punya semangat kesetiaan dalam garis perjuangan. Warkop yang terletak di Tegal Turi 58, Umbulharjo, Giwangan itu menggratiskan makan dan minum untuk mahasiswa perantau dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat di Jogja.

“Tak perlu riau, Jogja adalah rumah bagi cerita perdjuangan. Kalau untuk bertahan satu hari lagi karena keluarga di kampung masih belum pulih dari bencana, biarkan kami menemanimu. Kamu tidak sendiri,” dikutip dari Instagram @wakopperdjuangan, Kamis (4/12/2025).

Warkoper memiliki tempat yang luas dan nyaman, serta gratis WiFi. Warung ini buka dari pukul 09.00 WIB sampai 23.00 WIB. Khusus mahasiswa perantauan Sumatra, pemilik warung mengajak mereka untuk makan dan minum di sana secara gratis.

“Kami tahu hatimu sedang tidak di rumah. Di saat kabar dari kampung membuat dada sesak, Jogja ingin jadi tempat paling aman untukmu berteduh. Kalau hari ini terasa berat untuk bertahan, biarkan kami menggenggam sedikit bebanmu. Makan dan minum di Warkop Perdjuangan, biar kami yang urus.”

#4 Warung Taburai cabang Jogja

Sebagai bentuk kepedulian akibat bencana yang telah terjadi Sumatra, Warung Taburai memberikan program makan gratis bagi kawan perantau yang berasal dari Sumatera. Caranya dengan menunjukkan KTP guna mengklaim ayam kecombrang paket hemat.

“Makanan gratis berlaku mulai khusus dine in pada Selasa (2/12/2025) hingga Kamis (4/12/2025). Berlaku di seluruh cabang Warung Taburai kecuali Batam dan Tembesi,” tulis Warung Taburai di Instagram resmi mereka.

“Untuk kawan Taburai yang sedang jauh dari keluarga tetap kuat,” lanjutnya.

Warung Taburai di Jogja terletak di Jalan Kaliurang No. 23, Sleman. Warung ini baru buka pada akhir Oktober 2025.

#5 Kedai Sabalingga

Pemilik Kedai Sabalingga merupakan seorang seniman sekaligus aktivis. Ia bernama Muhammad Miftahur Rizaq. Melihat bencana yang terjadi di Sumatra, Rizaq menyediakan paket sembako dan makanan gratis bagi mahasiswa perantauan asal Sumatra yang kuliah di Jogja.

Ia membuka Kedai Sabalingga miliknya yang terletak di Nogotirto, Gamping, Sleman tanpa syarat apa pun. Hal itu diumumkannya di media sosial pribadinya sejak Senin (29/11/2025).

Rizaq tak mengharuskan mahasiswa untuk datang, sebab bantuan tersebut bisa ia kirim lewat jasa ojek online (ojol). Selain itu, mahasiswa juga bisa belanja sembako di warung terdekat lalu mengirimkan bukti foto barcode pembayaran.

Aksi Rizaq sebetulnya sudah ia lakukan jauh sebelum bencana Sumatra terjadi. Ia sering memberikan bantuan ke lansia hingga kelompok pekerja di Jogja. Sesuai dengan akronim kedainya, ‘saling bantu, saling jaga’ alias Sabalingga. Semua sembako itu ia modali dengan kantong pribadi.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kedermawanan Penjual Kopi di Jogja, Menyalurkan Makanan Berlebih kepada Mahasiswa dan Orang-orang yang Membutuhkan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2025 oleh

Tags: banjir dan longsorbencana SumatraJogjaMahasiswamahasiswa asal Acehmahasiswa sumatraMakan gratiswarung makan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO
Esai

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.