Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Makan Sepuasnya Bayar Seikhlasnya di Kopi Lali Jogja Milik Pensiunan BUMN, Pantang Rugi Selama 4 Tahun

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
16 Februari 2024
A A
Kopi Lali, rumah makan bayar seikhlasnya di Jogja punya pensiunan BUMN.MOJOK.CO

Ilustrasi Kopi Lali (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kopi Lali Jogja, sebuah rumah makan yang menerapkan bayar seikhlasnya untuk semua menu tanpa syarat tertentu. Berdiri sejak 2020, rumah makan milik seorang pensiunan BUMN itu nyatanya terus bertahan bahkan laris sampai sekarang.

Kopi Lali merupakan sebuah rumah makan yang terletak di daerah utara Jogja. Tepatnya di Beneran, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Rasa penasaran membuat saya melawat ke lokasi tersebut pada Jumat (16/2/2024), pagi jelang siang. Menelusuri Jalan Palagan arah lereng Gunung Merapi yang masih asri.

Letak warung makan milik pensiunan BUMN ini memang agak jauh dari pusat kota. Namun, sesampainya di sana tampak ada beberapa mobil ber-plat luar daerah yang terparkir. Tidak terlalu ramai namun tidak juga sepi. Suasananya pas untuk menikmati makananan dengan nuansa perdesaan.

Konsep bangunan Kopi Lali mirip dengan Kopi Klotok yang konstruksinya terbuat dari kayu. Sehingga menyatu dengan lingkungan sekitar yang masih dikelilingi perkebunan warga.

Saat masuk ke dalam, tampak kotak bertuliskan “Ojo lali bayar di sini seikhlasnya” persis di samping etalase berisi beragam menu makanan. Selain itu, menu-menunya memang terlihat unik. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah oseng salak. Maklum, salak memang salah satu komoditas unggulan di Sleman.

“Mau makan apa Mas? Pakai nasi putih atau nasi rempah?” kata seorang pelayan memecah lamunan saya saat melihat deretan menu.

Saya memilih menggunakan nasi rempah karena penasaran. Selanjutnya, saya menunjuk lodeh kluwih sebagai menu pendamping. Tak ada batasan untuk memilih berapa jenis menu. Nasi pun kalau kurang bisa tambah.

“Tapi sepertinya nggak cocok Mas kalau lodeh kluwih pakai nasi rempah. Nanti tabrakan,” saran pelayan itu.

menu-menu rumah makan kopi lali.MOJOK.CO
Deretan menu Kopi Lali (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Baiklah, saya mencoba berbagai menu lain yang tersedia. Saya tunjuk rica jengkol, oseng lali, oseng salak, dan pelor alias tempe telor. Nama-nama menunya memang unik. Selain menu itu, ada beberapa pilihan lain seperti soun mlinjo, botok ikan, gongso, dan sejumlah masakan lain yang totalnya sekitar 10 menu.

Rumah makan bayar seikhlasnya mampu bertahan 4 tahun

Tak berlama-lama, saya lahap menu pilihan. Rasanya tidak mengecewakan. Nasi rempahnya gurih dan rica jengkolnya pedasnya nendang. Selain itu, ternyata oseng salaknya juga enak meski awalnya saya agak sedikit meremehkan.

kopi lali di Jogja.Mojok.co
Seporsi nasi rempah dengan beragam lauk ditambah teh rempah (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Sekar Soca (25), pengunjung Kopi Lali bercerita kalau ia juga terkesan dengan oseng salak yang ternyata enak. Manis dan gurihnya cocok sebagai teman makan nasi.

“Kalau menurutku yang enak juga teh rempahnya. Hangat dan khas banget,” katanya.

Soca datang ke rumah makan ini untuk pertama kalinya karena dapat rekomendasi dari tantenya. Kebetulan, saat itu ia sedang liburan di Jogja karena cuti kerja dari Jakarta. Saat sedang latihan berkuda di daerah utara Jogja, ia disarankan untuk menjajal menu rumah makan ini.

“Emang khas sih, walaupun bayar seikhlasnya ternyata masakannya nggak ala kadarnya. Enak,” tuturnya.

Pengunjung yang menikmati menu Kopi Lali saat itu tampak berasal dari beragam kalangan. Ada sekolompok bapak-bapak, keluarga, hingga mahasiswa menggunakan korsa organisasi yang barangkali ingin makan terjangkau.

Selepas makan dan menikmati suasana, saya pun menata piring dan gelas kotor, lantas mengembalikannya ke wadah yang tersedia. Selembar uang saya masukkan ke kotak. Meski seikhlasnya, dengan makanan yang enak, hati rasanya ingin membayar yang agak pantas.

Barangkali itulah yang dirasakan oleh kebanyakan pengunjung Kopi Lali. Meski seikhlasnya, mereka memberi apresiasi untuk masakan yang dibuat sepenuh hati.

Pemiliknya seorang pensiunan BUMN

Rumah makan ini berdiri sejak 2020 silam. Pemiliknya bernama Sujarwo, sosok pensiunan dari BUMN Bank Mandiri. Di berbagai media, ia tidak banyak menceritakan soal warungnya. Pernah ada tulisan singkat di KRJogja.com di mana Sujarwo bercerita bahwa sistem bayar seikhlasnya tidak membuatnya merugi.

Iklan

“Nyatanya kami terus buka, dan makanan selalu tersedia” Kata Pak Sujarwo.

kopi lali jogja.mojok.co
Suasana Kopi Lali di siang hari (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Saya sebenarnya sempat kontakan dengan sosok Pak Sujarwo pensiunan BUMN ini. Namun, mempersilakan saya untuk meliput warungnya saja. Kalau wawancara ia tidak berkenan.

Satu hal yang jelas, rumah makan di utara Jogja ini layak untuk kalian sambangi. Bayar seikhlasnya dengan menu yang Istimewa.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Warung Sate Kang Jilan, Kuliner Mewah Imogiri yang Dulunya Tak Semua Orang Bisa Membeli

Ikuti berita terbaru dari Mojok di Google News

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2024 oleh

Tags: Jogjakopi lalirumah makanslemanwarung kopi
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.