Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Juni 2026
A A
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

ilustrasi - Gen Z kerja keras untuk konser K-Pop. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai Gen Z yang merupakan karyawan swasta, Vira (28) dan Alfiyani (27) paham betul bahwa kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Namun, hal itu tak mengurungkan niat mereka untuk membeli tiket konser K-Pop pada tahun 2026 ini.

Jeritan hati Gen Z yang habiskan gaji untuk keluarga

Bagi Vira, seorang Gen Z sekaligus generasi sandwich, menonton konser K-Pop jadi salah satu bentuk balas dendam terbaiknya setelah pontang-panting bekerja untuk menopang ekonomi keluarga, alih-alih dapat memenuhi kebutuhan dirinya.

Iklan

“Kali ini, I choose myself karena dari kerja pertama kali sampai sekarang, aku sudah lebih sering mendahulukan orang lain. Bahkan gaji pertamaku selama setahun tepatnya semasa Covid-19, itu full untuk keluarga,” kata Vira saat dihubungi Mojok, Rabu (24/6/2026).

“Begitu juga dengan gaji di pekerjaan kedua dan ketigaku. Semuanya kuberikan untuk menanggung ekonomi keluarga,” lanjutnya.

Pada akhirnya Vira sadar, tak salah jika dia ingin memprioritaskan dirinya di tahun ini. Di saat teman-temannya sudah memiliki aset pribadi, Vira bahkan tak mampu membeli motor dengan tabungannya sendiri, walaupun sudah bekerja selama kurang lebih 6 tahun.

Ingin ikut konser K-Pop sejak lama

Di hari-hari terberatnya, lagu-lagu BTS menjadi teman baik Vira. Meskipun sebagian orang menganggap boy group asal Korea Selatan itu kemayu atau menye-menye, tapi karena lagu-lagu dari merekalah, Vira tak menyerah hingga hari ini.

“Fase remaja, saat aku masih terombang-ambing mencari cita-cita, di saat aku tidak tahu melangkah ke mana atau di saat aku merasa tidak memiliki jati diri. Lagu-lagu mereka menyelamatkanku,” tutur Vira.

Ada banyak lagu BTS yang liriknya bikin Vira terenyuh, tapi kalau hanya diperbolehkan memilih satu album, Vira akan memilih “Love Yourself: Answer” yang dirilis tahun 2018. Sebab album itu mampu membuatnya healing.

“Lagu-lagu mereka mengajarkanku untuk ‘love yourself’, yang bisa diartikan sebagai hal yang positif. Artinya, tetap ada batasan mencintai diri sendiri secara seimbang. Selain itu, tidak apa-apa untuk terlihat lemah, bahkan saat kita tidak punya mimpi sekalipun,” tutur Gen Z asal Surabaya itu.

Walaupun sudah mendengarkan lagu-lagu BTS sejak lama, baru tahun ini Vira akhirnya bisa membeli tiket konser K-Pop secara langsung. Apalagi, konser ini menjadi salah satu momen comeback mereka.

“Dulu mungkin waktunya terasa kurang pas, karena saat mereka datang, kondisi ekonomiku sedang tidak baik-baik saja. Namun kali ini, aku berusaha tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertemu boy group yang lagu-lagunya membantuku bangkit,” kata Vira.

Beli tiket konser K-Pop untuk self reward

Sebelum war tiket BTS pada Juni ini, Vira mengaku sudah menabung selama berbulan-bulan. Salah satunya dengan menyisihkan gajinya sedikit demi sedikit untuk membeli emas. Karena dengan begitu, nilai mata uangnya bisa tetap sama. 

Hingga akhirnya, Vira mampu mengumpulkan uang sebesar Rp9 juta untuk menonton konser BTS pada tanggal 26, 27, dan 29 Desember 2026 nanti. Biaya itu sudah termasuk tiket konser K-Pop, keanggotaan, transportasi, dan makan di Jakarta.

“Walaupun angkanya terlihat besar hanya untuk sebuah ‘hiburan’, angka ini bahkan tidak sampai 10 persen dari yang ku keluarkan untuk keluarga selama ini,” ucapnya.

Iklan

“Dan aku termasuk orang yang suka membeli experience alias tidak terlalu suka beli barang, karena jujur aku adalah orang yang suka menimbang-nimbang kalau beli barang. Keputusannya akan sangat lama dan terkesan ‘pelit’ untuk diri sendiri,” lanjutnya.

Penuhi inner child yang dulu tak kesampaian

Jika Vira menghabiskan uang sebesar Rp9 juta untuk satu kali konser K-Pop, Alfiyani butuh uang sekitar Rp6 juta untuk menonton konser EXO pada 6-7 Juni 2026 lalu. Salah satu boy group yang lagu-lagunya bikin Alfiyani nostalgia semasa SMP.

“Sebetulnya mereka pernah konser di Jakarta tahun 2019. Tepat saat aku masih kuliah dan tentu saja belum ada uang untuk beli tiket konser K-Pop, mau minta ke orang tua juga tidak mungkin ya hehe,” tutur Alfiyani dihubungi secara terpisah.

Setelah bekerja selama bertahun-tahun, Alfiyani akhirnya bisa menonton konser K-Pop, bahkan menjadi rutinitas tahunan. Tahun ini misalnya, dia tak hanya menonton EXO tapi juga NCT Wish. Tahun sebelumnya, dia menonton NCT Wish dan NCT Dream. 

Dengan pengeluaran yang terbilang besar, Alfiyani tak merasa sia-sia. Bahkan ketika dia harus mengorbankan waktunya dengan tidak nongkrong bersama teman. Karena, kata dia, hal itu bisa dilakukan kapan saja, sedangkan bertemu idol tidak bisa.

“Bahkan sekarang lagi tren konten ‘usahakan nonton konser selagi full member’, jadi itu juga yang memotivasiku sih. Walaupun kemarin yang EXO juga nggak lengkap, nggak papa karena aku lebih memenuhi inner child aja sih hehe,” ujar Gen Z asal Surabaya itu.

Datang konser K-Pop sama dengan wisata masa lalu

Ada beberapa alasan lain yang membuat Alfiyani suka menonton konser K-Pop. Selain bisa melihat langsung idol yang dia suka, Alfiyani juga sering mengamati bagaimana konser K-Pop itu dibuat.

Secara konsep, kata dia, konser K-Pop punya ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda dari pertunjukkan musik lain. Misalnya, penggunaan lightstick, koreografi yang sinkron, interaksi penggemar yang terstruktur, hingga euforia saat fanchant yakni kejadian penonton meneriakkan yel-yel khusus seperti nama anggota atau lirik di sela-sela lagu.

Sementara itu, fan project merupakan istilah yang digunakan penggemar sebagai bentuk koordinasi proyek kejutan. Misalnya, mengangkat banner bertuliskan pesan khusus atau bernyanyi bersama lagu tertentu secara acak saat encore. 

“Kami juga sering berinteraksi dengan idol lewat banner supaya di-notice. Walaupun nggak sedikit juga yang bawa banner, tapi kami percaya diri ajalah,” kata Alfiyani.

Selain banner, menyalakan lightstick bersama-sama dengan penonton juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Alfiyani saat konser K-Pop. Lebih dari sekadar aksesori, lightstick juga menjadi simbol kebanggaan sekaligus dukungan bagi penggemar kepada idola mereka.

Pengalaman itulah yang juga ingin dirasakan Vira. Selain mendengarkan musik yang menemani masa sulitnya, hadir di konser K-Pop sama dengan ikut travelling atau pergi ke tempat baru, sekaligus bertemu dengan dirinya di masa lalu.

“Jadi ini bukan hanya soal bertemu idol, tapi bertemu dengan diri di masa lalu. Aku bisa berkata bahwa sampai saat ini aku baik-baik saja, dan hei kita bahkan bisa datang ke konser yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan kita akan bisa datang!” tutur Vira.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2026 oleh

Tags: BTSEXOGen Zgenerasi sandwichkonser K-Popnonton konsertiket konser
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO
Urban

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO
Eksplor

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO
Urban

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.