Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Juni 2026
A A
tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

ilustrasi - tips menabung konser di situasi ekonomi yang sedang sulit. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi sebagian orang menonton konser adalah healing terbaik, apalagi bisa mendengar suara penyanyi favorit mereka secara langsung. Bahkan ada yang rela menabung berbulan-bulan hingga begadang untuk war tiket. Hal itulah yang dirasakan oleh Alfiyani (27) saat menonton konser EXO.

Konser yang diadakan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta selama dua hari, yakni tanggal 6-7 Juni 2026 itu telah Alfiyani nanti-nanti sejak lama. 

Iklan

“Aku suka EXO dari tahun 2013 saat aku masih SMP kelas 3 hingga 2026, baru kali ini aku ada kesempatan, waktu, dan uangnya untuk bisa hadir di konser mereka,” kata Alfiyani saat dihubungi Mojok, Jumat (19/6/2026).

Sebetulnya dalam kurun waktu tersebut, EXO pernah mengadakan konser di Jakarta pada tahun 2019. Namun tetap saja, Alfiyani tak bisa menonton karena belum punya penghasilan sendiri. Mau minta ke orang tua pun, kata dia, tidak akan diizinkan.

Mengurangi hangout bareng teman untuk nonton konser

Beruntung, setelah lulus kuliah, Alfiyani berhasil menabung dari hasil pekerjaannya sebagai seorang akuntan. Dari hasil gajinya yang berkisar Rp8 juta per bulan, Alfiyani masih harus menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya selama berbulan-bulan.

“Caranya dengan menentukan skala prioritas pengeluaran. Pengeluaran untuk membeli tiket konser ini masuk ke kategori pengeluaran liburan atau entertainment dalam catatanku. Ketika sudah ada keinginan untuk menonton konser di tahun ini, aku akan mengurangi pengeluaran dengan kategori yang sama,” ujar Alfiyani. 

Misalnya begini, kata Alfiyani menjelaskan, jika tahun ini dia sudah pernah menonton konser maka dia harus mengorbankan ajakan liburan dari teman-temannya, serta mengurangi intensitas hang-out setiap bulannya. 

Dalam kurun waktu hampir satu tahun, Alfiyani pun berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp6 juta. Uang itu kemudian dibagi-bagi untuk kebutuhan biaya tiket konser dan kartu keanggotaan sebesar Rp4,5 juta. Lalu sisanya untuk tiket kereta pulang-pergi, transportasi, serta makan di Jakarta. 

“Aku memang mengincar section yang agak depan atau kalau bisa VIP sebagai first experience nonton konser. Jadi kalau in this economy kenapa aku masih bisa ngonser, sebetulnya karena aku dari dulu sudah menabung tiap bulan dan punya rencana dari awal,” jelasnya. 

Usahakan nonton konser selagi full member

Dengan pengeluaran sebesar Rp6 juta, Alfiyani tak merasa sia-sia. Bahkan ketika dia harus merelakan waktunya bersama teman-teman. Sebab bagi Alfiyani, nongkrong bareng teman bisa dilakukan kapan saja, sedangkan untuk bertemu idol tidak bisa. 

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Toh, ketika konser dia juga bertemu dengan banyak orang yang memiliki minat sama. Selain itu, dia juga bisa berinteraksi langsung dengan idol. Walaupun kadang-kadang harus berusaha lebih. Misalnya dengan membuat banner agar diperhatikan oleh sang idol.

“Bahkan sekarang lagi tren konten ‘usahakan nonton konser selagi full member’, jadi itu juga yang motivasiku sih. Walaupun kemarin yang EXO juga nggak lengkap, tapi nggak papa karena aku lebih memenuhi inner child aja sih hehe,” ujar Alfiyani.

Salah satu lagu milik EXO yang paling ingin dia dengarkan adalah Don’t Go atau 나비소녀 (Gadis Kupu-kupu). Lagu ini merupakan b-side dari album XOXO yang rilis di tahun 2013. Liriknya menggambarkan soal perasaan cinta yang mendalam kepada seseorang.

“Aku sangat suka lagu ini sebenarnya bukan karena relate dengan liriknya tapi karena suka dengan musik dan perpaduan suara member di lagu ini. Musik dan vokal mereka beneran wow banget,” kata Alfiyani.

Iklan

Membayar inner child dan self reward saat dewasa

Karena musiknya yang terasa hangat dan menenangkan, Alfiyani sering memutar lagu Don’t Go di setiap situasi bahkan sejak dirinya remaja hingga dewasa. Baik didengarkan sebelum tidur, menemani dirinya bekerja, maupun saat bersantai. 

Apalagi, lagu tersebut dirilis saat anggota EXO masih lengkap, yakni sebanyak 12 orang. Hal itu pun mengingatkan Alfiyani pada masa dulu ketika dirinya masih menjajaki bangku sekolah. Momen yang terkadang membuatnya rindu.

Siapa sangka, kini Alfiyani sudah dewasa dan bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Dia pun ingin memenuhi keinginannya untuk menonton konser. Selain bisa melihat langsung idol yang dia suka, suasana konser juga membuatnya bahagia. Ibarat self reward dari pekerjaan yang melelahkan.

“Tema konser dan lighting-nya membuat lagu yang dibawakan semakin keren, hingga bisa menikmati langsung lagu-lagu b-side yang jarang ditampilkan selain di konser. Terlebih, ini adalah keinginanku sejak lama untuk bisa merasakan langsung konser EXO,” ucap Alfiyani.

Penulis: Aisyah Amira Wakang 

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2026 oleh

Tags: inner childKonserkonser EXOnonton konserself rewardtiket EXOtips menabung
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO
Kuliner

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO
Sehari-hari

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
Pilih gaya hidup irit dan pelit ke diri sendiri demi keluarga. Tiap mencoba self reward merasa berdosa MOJOK.CO
Urban

Selalu Pelit ke Diri Sendiri demi Hidupi Keluarga, Tiap Mau Self Reward Pasti Merasa Berdosa padahal Tak Seberapa

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda MOJOK.CO

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: Sadarkan Anak Muda Jamu Bukan Minuman Kuno, Tapi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

6 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.