Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Selalu Pelit ke Diri Sendiri demi Hidupi Keluarga, Tiap Mau Self Reward Pasti Merasa Berdosa padahal Tak Seberapa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
11 Februari 2026
A A
Pilih gaya hidup irit dan pelit ke diri sendiri demi keluarga. Tiap mencoba self reward merasa berdosa MOJOK.CO

Ilustrasi - Pilih gaya hidup irit dan pelit ke diri sendiri demi keluarga. Tiap mencoba self reward merasa berdosa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak setiap orang punya kemewahan untuk self reward. Sekalipun itu berupa hadiah sederhana. Ada juga orang yang lebih memilih hidup irit dan pelit ke sendiri karena harus memberikan apa yang ia punya kepada keluarganya. Tiap mau menghadiahi diri sendiri justru merasa berdosa. 

***

Iklan

Potongan video di Instagram tentang “Kecenderungan seseorang yang kerap pelit ke diri sendiri” banjir komentar. Banyak yang mengaku relate dengan situasi tersebut. Salah satunya adalah Erdi (26), seorang pekerja di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Erdi mengaku kerap mengenyampingkan bahkan menghapus sama sekali keinginan pribadinya. Sebab, setiap keinginan itu muncul—sesederhana apapun—selalu berkelindan bersama bayang-bayang ibu dan adiknya di rumah. 

Yang terjadi kemudian: Erdi hanya akan menghela napas panjang. Lalu pelan-pelan melupakan. Kepada dirinya, Erdi merasa harus hidup irit dan pelit. Karena ada dua orang yang harus ia bahagiakan. 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yesi Nurini | Certified Hypnotherapy (@yesi.nurini)

Terlalu irit dan pelit ke diri sendiri karena tuntutan mengalah ke adik

Terlalu irit dan pelit ke diri sendiri rasa-rasanya sudah tertanam di diri Erdi sejak kecil. Ia dan adiknya berjarak sembilan tahun. Oleh karena itu, sejak kecil ia terpaksa harus sering mengalah. 

Misalnya, sesederhana tas sekolahnya sudah saatnya ganti. Namun, karena di saat yang bersamaan sang adik menginginkan sesuatu, alhasil Erdi memilih untuk menahan dulu keinginannya.

Satu-satunya keinginan besar yang tidak bisa ia tahan adalah: kuliah. Tapi itu pun ia putuskan untuk kuliah sambil kerja di Surabaya. Meskipun, beruntungnya, ia juga akhirnya menerima beasiswa Bidikmisi (sekarang KIP Kuliah).  

Orang tua berpisah, bapak tidak peduli lagi

Pada 2021, saat pandemi tengah memuncak, keluarganya diterpa badai masalah serius. Orang tuanya memutuskan berpisah (Erdi tidak bisa bercerita detail pada bagian ini). 

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Yang jelas, setelah itu sang bapak memilih tidak peduli, sekalipun pada adik Erdi yang saat itu masih SMP dan masih butuh uang saku. Karena ibunya pun tidak bekerja, Erdi mau tidak mau harus mengambil alih peran sebagai kepala keluarga. 

Iklan

“Untung 2021 itu aku lulus kuliah. Langsung cari kerjaan yang lebih baik (dapat di Sidoarjo), gajinya lebih banyak aku pulangkan ke ibu. Buat beliau dan adik,” ujar pemuda asal Jombang, Jawa Timur, Kamis (11/2/2026). 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yesi Nurini | Certified Hypnotherapy (@yesi.nurini)

Baca halaman selanjutnya…

Selalu membuang keinginan jauh-jauh, tiap mencoba self reward selalu merasa berdosa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2026 oleh

Tags: gaya hidup iritiritpelit ke diri sendiripilihan redaksisandwich generationself rewardtips irit
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO
Urban

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.