Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 Juli 2026
A A
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

side hustle sebagai perajin lembah plastik. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Side hustle kini bukan lagi alasan utama Gen Z untuk menambah pendapatan. Lebih dari itu, side hustle bisa menjadi solusi alternatif bagi Gen Z untuk bertahan hidup. Seperti kisah Yosep Kevin Dwiputra, alumnus Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) yang mendapat kebermaknaan dari mengubah limbah tutup botol plastik menjadi produk dengan nilai jual tinggi.

***

Iklan

Bermula dari keresahannya melihat timbunan tutup botol plastik di rumah, Yosep (26) pun merasa sayang jika harus membuang limbah tersebut. Padahal, benda kecil yang kerap dinilai tak berharga itu sebenarnya punya potensi ekonomi yang cukup besar asalkan dikelola dengan baik.

“Awalnya karena kebiasaan mengumpulkan limbah plastik tapi bingung mau diapain, kalau hanya dijual sampahnya, nilai jualnya juga rendah,” kata Yosep saat dihubungi Mojok, Senin (13/7/2026).

Setelah berselancar di dunia maya, Yosep pun menemukan ide untuk mencacah botol plastik menjadi papan yang bisa dibentuk. 

Lewat pengalamannya sebagai alumnus Unika Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Yosep mencoba mengembangkan papan plastik tersebut menjadi produk menarik.

Side hustle jadi perajin limbah botol plastik

Proses pengolahan limbah tutup botol plastik menjadi kerajinan ternyata tidak semudah bayangan Yosep. Apalagi, saat dia harus mencacah botol plastik dengan gunting manual, karena belum punya modal untuk membeli mesin pencacah.

Alhasil, proses pengerjaannya pun lumayan lama sehingga dia harus pintar-pintar membagi waktu. Dengan begitu, pekerjaan utamanya sebagai freelance graphic designer tidak terganggu karena side hustle.

“Sejauh ini pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan bisa saya lakukan di saat yang bersamaan, walaupun jam kerja jadi berantakan,” ucap lulusan Unika itu.

Di sisi lain, Yosep justru menjadikan kegiatan tersebut sebagai pelarian dari pekerjaan utamanya yang terus menatap layar. Seiring berjalannya waktu, Yosep pun mendirikan usaha kecil-kecilan seperti Circle Upcycle dan berhasil menjual produk buatannya.

Produk yang dijual antara lain gantungan kunci, cover buku, body jam tangan, nampan, coaster, aksesori, dan kancing. Meski untung yang dihasilkan tidak banyak, dia tetap bersyukur karena uang tersebut bisa dia putar lagi untuk kebutuhan membeli alat. 

“Saya coba beli alat alternatif yang lebih murah, seperti hotpress sablon sederhana. Dan ternyata bisa. Sampai sekarang, alat ini masih terus saya pakai untuk membuat produk-produk yang menarik,” kata Yosep.

Side hustle untuk menemukan kebermaknaan

Bagi Yosep, side hustle ini tidak berorientasi penuh pada uang, tapi sebagai langkah konkret dirinya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Sebab dia sadar, limbah tutup botol plastik dapat menjadi sumber mikroplastik yang mencemari lingkungan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by circle upcycle (@circleupcycle)

Melansir dari laman resmi Universitas Airlangga (Unair), mikroplastik dapat menyebabkan gangguan metabolisme, neurotoksisitas dan peningkatan risiko kanker pada manusia. Oleh karena itu, Yosep ingin turut berkontribusi menjaga lingkungan walaupun masih dengan upaya yang kecil.

“Kita tidak dapat memproses 100 persen mikroplastik, tapi kita akan berusaha sebaik mungkin. Makanya, fokus saya sebenarnya bukan untuk menjual produk, tapi sebagai bentuk kampanye dan ajakan untuk orang awam agar mereka bisa ikut terlibat dalam pengolahan limbah plastik, serta meningkatkan nilai jual dari sampah itu sendiri,” tutur Yosep. 

Iklan

Yosep juga berharap, Circle Upcycle kedepannya mampu berkembang sebagai komunitas peduli lingkungan khususnya limbah plastik dengan melibatkan ibu rumah tangga, anak muda, sampai bank sampah.

Kebahagiaan tak melulu soal uang

Cerita Yosep sekaligus membuktikan bahwa orientasi anak muda dalam melakukan side hustle tidak hanya untuk menambah pendapatan, melainkan juga sebagai pilihan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mencari kebermaknaan.

Hal itu sejalan dengan survei Deloitte yang menunjukkan bahwa 25 persen Gen Z mengambil side hustle untuk meningkatkan kemampuan mereka. Chief People and Purpose, Michele Parmelee berujar side hustle juga bisa jadi cara anak muda untuk monetisasi hobi.

Bagi Yosep, biaya hidup memang menjadi salah satu kekhawatiran utamanya. Apalagi di tengah situasi inflasi yang semakin naik dan harga kebutuhan sehari-hari yang makin mahal. Namun dia percaya, dalam hidup, yang dicari tidak melulu soal materi melainkan manfaat kita hidup di dunia. 

“Sebagai freelance yang menghabiskan banyak waktu bekerja di rumah, mengolah limbah plastik jadi hobi baru yang lumayan menjanjikan dari segi non-materi,” kata Yosep. 

Semangat Yosep ini juga tidak terlepas dari dukungan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Beberapa orang mungkin menganggap apa yang dilakukan Yosep sia-sia karena selama ini untung yang didapatkan tidak pasti. 

“Saya pun bisa bertahan sampai sekarang berkat dukungan dari keluarga dan teman-teman, bahkan merekalah yang membantu saya untuk promosi. Kelak, jika bisnis ini lancar, saya berencana untuk merekrut karyawan,” ujar alumnus Unika tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2026 oleh

Tags: alasan side hustlealumnus unikaGen Zgen z side hustleperajin limbahperajin tutup botol plastikside hustleUnika
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.