Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Gagal CPNS karena Dipaksa Orang Tua usai Lulus dari Unair, Pilih “Melarikan Diri” ke Bali daripada Overthinking dan Hidup Bahagia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 April 2026
A A
Gagal daftar CPNS usai lulus Unair, pilih slow living di Bali. MOJOK.CO

ilustrasi - gagal cpns dan pilih kerja di Bali. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Orang tua Mega* (25) barangkali sudah jengkel melihat kegiatan anaknya yang malas-malasan di rumah seperti makan, tidur, dan nonton film. Padahal, mereka tidak tahu perjuangan Mega untuk mencari kerja usai lulus dari Universitas Airlangga (Unair) dan daftar CPNS sesuai keinginan mereka.

Setelah lulus kuliah di Unair pada tahun 2019, Mega tak terhindar dari nasihat orang tuanya untuk segera daftar CPNS. Paling tidak, ayahnya yang juga seorang PNS paham bahwa pekerjaan tersebut lebih terjamin dari segi tunjangan dan gaji.

Iklan

Karena jengah dengan perintah tersebut, Mega akhirnya mendaftar CPNS dan gagal. Begitu Pula saat ia daftar di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Agar terhindar dari omelan ayah dan ibunya, Mega berusaha mencari kesibukan lain. Tapi tetap saja, omelan dari orang tuanya terus saja menghunjam telinganya.

Terpaksa turuti keinginan orang tua untuk daftar CPNS

Mega bukannya malas-malasan. Ia pun khawatir dengan masa depannya. Dari dulu, ia ingin menjadi independent women seperti yang sering ia lihat di media sosial. Pokoknya, setelah lulus dari Unair, ia ingin dapat duit.

Mega berharap bisa kerja apa saja, asal tidak PNS karena ia tidak suka kerja di bawah pemerintahan. Yang jelas, ia ingin kerja di Jakarta atau Bali. Sebab, ia lebih senang dengan pekerjaan yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang perilaku manusia, budaya, dan sosial, sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya saat kuliah.

“Baik di Jakarta maupun Bali, warganya kayak campur aduk. Nggak hanya orang asli sana, tapi ada orang Jawa, orang dari Timur, bahkan luar negeri. Intinya, semua suku melebur di sana,” kata Mega.

Tapi nyatanya, lulus dari kampus top tak bikin Mega mudah cari kerja. Ia bahkan mengirim minimal 20 lamaran kerja dalam sehari, hingga daftar sebagai management trainee (MT). Namun, dari 5 MT yang ia daftar, tak ada satupun yang menerimanya. 

“Aku kira lulus dari Unair bakal gampang cari kerja gitu kan, secara dia punya nama besar. Nyatanya nggak. Meskipun ada embel-embel universitas top, nggak jamin banget buat kita dapat kerja atau pekerjaan yang memang sesuai impian kita,” kata Mega dihubungi Mojok, Sabtu (11/4/2026).

8 bulan berlalu, Mega masih belum mendapat pekerjaan sesuai minatnya. Ia pun nyaris putus asa karena terlalu lama menganggur. Alhasil, ia mencari pekerjaan asal, misalnya menjadi staff event atau semacamnya. 

Tapi justru dari pekerjaan kecil-kecilan itu lah Mega belajar soal kepemimpinan dan manajemen. Ia bahkan diamanahi sebagai kepala branch manager di kotanya. Namun, pekerjaan itu hanya ia lakoni selama 3 bulan karena gajinya tak sesuai harapan.

Gagal CPNS setelah turuti kemauan orang tua

Karena kembali menganggur, Mega lagi-lagi harus tahan dengan omelan orang tuanya. Apalagi, saat acara kumpul keluarga. Bukannya diapresiasi karena sudah berusaha mencari kerja sampingan, Mega justru dibanding-bandingkan dengan anak tetangga maupun saudaranya.

Baca Halaman Selanjutnya

Iklan

Padahal lulusan Unair tapi karier mentok

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: alumnus Unairbudaya kerjaDaftar CPNSgagal CPNSkerja di baliPNSunair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Susahnya mahasiswa di kampus tanpa working space 24 jam: kerjakan tugas kuliah di kos burnout, ke coffee shop tidak punya uang MOJOK.CO

Susahnya Mahasiswa di Kampus Tanpa Working Space 24 Jam: Nugas di Kos Burnout, Ke Coffee Shop Tak Punya Uang

12 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

10 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Slow living boleh kalau tabunganmu nambah 1 miliar tiap bulan (Unsplash)

Slow living itu sekarang jatuhnya kemewahan tapi gaya hidup, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tabungannya nambah 1 miliar tiap bulan

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.