Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Lulusan S2 IT, Rela Tinggalkan Gaji 2 Digit demi Jadi Peternak di Bogor untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
3 Maret 2026
A A
lulusan s2 pilih slow living untuk wujudkan ketahanan pangan. MOJOK.CO

ilustrasi - Dewi Apriani pilih resign dari dunia IT dan menjadi peternak di Bogor. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Guna mengantisipasi ancaman krisis pangan di masa depan, Dewi Apriani (30) sudah mempersiapkan diri. Salah satunya resign dari pekerja kantoran di bidang IT. Kini, lulusan S2 Universitas Gunadarma tersebut menyibukkan diri jadi peternak ayam di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pada tahun 2016, saat Dewi masih berkecimpung di bidang IT, ia sempat berdiskusi dengan atasannya mengenai masa depan teknologi dan energi listrik di tengah besarnya gelombang PHK yang tidak bisa diprediksi. Kemudian Dewi berpikir, pekerjaan apa yang sekiranya tidak bisa digantikan oleh robot maupun AI tapi tetap dibutuhkan manusia.

Iklan

Akhirnya, Dewi memutuskan untuk membentuk pangan mandiri.

“Maka yang harus dilakukan adalah belajar berkebun, belajar beternak, pelajari sumber obat-obatan alami yang bisa tumbuh secara liar, serta amankan uang tunai dan pilih emas fisik,” ujar lulusan S2 itu saat dikonfirmasi Mojok, Senin (2/3/2026).

Pentingnya ketahanan pangan di masa kini

Dewi menjelaskan Indonesia adalah ancaman karena punya tanah yang subur, punya hutan sebagai paru-paru dunia sekaligus membantu keseimbangan iklim global. Tapi nyatanya, kata dia, Indonesia kini mengalami krisis iklim. Kesempatan inilah yang ditunggu oleh negara-negara maju untuk menyerang Indonesia di tengah krisis pendidikan, pemikiran, dan kelaparan.

“Sayangnya, respons dari kebanyakan kita dalam melihat isu perang dunia 3 ini adalah menyepelekan,” ucap lulusan S2 Sistem Informasi Universitas Gunadarma tersebut.

Diskusi Dewi bersama atasan kerjanya pun semakin dalam, hingga Dewi menyadari bahwa sektor pangan akan selalu menjadi kebutuhan dasar manusia yang tak tergantikan oleh mesin.

“Pada akhirnya saat krisis nanti, orang-orang akan saling berebut pangan dan akan lebih memilih menyimpan pangannya sendiri,” ujar Dewi.

Oleh karena itu, lanjutnya, manusia perlu belajar berkebun, beternak, hingga mempelajari sumber obat-obatan alami yang bisa tumbuh secara liar agar bisa bertahan hidup.

Baca Halaman Selanjutnya

Belajar ternak secara mandiri 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2026 oleh

Tags: jurusan sistem informasiKetahanan Pangankuliah s2peternak ayamresigns2slow living
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO
Sehari-hari

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO
Catatan

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO
Cuan

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Angkringan di Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan MOJOK.CO

Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan

22 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.