Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Mei 2026
A A
Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO

Endiah Puji Hastuti, lulus S3 ITB di usia 62 tahun. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Endiah Puji Hastuti berhasil membuktikan bahwa pendidikan merupakan perjalanan hidup sepanjang hayat, sekaligus ruang untuk terus berkembang tanpa terbatas usia. Di usia 62 tahun itu, Endiah mendapat gelar doktor dari Program Studi Rekayasa Nuklir, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Wisuda April 2026. 

***

Endah merupakan peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia merupakan lulusan S1 Teknik Kimia, Universitas Diponegoro dan S2 Rekayasa Energi Nuklir di ITB.

Ia pernah terlibat langsung dalam proses commissioning Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy pada akhir 1980-an, yaitu tahap pengujian dan pembuktian bahwa reaktor dapat beroperasi sesuai rancangan desainnya dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). 

Kesempatan melanjutkan studi doktoral hadir setelah BATAN bergabung dengan BRIN. Di usianya yang tak lagi muda, Endiah memutuskan mengambil peluang tersebut dan kembali menjadi mahasiswa ITB. Ia menegaskan bahwa keinginannya melanjutkan studi doktoral berangkat dari cita-cita yang belum sempat dituntaskan sejak lama.

“Kesempatan itu seperti awan. Kalau lewat di depan kita, ya harus diraih,” ucapnya dikutip dari laman resmi ITB, Senin (25/5/2026).

Tak ada beda saat seleksi ITB

Tak berbeda dengan calon mahasiswa lain, Endiah juga harus melalui proses seleksi doktor. Ia mengikuti seluruh persyaratan akademik, mulai dari Tes Potensi Akademik (TPA) hingga tes kemampuan bahasa Inggris. Menurutnya, tidak ada kemudahan khusus meskipun dirinya sudah tidak lagi muda.

“Usia 62 tahun tetap diminta lulus TPA dan TOEFL. Itu menjadi pembuktian bagi diri saya sendiri, apakah saya masih mampu secara kognitif untuk belajar,” kata dia.

Ia mengaku tantangan terbesar selama menjalani studi bukan berasal dari perbedaan usia dengan mahasiswa lain, melainkan bagaimana menjaga ritme belajar dan mengelola stres. Karena itu, ia menerapkan disiplin dalam membagi waktu dan menghindari kebiasaan belajar mendadak.

“Kalau waktu muda mungkin masih bisa sistem kebut semalam. Tapi kalau usia saya sekarang, itu bisa membuat stres dan sakit. Semuanya harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari,” ujar lulusan S3 Jurusan Rekayasa Nuklir ITB.

Antara peneliti, mahasiswa ITB, dan kehidupan pribadi

Lulusan S3 ITB di usia 62 tahun. MOJOK.CO
Peneliti BRIN dan mahasiswa S3 di ITB, Endiah Puji Hastuti. (Sumber: ITB)

Guna menyeimbangkan kesibukannya sebagai peneliti, mahasiswa, dan kehidupan pribadinya, Endiah tetap berusaha melakukan hobi. Salah satunya dengan jalan-jalan bersama teman-temannya, lalu aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan rumah, serta rutin melakukan olahraga ringan.

“Hidup itu harus seimbang. Jangan sampai sekolah terus, tapi kita malah tidak menikmati hidup,” katanya.

Dalam menjalani kehidupan akademik, Endiah juga banyak belajar dari budaya diskusi di ITB. Ia sering mengikuti seminar atau sidang mahasiswa lain untuk memperluas wawasan dan memahami cara dosen membedah suatu persoalan ilmiah secara mendalam.

“Hal yang terlihat sederhana bisa menjadi sangat ilmiah karena masukan dari dosen-dosen yang sangat mendalam,” ujarnya.

Iklan

Lulus S3 ITB dengan topik “penuaan reaktor”

Dengan menyeimbangkan hidup, Endiah berhasil meraih gelar S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB lewat disertasi yang berfokus pada pengembangan program manajemen penuaan, melalui sistem informasi perawatan Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy. 

Penelitian tersebut membahas bagaimana sistem perawatan dan dokumentasi reaktor dapat membantu memperpanjang usia operasional reaktor riset secara aman dan optimal. Menurutnya, Indonesia memiliki reaktor riset berdaya besar yang memerlukan pengelolaan jangka panjang agar tetap dapat beroperasi dengan baik.

“Harapan saya, generasi berikutnya bisa mengetahui sejarah perawatan reaktor, kondisi komponennya, dan langkah perbaikannya sehingga operasional reaktor tetap aman,” katanya.

Selain menyelesaikan studi doktoral, Endiah saat ini juga terlibat sebagai principal investigator dalam proyek penelitian internasional terkait aging management reactor bersama Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Selama masih berpikir artinya kita berkembang

Bagi Endiah, gelar S3 ITB di usia senja memiliki makna yang berbeda dibanding ketika diraih di usia muda. Jika pada usia muda gelar akademik sering dikaitkan dengan karier, maka pada fase hidupnya saat ini doktor menjadi simbol pencapaian pribadi dan perjalanan hidup yang tuntas.

“S3 ini membuktikan bahwa saya masih mampu berkembang dan belajar. Ini memberikan rasa percaya diri yang kuat dan rasa pencapaian yang lebih mendalam,” tuturnya.

Ia juga percaya bahwa belajar merupakan proses sepanjang hayat. Menurutnya, pembelajaran tidak selalu hadir dalam bentuk pendidikan formal, tetapi juga melalui aktivitas sehari-hari dan pengalaman hidup.

“Selama kita masih bisa berpikir, membaca, dan menulis, berarti kita masih bisa berkembang,” katanya.

Kepada generasi muda, khususnya perempuan, Endiah berpesan agar terus mengejar pendidikan setinggi mungkin selagi masih memiliki kesempatan. Ia sendiri terinspirasi oleh ibunya yang selalu menanamkan pendidikan sejak kecil. Nilai itu pula yang terus ia pegang hingga sekarang.

“Raihlah pendidikan setinggi mungkin selagi masih muda, supaya kesempatan yang bisa diraih juga semakin banyak,” pesannya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza 

BACA JUGA: Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2026 oleh

Tags: alumni ITBITBkisah inspiratifpeneliti BRINRekayasa NuklirS3topik disertasi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Sekolahan

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu MOJOK.CO
Sehari-hari

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu

4 Maret 2026
Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
Sekolahan

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO
Sekolahan

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajan Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Pamer Harta Sudah Ketinggalan Zaman: Tren Terbaru Ibu-Ibu Gang Kampung Adalah Flexing Utang Bank Emok. MOJOK.CO

Pamer Harta Sudah Ketinggalan Zaman: Tren Terbaru Ibu-Ibu Gang Kampung Adalah Flexing Utang Bank Emok

22 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Sikap atau reaksi pekewuh dan basa-basi ala orang Jawa jadi karakter yang justru merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Sikap Pekewuh dan Basa-basi Ala Orang Jawa bikin Repot Diri Sendiri, Sialnya Tak Gampang buat Terus Terang

21 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.