Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
2 Juni 2026
A A
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Ilustrasi - Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah keterbatasan ekonomi, Abdullah Rasyiid Hariyono mengelola beasiswa KIP Kuliah yang ia terima sebagai modal usaha. Hasilnya, ia bisa mandiri finansial. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhannya selama kuliah, tabu juga penopang ekonomi keluarga mengingat posisinya sebagai anak pertama.

Orang tua berpisah, jadi buruh garment sebelum lulus SMA

Situasi Rasyiid, sapaan akrabnya, berubah menjadi serba sulit setelah kedua orang tuanya memutuskan berpisah. Rasyiid dan adik-adiknya yang memilih tinggal bersama sang ibu harus berada dalam ekonomi terbatas.

Sebagai anak pertama dari empat bersaudara asal Sidoarjo itu, Rasyiid merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membantu sang ibu menghidupi keluarga.

“Sebagai anak pertama, saya harus ikut memikirkan kondisi keluarga. Saya dan ibu sama-sama berjuang agar adik-adik tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Rasyiid Senin (1/6/2026) usai prosesi wisuda di kampusnya, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).

Karena kesadaran tersebut, sebelum akhirnya menjadi mahasiswa dengan beasiswa KIP Kuliah, Rasyiid sempat bekerja sebagai buruh produksi borongan di sebuah garment yang memproduksi tas kecantikan.

Pekerjaan itu ia lakukan selama hampir satu tahun. Waktu itu, ia memanfaatkan sistem pembelajaran daring karena dalam situasi pandemi., sehingga bisa disambi bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

Meski dalam keterbatasan ekonomi, Rasyiid tetap menghidupkan mimpinya untuk kuliah. Hanya saja, langkahnya untuk menjadi mahasiswa pun tidak serta-merta mulus.

Setelah lulus SMA, ia belum langsung diterima di perguruan tinggi. Kendati demikian, sembari terus bekerja ia tetap mencari-cari informasi mengenai program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Tekad Rasyiid untuk kuliah pun akhirnya terwujud. Ia diterima sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus menjadi penerima Beasiswa KIP Kuliah. Ia mengambil Program Studi Teknik Elektro.

Beasiswa KIP Kuliah jadi modal usaha 

Baginya Rasyiid, Beasiswa KIP Kuliah benar-benar menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya “Beasiswa ini bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga memberikan kepercayaan bahwa saya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tuturnya.

Sejak kuliah, Rasyiid memanfaatkan betul uang saku Beasiswa KIP Kuliah secara produktif. Ia menyisihkan bantuan tersebut untuk membeli peralatan usaha secara bertahap.

Di masa-masa awal hendak merintis usaha, ia menyisihkan uang untuk membeli mesin cutting sticker bekas seharga Rp4 juta. Mesin itu menjadi aset pertama yang ia miliki sekaligus saksi perjuangannya sebagai anak pertama yang mengejar mimpi serta upaya menopang ekonomi keluarga.

Creative design dan digital printing. Itu lah usaha yang kemudian Rasyiid rintis dengan modal usaha dari menyisihkan uang saku Beasiswa KIP Kuliah, karena ia melihat peluang besar di sektor ini.

Dengan bekal pengalaman kerja di industri percetakan sebelumnya, Rasyiid melayani kebutuhan cetak serta media promosi untuk berbagai pelanggan, termasuk sektor korporasi dan industri.

Iklan

Usaha yang dirintisnya berkembang perlahan. Keuntungan yang diperoleh terus diputar untuk membeli peralatan produksi tambahan. Dari sini lah lahir kemandirian finansial yang membantunya tetap bertahan selama kuliah sekaligus menopang kebutuhan keluarga.

“Target saya bukan hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga memiliki usaha yang bisa membantu ekonomi keluarga,” ucap Rasyiid.

“Untung” lain dipercaya jadi asisten peneliti dosen

Meski terbilang sibuk mengelola usaha, Rasyiid tetap aktif mengembangkan kompetensi akademik. Ia bahkan dipercaya menjadi asisten peneliti oleh dosennya dan terlibat dalam sejumlah proyek teknologi terapan.

Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika ia bergabung dalam pengembangan Smart Canting with CNC Control, sebuah teknologi yang membantu meningkatkan produktivitas perajin batik. Proyek tersebut diterapkan di UMKM Batik Bambu Mujur, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Keterlibatannya dalam penelitian itu kemudian menginspirasi topik skripsinya yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Kendali Suhu Canting Elektrik Berbasis Logika Fuzzy”. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan sistem kendali suhu otomatis untuk menjaga kestabilan suhu malam atau lilin batik secara real time.

Menurut Rasyiid, pengalaman sebagai asisten peneliti membentuk pola pikir yang lebih kritis, sistematis, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan. “Penelitian mengajarkan saya untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Setiap masalah harus dianalisis berdasarkan data dan dicari solusi yang paling tepat,” jelasnya.

Rasyiid memang harus membagi waktu antara kuliah, bisnis, organisasi, dan penelitian. Mau tidak mau ia harus mengurangi waktu bersantai dan menghabiskan sebagian besar masa mudanya untuk belajar, bekerja, berorganisasi, serta mengembangkan usaha.

Meski begitu, Rasyiid tetap berusaha menjaga performa akademiknya. Ia menerapkan prinsip skala prioritas dengan menempatkan pendidikan sebagai tujuan utama. Hingga akhirnya Rasyiid berhasil lulus dengan masa studi 3,5 tahun.

Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha. (Dok. UMSURA)

Haru ibu di balik perjuangan anak pertama sebagai mahasiswa Beasiswa KIP Kuliah

Rasyiid lulus dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,57. Tak hanya itu, ia juga mengantongi sertifikasi profesi BNSP.

Saat akhirnya lulus dengan catatan-catatan tersebut, mahasiswa Beasiswa KIP Kuliah itu tak pelak merasa sangat terharu ketika mengabarkannya kepada sang ibu.

“Saya langsung teringat perjuangan sejak awal kuliah. Rasanya lega karena bisa menepati janji untuk lulus cepat dan memberikan kebanggaan kepada ibu,” ungkapnya.

Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Teknik, Rasyiid memiliki mimpi besar untuk mengembangkan karier sebagai engineer di bidang sistem kendali dan otomatisasi industri. Di saat yang sama, ia juga ingin memperluas bisnis digital printing yang telah dirintis selama kuliah agar mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan akhir dari perjalanan seseorang. Justru dari keterbatasan itulah kita belajar menjadi lebih tangguh dan mampu menciptakan dampak yang lebih luas,” katanya.

Kepada mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang di tengah berbagai keterbatasan, Rasyiid berpesan agar tidak menyerahkan kendali masa depan kepada keadaan.

“Keterbatasan adalah ruang pembuktian terbaik. Selama kita disiplin terhadap prioritas, konsisten menjalankan target, dan menjaga restu orang tua, tidak ada dinding yang terlalu tinggi untuk diruntuhkan,” pungkasnya.

Sumber: Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA)

BACA JUGA: Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih Bantuan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2026 oleh

Tags: beasiswaBeasiswa KIP Kuliahkip kuliahmahasiswa kip kuliahmodal usahaumsurauniversitas muhammadiyah surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO
Sekolahan

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO
Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
tren olahraga kalcer.MOJOK.CO

Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan

29 Mei 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.