Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan”

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Oktober 2025
A A
Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan” MOJOK.CO

Ilustrasi Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan” (Ega fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika beasiswa KIP Kuliah jatuh di tangan mahasiswa yang tepat, dua bisnis pun tercipta bahkan sebelum lulus kuliah. Begitulah cerita dari Galih, mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya).

***

Iklan

Galih baru saja diwisuda dari UMSurabaya pada Sabtu (25/10/2025). Ia lulus dari Fakultas Hukum.

Sebagai mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, Galih tak mau sekadar “aji mumpung.”

Beasiswa KIP Kuliah memang memungkinkan mahasiswa kuliah bebas biaya. Bahkan juga mendapat uang saku bulanan.

Akan tetapi, publik kerap menyayangkan beberapa mahasiswa yang menyalahgunakannya. Misalnya, alih-alih untuk kebutuhan primer, ada mahasiswa KIP Kuliah yang menggunakan uang beasiswa untuk gaya hidup hedon—walaupun ada saja yang beralih: Itu semata untuk menebus masa kecil yang beruntung karena keterbatasan ekonomi.

Galih tak mau seperti itu. Pemuda asal Desa Brondong, Lamongan, itu memilih menjadikan beasiswa itu sebagai pijakan awal untuk mandiri.

Menepa mental dari kesedarhanaan

Galih berasal dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya berdagang.

Meski usaha mereka tak selalu langgeng, tapi setiap kondisi yang Galih hadapi akhirnya menempan mentelnya untuk tak mudah patah arang.

“Karena saya ingin mengubah nasib keluarga dan membanggakan orang tua. Dengan pendidikan, saya yakin bisa memperbanyak peluang sukses,” ujar Galih.

Galih, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) kelola uang beasiswa KIP Kuliah untuk usaha/bisnis MOJOK.CO
Galih, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) kelola uang beasiswa KIP Kuliah untuk usaha/bisnis. (UMSurabaya)

Gimana uang beasiswa KIP Kuliah bisa berkembang

Ketika kuliah—menjadi mahasiswa penerima KIP Kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya—Galih menggunakan uang dari beasiswa itu untuk modal awal usahanya.

“Saya berpikir bagaimana uang itu bisa berkembang dengan cara halal. Dari situlah muncul ide untuk membuka usaha kedai kopi,” tutur Galih.

Usaha pertamanya adalah kedai kopi berkonsep vintage di Lamongan. Inspirasi itu muncul dari hobinya nongkrong di warkop dan kecintaannya pada suasana jadul yang hangat.

Setelah setahun berjalan, Galih kembali menangkap peluang: banyak pengunjung kedainya yang tampil dengan gaya vintage. Dari situ, ia memberanikan diri membuka usaha baju thrift di sebelah warkopnya.

“Targetnya anak muda, dan Alhamdulillah sekarang berkembang juga lewat online shop,” tambahnya.

Lelah, dikhianati hingga diremehkan

Tidak mudah bagi Galih untuk kuliah sambil menjalankan usaha. Dusa usaha pula.

Setiap pekan ia harus bolak-balik Lamongan–Surabaya. Ia akan ke Lamongan pada Kamis malam. Lalu akan kembali ke Surabaya pada Senin pagi untuk kuliah.

“Awalnya sangat melelahkan, tapi kuncinya ada di manajemen waktu dan disiplin. Saya selalu buat daftar kegiatan dan skala prioritas,” katanya.

Iklan

Tak cukup di situ. Galih mengaku kalau ia sempat dikhianati oleh rekan bisnis sendiri. Bahkan diremehkan pula oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, bagi Galih, semua itu menjadi bahan refleksi dan pembelajaran.

“Semakin diremehkan, saya justru semakin semangat. Saya belajar jangan pernah membudidayakan rasa ‘nggak enakan’ dalam bisnis. Harus profesional dan sabar,” tegasnya.

Kerja keras bukan hanya soal uang, tapi bentuk ibadah

Bagi Galih, bekerja keras di usia muda bukan hanya soal mencari uang, tetapi bentuk ibadah dan latihan tanggung jawab.

Dalam hal ini, Galih memegang teguh prinsip dalam Al-Qur’an surah An-Najm ayat 39: Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya.

“Itu jadi pegangan saya. Pokok wani kalau sudah berproses sungguh-sungguh, pasti ada hasilnya,” ujarnya mantap.

Dari beasiswa KIP Kuliah ke akademi bisnis untuk bantu mahasiswa senasib

Kini, warkop dan toko thrift milik Galih sudah berkembang. Gambaran ketika beasiswa KIP Kuliah berada di tangan yang tepat—dikelola dengan tepat pula.

Usai lulus dari S1 Fakultas Hukum UMSurabaya, Galih masih punya cita-cita melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan doctoral. Senyampang itu, ia tengah menyiapkan business academy untuk membantu mahasiswa lain yang ingin berwirausaha.

“Saya ingin nanti bisa memberi modal dan bimbingan bagi mahasiswa seperti saya dulu—yang ingin berproses tapi terkendala biaya,” harapnya.

Bagi Galih, kesuksesan bukan diukur dari harta semata. “Sukses sejati adalah ketika usaha yang kita bangun memberi manfaat bagi banyak orang,” tuturnya dengan senyum penuh optimisme.

Cerita Galih tersebut sebagaimana dimuat dalam laman resmi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya)

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mahasiswa Lain Akrab dengan Kafe dan Bioskop, Saya Anak KIP Kuliah Harus Jualan Semalaman demi Bahagiakan Ortu meski Dicaci Orang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2025 oleh

Tags: Beasiswa KIP Kuliahbeasiswa s1beassiwakip kuliahmahasiswa kip kuliahmahasiswa surabayaSurabayaUMSurabayauniversitas muhammadiyah surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Universitas Terbuka (UT).MOJOK.CO

Kuliah di UT Dikira Bikin Kehilangan Relasi, Mahasiswanya Malah Bisa Membangun Jejaring sampai Luar Negeri 

27 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.