Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 April 2026
A A
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

ilustrasi - ditolak UGM malah bangga karena masuk Unair Jurusan Antropologi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kecintaan Mei* (25) terhadap ilmu budaya lahir dari ayahnya yang juga mencintai sejarah. Alhasil saat remaja, Mei ingin belajar lebih banyak di kampus top Universitas Gadjah Mada (UGM) Jurusan Arkeologi. Namun, Antropologi Unair justru menyelamatkan hidupnya sekarang.

Patah hati terbesar ditolak UGM

Ketika usia anak-anak, Mei sering diajak jalan-jalan oleh ayahnya ke tempat bersejarah terutama di area peninggalan Kerajaan Majapahit. Menginjak remaja, ayahnya sering mengajak dia ke acara kebudayaan, hingga ia tertarik dan suka membaca buku sejarah yang tebalnya sampai berjilid-jilid.

“Makanya waktu SMA, aku getol banget masuk UGM Jurusan Arkeologi. Kalau nggak itu, aku nggak mau. Titik,” kata Mei saat dihubungi Mojok, Minggu (5/4/2026).

Sayangnya, Mei tidak diterima lewat jalur undangan atau SNMPTN (kini: SNBP). Penolakannya itu bikin Mei patah hati berminggu-minggu. Di tengah hilangnya motivasi, Mei justru tak sengaja melihat konten tentang Jurusan Antropologi Unair di Instagram.

Di sepertiga malamnya, Mei pun berdoa sekaligus meminta jawaban. Mei yang tadinya masih ingin daftar Jurusan Arkeologi UGM lewat jalur tes, akhirnya banting setir ke Antropologi Unair setelah menerima jawaban dari mimpinya.

“Jadi setelah salat istikharah, nggak tau kenapa aku selalu mimpi buruk waktu membayangkan kuliah di UGM. Akhirnya aku pilih Antropologi Unair dan aku nggak menyesal,” kata Mei.

Sejak saat itu, semangat Mei muncul kembali. Saban hari ia belajar guna mempersiapkan diri mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Usahanya itu pun berhasil hingga ia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Antropologi Unair.

Jurusan Antropologi Unair melebihi ekspektasi saya

Di awal mengikuti perkuliahan, Mei sebenarnya tak punya ekspektasi lebih soal Antropologi. Namun, ia dibuat terkesima dengan materi dan dosen-dosen pengajar di sana. Siapa sangka, Unair yang terkenal dengan jurusan favorit seperti Kedokteran di bidang MIPA, juga punya Jurusan Antropologi sebagai Departemen Terbaik Kedua di Unair.

Masalahnya, tak banyak yang tahu soal penghargaan ini. Buktinya, tahun 2024 kemarin, peminat di jurusan ini (SNBT) hanya mencapai 321 orang untuk daya tampung 40 kursi. Sementara, jurusan favorit seperti Kedokteran peminatnya mencapai 1.544 orang di jalur dan tahun yang sama.

Saat mendalami lebih lanjut, Antropologi Unair punya cakupan ilmu yang lebih luas dibandingkan Arkeologi UGM. Istilahnya, kata Mei, Antropologi adalah ilmu gado-gado di Unair. 

“Kalau Arkeologi UGM itu kan belajar soal kebudayaan manusia masa lampau ya, seperti analisis artefak dan interpretasi situs sejarah, tapi kalau Antropologi itu lebih luas lagi dan ternyata aku lebih suka dengan ilmu ini,” kata Mei.

Baca Halaman Selanjutnya

Peluang kerja mentereng lulusan Antropologi Unair

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: antropologiFISIPJurusan AntropologiJurusan Arkeologilulusan antropologipeminat antropologiSNBTUGMunairuniversitas airlangga
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO
Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)
Sehari-hari

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co
Sosial

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.