Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tanjungrejo Malang Kampung Kumuh Sarang Copet dan Pengemis Sejak 1969, Kini Menjelma Kampung Tenteram Berkat Terapkan 4 Hal

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
8 Agustus 2024
A A
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO

Ilustrasi tinggal di desa. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika Tanjungrejo Malang terselamatkan

“Dulu kondisinya beda (dengan sekarang). Dulu gang-gang itu kotor, sampah-sampah berserakan. Karena kental dengan kehidupan jalanan, kondisi keagamaan mereka juga sangat kurang,” ujar Ernawati, Penyuluh Kemenag Kota Malang.

Kamis (8/8/2024) siang WIB, saya bisa tersambung dengan Ernawati di sela-sela jam kerjanya. Ia lah salah satu pendamping dari Qoryah Sakinah Tanjungrejo RW 07.

Iklan

Dari Ernawati, saya juga mendapat cerita serupa seperti yang Puriadi beber panjang lebar sebelumnya: perihal kondisi Tanjungrejo 07 yang memprihatinkan.

Setelah merumuskan beberapa program, Kemenag Kota Malang lalu mengambil peran membina Tanjungrejo RW 07 untuk menjadi Qoryah Sakinah. Tidak hanya sekadar mengentaskan kemiskinan (ekonomi), tapi juga menumbuhkan kesadaran pada aspek sosial dan spiritual.

“Misalnya, sekarang sudah nggak ada lagi warga buang sampah sembarangan di gang-gang kampung. Gangnya memang sempit, tapi tidak kumuh. Warga juga sudah mulai punya hunian semi permanen, meski hanya sepetak kecil,” beber Ernawati. Karena memang kampung tersebut sangat padat, ada sekitar 400-an KK.

“Terus sekarang anak-anak juga sudah mulai mau ngaji. Warga juga begitu, sudah mau ikut kegiatan-kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, tahlilan dan lain-lain. Kami pendekatannya berbasis reliji,” sambungnya.

Qoryah Sakinah Tanjungrejo, Kampung Memprihatinkan di Tengah Gemerlap Malang yang Diselamatkan Kemenag MOJOK.CO
Kondisi di Tanjungrejo RW 07 sebelum jadi binaan Kemenag, masih menjadi kampung kumuh. (Dok. Narasumber)

4 hal mengubah warga

Kata Ernawati, ada empat program dari Kemenag Kota Malang dalam upaya untuk mewujudkan Qoryah Sakinah Tanjungrejo RW 07, sebuah kampung yang kemudian berdaya secara ekonomi, sosial, dan agama. Empat program tersebut antara lain:

Pertama, program Kader Agamawan. Praktiknya seperti yang sudah Ernawati singgung sebelumnya. Yakni bagaimana memberi pendampingan kaitannya dengan praktik keagamaan sehari-hari. Misalnya seperti membuat Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) untuk anak-anak, bantuan tempat ibadah, pembiasaan rutinan majelis taklim, dan aktivasi kegiatan-kegiatan keagamaan lain.

Kedua, Moderasi Beragama. Ernawati menyebut, 99,8 persen warga yang tinggal di Tanjungrejo RW 07 beragama Islam. Oleh karena itu, Kemenag Kota Malang mencoba membentuk kesadaran dan cara pandang masyarakat yang moderat, menimbang posisinya sebagai penganut agama mayoritas di kampung tersebut.

“Ketiga, program Keluarga Harmoni. Ini dulu penyuluhan karena banyak suami istri dengan status pernikahan siri. Sehingga belum punya buku nikah. Bahkan, mohon maaf, ada juga yang kumpul kebo (tinggal serumah tapi belum menikah),” ungkap Ernawati.

Melalui program ketiga itu, dibuka juga bimbingan atau konsultasi pernikahan. Termasuk bagaimana cara mengurus surat nikah bagi mereka yang nikah siri tersebut.

“Kami juga ada program sehari dua piring. Itu bantuan untuk lansia dan duafa berupa makan gratis siap santap dua kali dalam sehari,” lanjut Ernawati.

Qoryah Sakinah Tanjungrejo, Kampung Memprihatinkan di Tengah Gemerlap Malang yang Diselamatkan Kemenag MOJOK.CO
Kondisi Tanjungrejo RW 07 setelah dalam binaan Kemenag, tidak jadi kampung kumuh lagi. (Dok. Narasumber)

Keempat alias terakhir, yakni program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif. Berupa bantuan usaha (misalnya gerobak untuk modal dagang, alat jahit, dll) hingga pelatihan kerja. Tentu selain bantuan sembako dan uang tunai untuk konteks-konteks tertentu.

Pada 2022 lalu, di kampung Qoryah Sakinah Tanjungrejo RW 07 diresmikan koperasi syariah sendiri. Hal tersebut tidak lain untuk menghindarkan warga dari jeratan rentenir. Sebab, kata Ernawati, dulu banyak warga yang kerap utang ke rentenir. Sehingga sampai tercekik bunga besar saat proses pengembalian.

Iklan

“Pokoknya alhamdulillah, Mas. Banyak yang berubah. Dulu sekolah mentok di SD SMP. Sekarang ada yang kuliah. Ada tiga anak yang sedang kuliah. Dua di kampus swasta. Satunya kuliah di UIN,” jelasnya.

Salah satu upaya guna menumbuhkan minat anak-anak di Tanjungrejo RW 07 untuk kuliah adalah dengan menurunkan mahasiswa-mahasiswa KKN di sana. Dan itu terbukti ada hasilnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Surabaya Mau Bikin Transportasi Air Niru Belanda, Padahal Kalinya Butek dan Belum Aman

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2024 oleh

Tags: kampung kumuhkampung kumuh malangkemenagMalangqoryah sakinahtanjungrejotanjungrejo malang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO
Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.