Naik Bus Nusantara Jogja-Kudus Bikin Emosi Penumpang, Memang Nggak Ugal-ugalan tapi Cara Sopir Nyetir di Luar Nalar

Bus Nusantara Jogja Kudus Bikin Penumpang Emosi MOJOK.CO

Bus Ramayana masih yang tercepat

Bus Nusantara Jogja-Kudus yang saya dan Atmo tumpangi itu baru sampai di Terminal Terboyo, Semarang pada pukul 15.30 WIB. Wajah Atmo sudah nampak bersungut-sungut. Bahkan saat hendak turun, ia sempat ngedumel di depan kernet bus yang dari wajahnya perkiraan usianya lebih tua dari Atmo.

“Pantes lama, naikmu Nusantara je,” ujar Zikri (23) saat menanyakan keberadaan saya melalui WhatsApp sesaat setelah saya turun di Terminal Terboyo, Semarang.

Zikri adalah teman rumah yang sudah sering riwa-riwi ke Jogja naik bus. Karena memang ia kuliah di Kota Pelajar. Hari saat saya hendak pulang ke Rembang itu, posisi Zikri sudah di rumah seminggu lebih awal dari saya. Ia memastikan posisi saya karena nanti ia lah yang bakal menjemput saya di jalan raya untuk naik ke desa kami yang memang agak blusuk.

“Pastinya nggak semua Bus Nusantara lemot. Tapi kebanyakan memang kayak gitu. Aku biasanya kan kalau nggak Hariyanto ya Ramaya. Dua bus itu masih mending lah,” kata Zikri saat kemudian kami bertemu di Rembang.

Pernyataan senada saya dengar juga dari salah satu teman komunitas (KBEA) yang merupakan seorang busmania, Mujib (38). Ia yang sudah menjajal beragam jenis bus di berbagai rute mengamini kalau Bus Nusantara memang bisa menguras kesabaran penumpang.

“Apalagi bagi orang yang sudah terbiasa naik bus seperti Sumber Selamat atau bus-bus Pantura. Bus Nusantara tentu bikin gregetan,” kata Mujib saat kami bertemu di Akademi Bahagia, Jogja, Rabu (15/5/2024) malam WIB.

“Kalau mau cepet ya Hariyanto atau Ramayana. Tapi menurutku Ramayana yang paling cepet,” sarannya pada saya.

Hariyanto dan Ramayana. Dua bus tersebut sepertinya harus saya coba. Untuk mengonfirmasi apakah benar yang dikatakan Atmo, Zikri, dan Mujib bahwa keduanya masih lebih mending ketimbang Bus Nusanatara yang membuat seorang penumpang sampai menyumpah serapah.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Lagu-Lagu di Bus Sumber Selamat Surabaya Jogja Mengaduk-aduk Perasaan, Sepanjang Jalan Penumpang Dibuat Gembira Sekaligus Disayat-sayat Hatinya

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2024 oleh

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.