Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Merelakan Gaji Besar dari Perusahaan di Dubai daripada Mental Rusak karena Tekanan Hidup dan Pilih Slow Living di Gunungkidul

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Juni 2025
A A
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Ilustrasi slow living di desa. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemuda asal Gunungkidul, Jogja merelakan pekerjaannya di suatu perusahaan yang ada di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Di daerah asalnya, ia bisa slow living tanpa merusak mental, meski gajinya sekarang lebih kecil ketimbang dulu.

***

Sistem Informasi adalah jurusan yang Irsyad (22) target sejak SMA. Melalui perkembangan teknologi yang semakin masif, ia melihat peluang besar untuk bekerja di sana. Oleh karena itu, ia memutuskan kuliah di jurusan tersebut.

Namun, di sela-sela kuliahnya, Irsyad justru banting setir berjualan kopi keliling. Ia mengaku fear of missing out (fomo) karena tren bisnis kopi keliling di Jogja pada saat itu. Terlebih, kata dia, ia tipe orang yang mudah terinspirasi untuk melakukan sesuatu.

Tapi bagi Irsyad saat itu, bisnis kopi keliling adalah hobi. Ia bahkan tak punya ekspektasi tinggi jika bisnisnya menjadi besar, sebab belum punya pengetahuan bisnis yang bagus. 

“Tetapi, bekerja sebagai kopi keliling justru memberikan pelajaran kepada saya di mana pembeli bukan hanya customer tapi sebagai relasi dan teman,” kata Irsyad saat dihubungi Mojok, Rabu (11/6/2025). 

Bisnis kopi keliling itu akhirnya hanya berlangsung selama satu semester saja. Ia memilih berhenti karena pandemi Covid-19 melanda. Tak banyak orang yang keluar rumah dan memilih berhemat di tengah kondisi ekonomi yang tak pasti.

Beberapa tahun berselang, jiwa muda Irsyad untuk mencari uang masih membuncah. Alih-alih fokus menyelesaikan skripsi, ia justru mencari pekerjaan lain yang bisa ia lakoni sambil kuliah. Terlebih, kondisi ekonomi keluarganya juga tak baik pada saat itu. Jadi, ia tidak ingin membebani biaya kuliah orang tuanya.

Diterima kerja perusahaan Dubai sambil kuliah di Jogja

Setelah mencari-cari pekerjaan lewat internet, ia menemukan lowongan kerja remote atau freelance dari Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Ia langsung saja mendaftar dan ternyata diterima setelah melalui proses panjang pengumpulan berkas dan wawancara.

“Saya diterima kerja di bidang teknologi pada November 2024, sebagai Junior UI/UX Designer, ” kata Irsyad.

Selama bekerja di sana, Irsyad mengaku nyaman karena dari segi waktu dan tenaga cukup efisien. Apalagi, gaji yang ditawarkan bukan main. Rata-rata, gaji khusus untuk Junior UI/UX Designer berkisar antara Rp6,4 juta hingga Rp11,2 juta. 

Jauh berbeda dengan gaji di Indonesia yang berkisar antara Rp3 juta hingga Rp6 juta meski tugasnya sama. Karena bisa kerja remote di Indonesia, angka itu cukup membuat hidupnya sejahtera. Hanya saja, memang ada kendala yang harus ia hadapi karena sistem kerja yang bisa dari mana saja.

“Saya kan tinggal di Gunungkidul, otomatis kendalanya ya gangguan jaringan. Terus kalau ngerjaain di rumah juga nggak terlepas dari gangguan orang rumah,” jelasnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Mental rusak karena jam kerja tak jelas

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2025 oleh

Tags: Dubaigaji kerja di luar negerigaji UI/UXgunungkiduljurusan sistem informasikerja di Dubaislow livingUMK Jogja

Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO
Sehari-hari

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO
Catatan

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO
Urban

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Ragam karya dan pertunjukan dalam Ars Longa: Generatio sebagai pembuka Trilogi Seni ARTJOG MOJOK.CO

Ragam Karya dan Pertunjukan dalam “Ars Longa: Generatio” sebagai Pembuka Trilogi Seni ARTJOG

24 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.