Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mirip Sukolilo Pati, Kampung Muharto Malang Dicap Sebagai “Sarang Preman”: Warganya Di-blacklist Leasing Saking Banyak Kredit Macet

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 Juni 2024
A A
Sisi gelap kos Malang, GadingkasriMOJOK.CO

Ilustrasi - Sisi Gelap Malang (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kampung Muharto Malang sejak lama memang dikenal sebagai “kampung preman”. Bahkan, ia dikategorikan sebagai “zona merah” yang di-blacklist sejumlah perusahaan leasing saking banyaknya kredit motor macet di sana. Kendati mulai berbenah, stigma negatif itu sulit buat dihilangkan.

Belum lama ini, nama Kampung Muharto tiba-tiba mencuat sejak viralnya kasus pengeroyokan di Sukolilo, Pati, yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta. Banyak yang menyebut, kampung yang terletak di Kecamatan Kedungkandang, Malang tersebut sama ngerinya dengan daerah Sukolilo.

Iklan

Dari sejumlah cuitan yang beredar, tak sedikit yang bilang kalau permukiman yang belakangan jadi kampung warna-warni ini adalah sarangnya preman. Banyak kejahatan terjadi di sana. Bahkan, konon, masyarakat yang tercatat sebagai warga Muharto tak bisa mengajukan kredit karena kampungnya sudah di-blacklist.

malang ada satu daerah yg katanya warga disitu terkenal maling dan kriminal, lalu satu daerah itu diblacklist ga ada yg bisa ngajuin pinjaman atau credit.

— Yash (@BrawlYash) June 8, 2024

Mirip Sukolilo Pati, Kampung Muharto Malang Dicap Sebagai "Sarang Preman": Warganya Di-blacklist Leasing Saking Banyak Kredit Macet.MOJOK.CO
Cuitan netizen yang menyinggung soal Kampung Muharto. Banyak komentar yang sepakat dengan klaim ini (Tangkapan Layar X @BrawlYash)

Saya pun mencoba mengonfirmasi klaim ini ke sejumlah narasumber. Baik itu orang asli Malang, maupun masyarakat pendatang yang lama tinggal di kota apel tersebut.

Ahmad (23), misalnya, menyebut kalau stigma negatif tadi sudah jadi rahasia umum bagi masyarakat asli di sana. Mahasiswa asal Malang yang kuliah S2 di Jogja ini mengaku, stigma itu terbentuk lantaran sejarah Kampung Muharto yang memang dulunya adalah sarang para gali.

“Yang belum banyak orang tahu mungkin, Kampung Muharto ‘kan dulunya makam Cina. Kemudian orang-orang pendatang dari Batak, Madura, dan sekitarnya datang bikin permukiman sampai terbentuk sebuah kampung,” jelas Ahmad saat dihubungi Mojok, Minggu (9/6/2024).

“Iya, memang seram. Warga asli Malang kayak saya paham hal itu. Sekarang sudah lebih baik, tapi kan yang namanya stigma jelek nggak serta merta bisa hilang begitu saja,” imbuhnya.

Di-blacklist sejumlah leasing saking banyaknya kredit motor yang macet

Ahmad boleh jadi paham soal seluk beluk Kampung Muharto. Sebab, ia memang lahir dan besar di Malang. Apalagi rumahnya tak jauh dari perkampungan tersebut.

Namun, bagi warga pendatang, mereka tak sepenuhnya memahami perkampungan ini. Meiyin (24), misalnya, yang meski enam tahun kuliah kedokteran di UB Malang, dia cuma pernah mendengar Kampung Muharto sepintas saja. Ia belum pernah datang langsung ke tempat ini, meski kerap mendengar cerita-cerita miring soal warganya.

Begitu juga Tamara*, dosen UM Malang yang sudah beberapa tahun tinggal di kota ini. Secara langsung, Tamara memang belum pernah menyaksikan “kejadian buruk” di Kampung Muharto. Ia hanya mendengar selentingan negatif soal permukiman itu dari cerita teman-temannya. 

“Dulu pernah mau ke optik daerah sana, sama teman langsung diperingatin ‘jangan sendirian, nggak usah bawa mobil, ojo dandan ayu-ayu’,” kenang Tamara, menceritakan pengalamannya kepada Mojok, Senin (10/6/2024).

Sementara hal lebih ekstrem disampaikan Wahyu (31). Tiga tahun bekerja sebagai Credit Marketing Officer di perusahaan leasing Kota Malang, dia tahu betul kalau Kampung Muharto adalah daerah yang di-blacklist dari pengajuan kredit motor.

“Kami nyebutnya ‘red area’ yang artinya daerah yang kudu dihindari, Mas,” jelas Wahyu. “Pengajuan kreditnya pasti ditolak karena kemungkinan kredit macet tinggi banget. Itu based on catatan data bertahun-tahun sebelumnya.”

Iklan

Untuk kasus red area, Wahyu menyebut hal itu sudah biasa di dunia per-leasing-an. Tak cuma Muharto, tapi daerah lain juga ada yang masuk daftar hitam tersebut. Menurut Wahyu, kebetulan saja di Malang ada Muharto, yang masyarakatnya punya catatan banyak kredit motor macet .

“Ya. Kalau ngajuin kredit pakai KK Muharto auto kami tolak. Tapi itu konteksnya 2016, ya. Sekarang belum tahu lagi.”

Baca halaman selanjutnya…

Kena stigma buruk, muda-mudi Kampung Muharto kesulitan dapat kerja di Malang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2024 oleh

Tags: kampung muhartokampung muharto kota malangkampung premanKota MalangMalang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO
Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.