Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Indomaret Selamatkan Lulusan SMK SMA yang Diremehkan karena Tak Kuliah, Kasih Kerjaan dengan Gaji Besar yang Bikin Sarjana Nganggur Gigit Jari Meratapi Nasib

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 Juni 2024
A A
Indomaret Selamatkan Lulusan SMK SMA yang Diremehkan karena Tak Kuliah MOJOK.CO

Ilustrasi - Indomaret selamatkan lulusan SMA SMK yang diremehkan karena tak kuliah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berebut loker dengan sarjana

Pada awal 2024 lalu, sebelum berangkat untuk pindah ke Jogja, saya sempat ngopi dengan Syahril (25), teman dari teman kuliah saya. Ia adalah karyawan di salah satu Indomaret di Surabaya. Syahril bekerja di Indomaret cukup lama, yakni sejak lulus SMA pada 2017.

“Belakangan aku tahu kalau ternyata yang berebut kerja di Indomaret nggak cuma lulusan SMA atau SMK, tapi juga sarjana,” ujar Syahril kala itu.

Saya—begitu juga Syahril—memang sering mendapati sarjana-sarjana putus asa di Surabaya yang pada akhirnya memasukkan lamaran kerja ke Indomaret. Sebagian banyak tentu tertolak karena melampirkan ijazah S1.

Asumsinya, ijazah S1 dianggap terlalu overrated untuk ukuran karyawan Indomaret. Itulah kenapa ada juga sarjana di Surabaya—terkhusus teman-teman Syahril—yang pakai siasat tak malampirkan ijazah S1 saat melamar di Indomaret. Tapi cukup menyertakan ijazah SMA/SMK/sederajat.

Bikin iri sarjana nganggur

Sama sepeerti Deni, sejak sebelum kelulusan Syahril memang sudah mantap untuk kerja, alih-alih kuliah sebagaimana teman-temannya yang lain. Tak butuh waktu lama bagi Syahril untuk kemudian mendapat pekerjaan di sebuah Indomaret di Surabaya Barat.

“Gaji UMR Surabaya. Kalau sekarang ya di angka Rp4 jutaan,” ungkap Syahril.

Di momen ngopi tersebut, teman saya mengaku sempat merasa iri terhadap Syahril. Sebab, ia sempat nganggur cukup lama setelah resmi jadi sarjana.

Butuh waktu hingga berbulan-bulan sejak lulus kuliah sebelum akhirnya teman saya mendapat pekerjaan. Itu pun dapat pekerjaan yang gajinya masih di bawah gaji Syahril sebagai karyawan Indomaret.

Dari gaji sebagai karyawan Indomaret itu pula, Syahril bisa menabung untuk menikah dan menyicil motor.

“Pekerjaan sebagai karyawan Indomaret mungkin tak seterusnya. Tapi setidaknya ngasih kesempatan lulusan SMK atau SMA buat dapat kerja dengan gaji tinggi,” tutur Syahril.

Dengan begitu setidaknya ada dua bekal penting untuk kehidupan selanjutnya misal tak jadi karyawan Indomaret lagi: modal pengalaman dan modal tabungan (asal pintar-pintar menyisihkan gaji dari Indomaret).

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Warung Pak Ndut Pinus Berjuang Perbaiki Ekonomi Keluarga, Malah Nelangsa karena Sering Dicolong Mahasiswa UIN Jogja yang Tak Punya Malu

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Iklan

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2024 oleh

Tags: gaji indomaret surabayagaji karyawan indomaretijazah s1 tak lakuIndomaretindomaret surabayaloker indomaretloker surabayalulusan SMKsarjanasarjana nganggurSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO
Urban

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO
Kabar

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.