Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sulitnya Menghadapi Ekspektasi Tinggi Ibu pada PNS, Paksa Anak Daftar CPNS meski Tahu Sistemnya Tak Beres

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Maret 2025
A A
Susahnya berdebat pada ibu yang minta anaknya ikut CPNS di Jakarta, karena ekspektasi PNS hidup sejahtera MOJOK.CO

Ilustrasi - Susahnya berdebat pada ibu yang minta anaknya ikut CPNS di Jakarta, karena ekspektasi PNS hidup sejahtera. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mencoba menyadarkan ibu, berujung dimarahi

Awal Ramadan 2025 diwarnai dengan ungkapan kekecawaan para CPNS dari berbagai daerah, menyusul pengunduran pengangkatan dari semula April atau Mei 2025 menjadi Oktober 2025. Berselang tujuh bulan dari sekarang.

Wajar saja para CPNS kecewa, marah, bahkan di titik tertentu lemas dan putus asa. Pasalnya, pengunduran pengangkatan ini bukan perkara sederhana, bukan sekadar geser tanggal saja.

Masalahnya, banyak CPNS yang sudah terlanjur resign—atau dipaksa resign—dari/oleh tempat kerjanya setelah resmi lolos seleksi.

Mojok sudah wawancara beberapa dari mereka. Di antara yang mereka resahkan: mau bagaimana tujuh bulan kedepan?

Untuk saat ini mereka rata-rata hidup dari uang tabungan. Namun, uang tabungan tersebut rasa-rasanya tidak akan cukup untuk bertahan hingga Oktober 2025 mendatang.

“Aku kasih tahu mamaku berita pengunduran pengangkatan CPNS, terus bilang, ‘Tuh, Ma, prosesnya aja nggak bener kayak gitu. Jangan minta aku buat daftar CPNS lagi deh’,” ujar Sevi pada ibunya. Sontak saja ibunya marah.

Ibu tetap desak agar jadi PNS di Jakarta karena ekspektasi hari tua

“Mamaku marah karena aku aja sekarang masih pegawai kontrak. Mama bilang aku sombong, merasa sok lebih tinggi. Padahal belum tentu jadi karyawan tetap di tempat kerja yang sekarang,” tutur Sevi.

Ekspektasi yang kerap diulang-ulang pun terlontar juga dari sang ibu, di momen saat perempuan Jakarta itu mencoba menyadarkan ibunya perihal ironi CPNS: bahwa gaji PNS itu terjamin, tidak perlu takut kena layoff, tidak perlu khawatir gaji kecil karena masih ada berbagai tunjangan, dan tidak perlu pusing hari tua bagaimana karena bakal dapat tunjangan juga.

Omelan-omelan yang sungguh membuat hati capek, tapi mau tak mau harus Sevi telan mentah-mentah. Mencoba membantah pun ujungnya tetap kalah.

“(Saking penginnya aku jadi PNS) Aku bahkan nggak dibolehin (Mama) ungkapin kekecewaan atau kritik ke pemerintah di media sosial sama sekali. Karena buat mereka nanti akan jadi catatan buruk pas aku daftar CPNS,” kata Sevi.

Sevi berada di situasi yang sulit dilawan. Maka, di periode berikutnya, dia masih akan mencoba mendaftar CPNS. Syukur bisa tembus yang sesuai minatnya, di samping untuk memuaskan ekspektasi tinggi ibunya.

Maka, beruntunglah mereka atau Anda yang bisa menentukan pilihan sendiri: mau jadi PNS atau tidak, mau kerja sebagai apa dan di mana. Merdeka dan bahagia atas pilihan hidup sendiri.

Jalan keluar untuk CPNS yang terlanjur resign

Perihal nasib CPNS yang terlanjur resign, Senin (10/3/2025), berlangsung rapat koordinasi penyesuaian penetapan NIP CPNS dan PPPK. Termasuk di dalamnya adalah upaya mencari jalan keluar bagi CPNS yang terlanjur resign agar tidak terancam menganggur selagi menunggu masa pengangkatan.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Zudan Arif Fakrulloh mengusulkan agar para instansi calon tempat CPNS bekerja melakukan pendataan bagi mereka yang terlanjur resign dari tempat kerja sebelumnya.

Iklan

Tahap selanjutnya, instansi terkait mencoba menghubungi tempat kerja CPNS sebelumnya untuk meminta perkenanan agar CPNS yang terlanjur resign bisa bekerja lagi sembari menanti masa pengangkatan.

“Atau biar kami dari BKN atau Menpan yang menghubungi. Kemungkinan juga berhasil mengembalikan yang bersangkutan bisa bekerja kembali sampai dengan 30 September. Karena 1 Oktober sudah mulai masuk kembali,” ucap Zudan mengutip CNN Indonesia.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sulitnya Penyandang Tunanetra Ikut Seleksi CPNS, Akses Dipersulit padahal Punya Kemampuan Lebih atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2025 oleh

Tags: CpnsPNSpns jakarta
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS
Sehari-hari

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.