Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Penyandang Disabilitas di Bantul Manfaatkan Pohon Bambu yang Melimpah di Desanya Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
31 Oktober 2025
A A
Anggota LKS SAPADIFA di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Jogja belajar menganyam bambu. MOJOK.CO

Para ibu di Bantul belajar menganyam bambu. (Dok. InJourney)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Para penyandang disabilitas di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Jogja belajar menganyam bambu. Selama lima hari ke depan, mereka belajar soal pemilihan dan pengolahan bambu, teknis menganyam secara manual, hingga pengembangan desain produk yang memiliki nilai jual tinggi.

Jumlah komiditi kerajinan bambu di Bantul sudah ratusan

Sulistyo (34) tampak fokus mengirat bambu yang sudah terpotong dengan tangannya. Ia adalah satu dari anggota Lembaga Kesejahteraan Sosial Sahabat Pemerhati Difabel (LKS SAPADIFA) di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Jogja.

Iklan

Sebelum menggelar acara pelatihan intensif bersama InJourney Destination Management (IDM), Sulistyo mengaku telah berunding dengan anggotanya soal pelatihan apa yang mereka butuhkan. Setelah mendengar beragam pendapat, anggota LKS SAPADIFA pun sepakat untuk menggelar pelatihan bambu.

“Usulan program ini kami kumpulkan dari teman-teman disabilitas. Mereka ingin belajar teknik menganyam, karena bahan baku mudah ditemukan. Sementara pesanan besek masih terus ada karena pasarnya besar,” jelas Sulistyo melalui keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025).

Anggota LKS SAPADIFA. MOJOK.CO
Salah satu anggota LKS SAPADIFA belajar menganyam. (Dok. InJourney)

“Maka kami harap, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan pembuatan, juga bagaimana cara pemasaran agar produk bisa terserap ke konsumen secara langsung,” lanjutnya.

Senada dengan Sulistyo, Sustainability Division Head IDM, Ismiyati berujar jumlah bambu di Bantul cukup melimpah, sehingga bisa menjadi peluang besar untuk teman-teman SAPADIFA. Berdasarkan Sistem Informasi Data Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Industri (SiDAKUI), volume eskpor komoditi kerajinan bambu sekitar 862.563 pada tahun 2025.

“Kami juga membantu penyediaan alat operasional dan dukungan pemasaran agar proses produksinya berkelanjutan,” jelas Ismiyati, Jumat (31/10/2025).

Kolaborasi penyandang disabilitas dengan InJourney

Kolaborasi InJourney Destination Management dengan LKS SAPADIFA bukanlah hal baru. IDM mendukung hal tersebut dengan menyalurkan sejumlah bantuan alat kerja kepada disabilitas pelaku UMKM. Melalui program tersebut, para peserta difabel mendapatkan ruang lebih luas untuk berjejaring, belajar, dan mengembangkan potensi diri.

InJourney Creativity House Pemberdayaan Keterampilan Khusus Penyandang Disabilitas. MOJOK.CO
InJourney Creativity House Pemberdayaan Keterampilan Khusus Penyandang Disabilitas di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Jogja. (Dok. InJourney)

Salah satunya lewat acara InJourney Creativity House Pemberdayaan Keterampilan Khusus Penyandang Disabilitas di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Jogja. Acara tersebut berlangsung selama lima hari, mulai dari Rabu (29/10/2025) hingga Senin (3/11/2025).

Selama lima hari pelatihan, mereka diajak memahami teknik dasar menganyam bambu. Mulai dari pemilihan dan pengolahan bambu, teknis menganyam secara manual, hingga pengembangan desain produk yang memiliki nilai jual tinggi. Peserta juga dijelaskan mengenai potensi pasar yang masih terbuka lebar, terutama Bali, Kalimantan hingga Malaysia.

“Lima hari ini bukan hanya pelatihan, tapi momentum perubahan. Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kemandirian, membangun kepercayaan diri, dan mempererat kolaborasi antar anggota komunitas. Kami berkomitmen mendampingi teman-teman difabel untuk terus berkembang dan menjadi mandiri,” jelas Ismiyati.

Ruang pembelajaran bagi masyarakat Bantul

Penyandang disabilitas belajar menganyam bambu. MOJOK.CO
Bapak-bapak belajar menganyam bambu. (Dok. InJourney)

Ismiyati menegaskan InJourney Destination Management berupaya menciptakan ruang-ruang pembelajaran yang memberdayakan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk memastikan setiap elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat tumbuh dan berpartisipasi aktif dalam ekosistem pariwisata nasional.

Dengan pelatihan anyaman bambu, Ismiyati berharap para peserta dapat meningkatkan keterampilan tangan mereka, mengembangkan kreativitas, serta kemandirian ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi diri bagi penyandang disabilitas agar dapat terus berkarya dan berdaya di lingkungannya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pensiun dari Guru, Raup Puluhan Juta dengan Menganyam Bambu di Minggir Jogja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2025 oleh

Tags: BantulimogiriInJourneypenyandang disabilitasperajin bambuUMKM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO
Liputan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO
Urban

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO
Kilas

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.