ADVERTISEMENT

Pensiun dari Guru, Raup Puluhan Juta dengan Menganyam Bambu di Minggir Jogja

Pensiun dari Guru, Raup Puluhan Juta dari Mengayam Bambu di Minggir Jogja. MOJOK.CO

Sejak kecil, ibu-ibu di Dusun Klepu Lor, Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Jogja sudah jago menganyam bambu. Mayoritas mereka adalah perajin bambu yang menjual besek. Salah satu perajin mengembangkannya menjadi produk yang bernilai tinggi. Alih-alih menjualnya di Minggir, Jogja perajin tersebut memilih menjualnya ke Kabupaten Cilacap hingga mendapat omset puluhan juta saat lebaran.

***

Sejumlah ibu-ibu tampak duduk berjejer di pelataran rumah warga. Mereka asyik mengobrol sembari tanganya sibuk mengirat bambu yang sudah terpotong. Irat adalah salah satu teknik menipiskan bambu yang digunakan sebagai bahan kerajinan.

Ibu-ibu itu tadi merupakan perajin besek yang tinggal di Dusun Klepu, Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Jogja. Saya tak sengaja bertemu mereka saat jalan-jalan sore pada Minggu (2/2/2025).

Salah satu warga perajin besek yang sedang mengobrol dengan ibu-ibu tadi, Maria Magdalena Tukilah (61) mengatakan, kalau kegiatan mengirat dan menganyam bambu merupakan hal yang lumrah di sana. Mereka selalu berkumpul dan membuat kerajinan bersama saban sore. Bahkan sejak kecil, mereka sudah ikut menganyam bersama orang tua.

“Orang tua kami pegangannya dari dulu ya ini (bambu), mau tidak mau kan kami jadi mengikuti. Apalagi, zaman dulu itu kan hidup susah Mbak, jadi anak harus kerja biar bisa sekolah,” ujar Maria yang tetap sibuk dengan irat bambunya.

Kerajinan bambu yang sudah jadi biasanya akan dijual ke pasar daerah Kecamatan Minggir, Jogja. Maria sendiri pernah memperoleh penghasilan puluhan juta, berkat menjual beseknya sampai ke luar daerah.

Kecamatan Minggir, Jogja, daerah perajin bambu berkumpul

Perajin besek bukanlah pekerjaan utama Maria, meskipun sejak kecil ia sudah ahli menganyam. Ia baru saja pensiun sebagai guru tepat setahun yang lalu, yakni Januari 2024. Dari Dusun Klepu Lor, Kecamatan Minggir, Jogja, ia merantau ke Kabupaten Cilacap, Jawa tengah untuk bekerja, berkeluarga, hingga tinggal di sana.

Perajin bambu di Minggir, Jogja. MOJOK.CO
Maria mengirat bambu di halaman rumahnya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok)

Setelah pensiun, Maria memutuskan pulang kampung dan melanjutkan keahliannya menganyam. Ia mulai mengembangkan kerajinan bambu yang tadinya hanya besek biasa menjadi kemasan bernilai tinggi. Ia terus belajar dengan melihat model-model lain di Youtube. 

Sebetulnya, usaha kerajinan bambu itu sudah ia buat sejak tahun 2020, ketika Covid-19 melanda. Maklum, saat itu para siswa diwajibkan work from home. Jadi, untuk mengisi waktu luang dan menjaga kestabilan ekonominya, Maria menjual beseknya secara online.

Sukses berkat riset

Baca halaman selanjutnya

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2025 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.