Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pengalaman Mahasiswa UST Jogja Jadi Tukang Parkir, Seminggu Hasilnya Bisa Beli HP Baru

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Desember 2023
A A
mahasiswa ust jogja jadi tukang parkir.MOJOK.CO

Ilustrasi tukang parkir (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berkat kerja santai sambil ngopi sebagai tukang parkir selama seminggu, seorang mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Jogja bisa mengantongi duit hampir setara UMP DIY. Hasil kerja seminggu bisa langsung untuk beli hp baru.

***

Iklan

Tiap tahun, polemik soal mahalnya tukang parkir di tempat-tempat wisata di Jogja selalu menyita perhatian khalayak. Banyak wisatawan mengeluh soal tarif parkir yang mereka anggap nuthuk alias pasang harga setinggi mungkin. Lebaran Mei 2023 lalu, bisa menjadi contoh terkini. Kala itu, banyak turis mengeluh soal mahalnya tarif parkir, terutama di area-area wisata seperti Malioboro dan sekitarnya. 

Kala itu, dalam menyambut libur lebaran, Pemkot Jogja memang mengizinkan pengelola parkir swasta di Jogja menaikkan tarif parkir hingga lima kali lipat. Alhasil, keluhan turis soal tarif parkir Rp10 ribu untuk kendaraan roda dua hingga Rp50 ribu untuk kendaraan besar, sudah jadi hal lumrah.

Tak hanya itu, maraknya parkir liar juga menjadi masalah lain. Kita sering menjumpai banyak trotoar yang disulap sebagai lahan parkir. Bahkan, tempat-tempat yang secara gamblang sudah diberi plang “parkir gratis” pun masih kerap dimintai uang. 

Meskipun meresahkan dan kerap menimbulkan pro dan kontra, masalah ini seakan tak ada ujung. Tak dimungkiri, lokasi parkir merupakan lahan basah yang selalu jadi rebutan. Maka tak heran jika tiap hari selalu saja muncul tukang parkir dadakan dan ilegal di lokasi-lokasi tertentu. 

BPS pernah mencatat, di Sleman dan Yogyakarta saja, masing-masing ada 900-an tukang parkir resmi. Ini belum termasuk yang swasta, yang liar, atau yang dadakan.

Saya pun bertemu dengan Julian (24), lelaki yang mengaku pernah merasakan nikmatnya jadi tukang parkir dadakan di tempat yang ramai, meski hanya seminggu. Setelah mendengar ceritanya, saya pun berpikir, “pantas, tukang parkir ada di mana-mana!”.

mahasiswa ust jadi tukang parkir.MOJOK.CO
Aturan tarif parkir di Kawasan 1 Pemkot Yogyakarta. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Mahasiswa UST Jogja yang rajin cari kerja sampingan

Sejak menjadi mahasiswa baru UST pada 2018 lalu, Julian memang sudah mengambil banyak kerja sampingan. Kalau ia hitung, sebetulnya uang saku yang diberikan orang tuanya tak kurang-kurang amat sih. Biaya kuliahnya tiap semester juga aman-aman saja. Ia mengaku ambil sidejob sekadar untuk memenuhi kebutuhan fesyennya, seperti beli sepatu, kaos, atau bahkan tiket konser.

Hingga pandemi Covid-19 kemarin, alumnus UST Jogja sudah banyak dalam urusan kerja sampingan. Ia pernah jadi pramusaji rumah makan di sekitaran Jalan Sultan Agung; sempat jadi tukang kemas paket di layanan jasa ekspedisi; hingga yang paling lama ia tekuni adalah nyambi sebagai driver ojek online.

Profesi terakhir itulah yang akan mengawali kisahnya di tulisan ini. Sebab, sejak ngojol, ia jadi sering nongkrong di salah satu tempat futsal di Jogja. Kebetulan para penjaga lapangan futsal di tempat itu adalah teman-temannya sendiri. Sehingga, ia pun memilih tempat futsalan itu sebagai lokasi ngetem.

“Dekat kampus, jadinya potensi nyantolnya gede sih,” kata Julian, Senin (18/12/2023), menjabarkan alasannya.

Jadi tukang parkir, sepi saja dapat ratusan ribu

Singkat cerita pada 2022 lalu Julian mulai mengerjakan skripsinya. Kata dia, saat itu waktunya justru amat lenggang karena dalam sehari paling-paling efektif dia nulis hanya sekitar lima jam saja. Julian bercerita, selama mengerjakan tugas akhir, tempat futsal yang dijaga temannya tadi jadi andalannya.

“Biar nggak sepaneng aja sih ketemu teman. Sama yang paling penting ada WiFi gratis,” guraunya.

Selama nongkrong di sana, Julian juga mulai akrab dengan beberapa tukang parkir. Saat itu, hal pertama yang menyita perhatiannya adalah penghasilan sang juru parkir. “Bayangin aja, satu motor ditarik Rp2000. Kalau aja sehari ada 50 motor udah lumayan, dong,” ujar alumnus UST ini.

Teman Julian yang kerja di tempat tersebut menjelaskan kalau sistem bagi hasil antara futsalan dan tukang parkir adalah 30-70. Artinya, 30 persen disetor ke yang punya lahan, sementara 70 persen lain jadi hak sang juru parkir.

“Masalahnya, tiap kali setoran, pas sepi aja sang juru parkir nyetornya pernah ada yang Rp50 ribu. Kalau 30 persennya aja segitu, gimana yang 70 persen coba?,” kata Julian takjub.

“Itu lebih dari hasil ngojol sehari.”

Iklan

Baca selanjutnya…

7 hari penuh keberuntungan bisa langsung beli hp baru

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2023 oleh

Tags: JogjaMahasiswapilihan redaksitukang parkirust
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.