Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Dipindah ke Pasar Klitikan, Pemkot Jogja Minta Kios Jalan Perwakilan Segera Dikosongkan

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
11 November 2022
A A
pedagang jalan perwakilan mojok.co

Kawasan Jalan Perwakilan. (yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Jogja) memastikan kawasan Jalan Perwakilan bersih dari aktivitas perdagangan. Karenanya puluhan pedagang di sepanjang Jalan Perwakilan diminta segera mengosongkan kawasan tersebut sebelum akhir 2022 mendatang.

Meski para pedagang menolak pemindahan dalam waktu dekat karena alasan finansial, Pemkot tidak akan memberikan perpanjangan waktu relokasi. Apalagi para pedagang meminta relokasi dilakukan pada 2024 mendatang bersamaan dengan pembangunan Jogja Planning Gallery di kawasan Teras Malioboro 2 dan kantor DPRD DIY yang akan dimulai pada tahun tersebut.

“Ya memang sudah lama kok [pedagang harus pindah] kan sudah kita beri waktu dari dulu. Mereka ngenyang (menawar-red) ki sesuk (besok-red) sampai dibangunnya Jogja Planning Gallery itu,” papar Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Sumadi saat dikonfirmasi, Jumat (11/11/2022).

Menurut Sumadi, Pemkot sudah menyampaikan relokasi pedagang Jalan Perwakilan sejak lama, yakni sekitar tiga bulan lalu. Relokasi dilakukan karena kawasan tersebut akan menjadi pintu masuk Jogja Planning Gallery.

Sebab Malioboro nantinya akan benar-benar diterapkan sebagai kawasan pedesterian. Sehingga arus lalulintas akan dialihkan di sirip-sirip kawasan Malioboro.

“Karenanya kami beri waktu bagi pedagang jalan perwakilan sebulan kedepan untuk persiapan pindah. Memang sampai akhir tahun karena DED (detail engineering design-red) kan dimulai 2023 mendatang,” paparnya.

Sumadi menambahkan, para pedagang Jalan Perwakilan sebenarnya sudah mengakui mereka tidak berhak berjualan di Jalan Perwakilan. Karenanya Pemkot Jogja meminta mereka segera pindah dari kawasan tersebut.

Tak asal menggusur, Pemkot mengklaim memberikan sejumlah pilihan relokasi bagi pedagang Jalan Perwakilan. Diantaranya di Pasar Beringharjo lantai 2. Selain itu Pemkot memberikan pilihan relokasi di Pasar Klitikan di Kuncen.

“Namun mereka mintanya di Teras Malioboro 1, padahal kan sudah penuh di sana. Sudah kita siapkan di Pasar Klitiikan Kuncen. Dipindah di sana. Relokasi ini kan sudah kita siapkan sebagai alternatif karena kemarin kita pindah di Pasar Beringharjo nduwur dewe ora gelem.  Terus ya sudah Pasar [klitikan] Kuncen. Nek ngenyang ngeten niku (kalau menawar terus-red) tidak bisa, nanti ora rampung (selesai-red), terus kita kan nggak ada tempatnya,” tandasnya.

Secara terpisah Sekda DIY, Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta mengungkapkan, Pemda DIY menyerahkan masalah relokasi ke Pemkot Jogja. Pemindahan memang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum pembangunan Jogja Planning Gallery dilakukan.

“Kebijakan pelaksanaannya kan di kota, silahkan pedagang bicarakan dengan pemkot,”ujarnya.

Aji menambahkan, Jogja Planning Gallery memang baru akan dibangun 2024 setelah Teras Malioboro 2 dipindah. Pemda baru menyiapkan pembelian tanah untuk relokasi pedagang Teras Malioboro 2 ke tempat yang baru.

“DRPD juga belum disiapkan kepindahannya, jadi kita siapkan semuanya sebelum penataan 2024, termasuk yang kawasan Jalan Perwakilan itu,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan, Adi Kusuma Putra Suryawan mengungkapkan, mereka mau saja dipindah asal diberi waktu lebih lama. Sebab  sesuai informasi yang didapat pedagang, penataan Jalan Perwakilan yang mendukung kebijakan Sumbu Filosofi di kawasan Malioboro baru akan dilakukan pasca pembangunan Jogja Planning Gallery pada 2024 mendatang.

Iklan

Namun tiba-tiba mereka mendapatkan undangan dari Pemda DIY untuk mengosongkan  kios di sisi utara Jalan Perwakilan. Sosialisasi dilakukan pada 26 Oktober 2022 lalu di Kemantren Danurejan.

Karenanya para pedagang di Jalan Perwakilan berharap Pemda bisa mengundurkan jadwal penggusuran kios-kios mereka. Bila tak memungkinkan pada 2024, mereka berharap paling tidak kebijakan tersebut akan dilaksanakan 15 hari pasca Lebaran 2023.

Mereka perlu mencari modal usaha untuk bisa pindah dari kawasan tersebut. Apalagi pedagang sebenarnya sepenuh hati mendukung segala program Pemda DIY dalam memperindah kawasan Malioboro.

“Kami hanya diberikan waktu untuk dapat memahami kondisi kami pada saat ini. Kami sedang berjuang dari kondisi pasca-pandemi covid-19 yang membuat kami terpaksa harus mencari tambahan dana dengan berhutang pada lembaga-lembaga keuangan seperti bank untuk bisa jualan,” jelasnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Tiba-tiba Digusur dari Malioboro, Pedagang Jalan Perwakilan Protes

Terakhir diperbarui pada 11 November 2022 oleh

Tags: malioboropemkot yogyakartapkl malioboro
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO
Kabar

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

24 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO
Kuliner

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO
Kilas

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.