Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

Redaksi oleh Redaksi
24 Juli 2026
A A
Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO

Ilustrasi - Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh. (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO, YOGYAKARTA – Konsep pedestrian penuh di kawasan Malioboro, Jogja, tidak dimaksudkan untuk menutup seluruh akses kendaraan. Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. 

Sri Sultan HB X: bukan berarti apa-apa tidak boleh

Sri Sultan HB X menjelaskan, penataan Malioboro sebagai kawasan pedestrian penuh harus tetap mengakomodasi kebutuhan distribusi barang ke pertokoan. Tentu melalui pengaturan waktu dan mekanisme tertentu agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

“Di sana kan tidak mungkin kalau tidak pakai kendaraan tapi ruang-ruang seperti itu dibuka hanya pada waktu-waktu tertentu, dengan izin tertentu,” ujar ujar Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Jogja, Kamis (23/7/2026). 

“Jangan bayangkan terus opo-opo tidak boleh. Tapi harapan saya yang kedua ya jadi bersih jadi tertib. Pedestrian tapi juga nanti malah rupek tidak tertib ya akan malah percuma,” tegasnya,

Penataan pedestrian Malioboro Jogja agar tidak crowded

Lebih lanjut Sri Sultan HB X menyebut, penataan Malioboro tidak cukup hanya mengurangi kendaraan yang melintas. Kawasan tersebut juga harus menjadi lebih bersih, tertib, dan nyaman agar manfaat konsep pedestrian benar-benar dirasakan masyarakat maupun wisatawan.

“Sekarang kan sudah kita lihat bentor manggon di lahan andong, andong jadi parkir pinggir jalan, jadi mempersempit jalan, jadi crowded,” beber Sri Sultan.

Nantinya hal seperti itu diharapkan tidak boleh terjadi. Karena jika terus terjadi, bagi Sri Sultan, nantinya kawasan di depan Pasar Beringharjo akan tetap rupek. 

Perubahan sirkulasi kendaraan di kawasan pedestrian Malioboro Jogja

Selain itu, penerapan konsep pedestrian juga akan mengubah pola sirkulasi kendaraan di kawasan sekitar Malioboro. Jalan-jalan penghubung atau sirip nantinya menjadi akses menuju kantong parkir sebelum pengunjung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

“Dulu konsepnya Malioboro itu jalur utama. Sehingga dari Malioboro baru orang belok ke Dagen, ke Pajeksan dan sebagainya. Tapi kalau itu nanti di-close Malioboro, ya berarti dari Bhayangkara masuk Dagen, masuk Pajeksan untuk parkir, jalan ke Malioboro kan berubah,” papar Sri Sultan HB X.

Menurut Sri Sultan, perubahan pola tersebut membuat keberadaan kantong parkir menjadi kebutuhan penting. Penyediaannya tidak harus sepenuhnya dilakukan pemerintah, tetapi juga dapat melibatkan pihak swasta maupun pemilik lahan di sekitar kawasan.

“Makanya saya berharap parkir itu jadi penting, nggak mungkin semua disiapkan oleh pemerintah daerah. Di situ juga banyak rumah kosong yang mungkin bisa ada kemauan dari yang tinggal di situ atau yang lain, mereka juga mau jadi tempat untuk parkir, nyewakan tempat parkir atau bangun parkiran di situ, milik swasta atau apa ya silakan aja,” tutur Sri Sultan.

Pengkajian 10 sirip jalan

Sementara itu, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan Pemkot Jogja telah membentuk tim untuk mengkaji penataan sepuluh ruas jalan penghubung atau sirip di kawasan Malioboro. 

“Masing-masing sirip kan punya masalah sendiri, masalah pedagangnya, bisa tidak kendaraan putar balik, ada tidak kantong parkirnya,” kata Hasto.

Hasil kajian tersebut akan dibahas secara bertahap bersama Pemda DIY mulai pekan depan. Pembahasan juga mempertimbangkan kebutuhan operasional kawasan, seperti aktivitas bongkar muat barang di pertokoan dan hotel, serta mobilitas masyarakat pada waktu-waktu tertentu.

Iklan

“Insyaallah minggu depan kami secara bertahap akan rapat bersama Bu Sekda dan timnya di provinsi. Misalkan empat sirip dulu kita putuskan, setelah itu empat sirip lagi, akhirnya semua sirip tereksekusi, terputuskan kira-kira begitu,” ujar Hasto.

Sumber: Humas Pemda DIY

BACA JUGA: Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan


Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2026 oleh

Tags: kapan malioboro jadi pedestriankonsep pedestrian malioboromalioboropedestrian malioborosultan hb xSultan Jogja
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO
Kuliner

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO
Kilas

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO
Kilas

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.