Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Jalan Malioboro: Kurang Terasa Jogja, Kurang Indonesia, Harga-harganya Kurang Terjangkau!

Christian Evan Chandra oleh Christian Evan Chandra
18 Desember 2023
A A
Jalan Malioboro Kurang Jogja dan Kurang Terjangkau! MOJOK.CO

Ilustrasi Jalan Malioboro Kurang Jogja dan Kurang Terjangkau! (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berkunjung ke Jalan Malioboro meninggalkan penyesalan. Tujuan wisatawan ini justru kurang terasa Jogja dan harga-harganya kurang terjangkau.

Jogja, salah satu provinsi dengan UMP terendah di Tanah Air, yang biaya hidupnya sering dikira murah padahal mitos. Provinsi ini juga dikenal memiliki kebudayaan dan makanan khas yang begitu dikenal. Akan tetapi, mengapa saya tidak melihatnya di Malioboro?

Iklan

Dalam rangka pelatihan, November 2023 yang lalu saya sempat datang ke Jalan Malioboro. Ya, itu juga karena memang arah pulang dari Magelang ke Bandara Kulon Progo melewati pusat Kota Jogja dan kebetulan sisa waktu masih banyak. Karena naik bus, kami terpaksa memutar cukup jauh ke arah Taman Pintar dan Museum Vredeburg sebelum tiba di kantong parkir di depan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji.

Akses ke Jalan Malioboro cukup menyenangkan, dengan beberapa spot foto dan trotoar yang lebar. Memasuki Jalan Malioboro, hampir seluruh gedung juga menyediakan “kanopi” di trotoar bagian dalam sehingga terhindar dari panas dan hujan, kecuali jika ingin duduk di kursi di trotoar bagian luar, hendak menyeberang jalan, atau masuk ke gang. 

Sayangnya, dari kantong parkir tersebut tidak tersedia “kanopi” serupa dan panasnya sangat menyengat bagi kami yang datang di jam pagi hingga tengah hari. Hal ini membuat rombongan kami yang pertama kali disambut oleh Hamzah Batik dan Pasar Beringharjo hanya sanggup menyusuri setengah Jalan Malioboro dan kemudian putar balik.

Yang menyedihkan di Jalan Malioboro

Di setengah Jalan Malioboro ini, ada beberapa hal menyedihkan yang kami temukan. Pertama, sebagian besar toko, kalau bukan menjual pakaian antara batik, kaos bernuansa Jogja, atau baju barong setempat, ya menjadi reseller oleh-oleh makanan seperti Bakpia Pathok dan bakpia kukus Tugu Jogja. 

Harga bakpia kukus Tugu Jogja di reseller sama saja dengan harga di gerai resminya. Sudah begitu varian rasa lebih terbatas dan tanggal kedaluwarsa stok reseller lebih cepat. Entah kenapa, harga baju barong Jogja tidak menarik jika dibandingkan membelinya secara online di e-commerce.

Baca halaman selanjutnya: Jalan Malioboro yang malah bikin wisatawan agak menyesal.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2023 oleh

Tags: bakpia kukusBakpia PathokBakpia Tugu Jogjajalan malioboroJogjamalioboropasar beringharjopilihan redaksiUMP Jogja
Christian Evan Chandra

Christian Evan Chandra

Pecinta ilmu aktuaria dengan hobi seputar menulis, kuliner, dan gadget.

Artikel Terkait

Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO
Eksplor

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lomba Agustusan di desa jadi toxic dan merusak moral anak muda gara-gara paparan kreator konten di media sosial MOJOK.CO

Lomba Agustusan di Desa Jadi Toxic dan “Merusak” Anak Muda karena Terpapar Konten Kreator, Tidak Seasyik Dulu

8 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.