Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kisah “Mahasiswa Abadi” di UNY Nyaris Kena DO hingga Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos CPNS usai Wisuda

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 Mei 2025
A A
Kisah mahasiswa abada UNY dan jadi CPNS. MOJOK.CO

ilustrasi - mahasiswa UNY berhasil wisuda setelah nyaris DO. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kehidupan “mahasiswa abadi” ini seperti aji mumpung. Setelah 7 tahun kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lewat jalur “lotre”, ia akhirnya lulus sarjana. Usai wisuda dan mendapat ijazah, ia langsung mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sekali coba untuk tes, ia langsung diterima.

Lolos UNY lewat jalur “lotre”

Hendri (26) tak pernah punya motivasi yang muluk-muluk untuk kuliah, apalagi di kampus prestisius seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Membayangkannya saja nyaris mustahil. Bagi pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah tersebut, bisa lulus sampai bangku SMA saja sudah luar biasa.

“Dengan kondisi kedua orang tua yang bekerja sebagai buruh pabrik bata, bisa makan dan tetap bersekolah saja sudah bersyukur. Namun, ternyata Allah memiliki rencana lain yang jauh lebih baik untuk saya,” kata Hendri saat dihubungi Mojok, Senin (26/5/2025).

Tidak tahunya, Hendri lolos sebagai mahasiswa UNY lewat jalur SNMPTN. Kalau dibilang pintar sih juga tidak terlalu, tapi nyatanya ia bisa masuk kuota siswa jalur prestasi di sekolahnya. Bahkan ia sempat mendapat panggilan langsung dari universitas swasta yang ada di Jogja agar kuliah di sana, tapi ia sudah kadung memilih UNY.

“Padahal di masa itu, saya termasuk orang yang gagap teknologi (gaptek), nggak bisa mengoperasikan komputer. Bahkan saat pendaftaran mahasiswa lewat jalur SNMPTN itu, saya mempercayakan proses pengisian data ke seorang teman seangkatan,” tutur Hendri.

“Dan alhamdulillah dinyatakan lulus. Mangkanya teman saya sering guyoni kalau kuliah saya ini lewat ‘jalur lotre’ hehe,” lanjutnya.

Tiga hari luntang-lantung di Jogja

Ketika mendengar anaknya bisa kuliah di UNY, sebuah kampus di Jogja yang sering masuk dalam 15 perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia, orang tua Hendri langsung bersyukur. Apalagi, Hendri juga diterima sebagai mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan (bidikmisi). Dengan begitu, beban orang tuanya sedikit berkurang.

“Tapi mereka sempat khawatir, bagaimana saya bisa survive di lingkungan yang benar-benar baru,” ujar Hendri.

Ia pun mewajari kekhawatiran tersebut. Bagaimana tidak, selama ini Hendri dan keluarganya tidak punya kenalan sama sekali di Jogja. Mereka merantau dari Banyumas ke Pulau Bangka. Tak pernah tahu budaya di Kota Pelajar tersebut. Dan betul saja, ketakutan itu langsung hadir saat Hendri pertama kali menginjakkan kakiknya di Jogja.

“Saya masih ingat, pada masa awal kuliah, saya sempat menginap di Terminal Giwangan selama tiga hari sambil mencari tempat kos. Itu menjadi salah satu peristiwa yang memorial bagi saya,” ujar Hendri.

Baca Halaman Selanjutnya

Skripsi jadi momok

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2025 oleh

Tags: Cpnsdrop out kuliahKampus di Jogjapendaftaran mahasiswa baruPNSuny

Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.